5 Rute TMB Bandung Alternatif Damri

5 Rute TMB Bandung Sebagai Alternatif Damri

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”]

5 Rute TMB Bandung bisa kamu manfaatkan sebagai alternatif penggangti Damri yang kini stop operasi untuk sementara waktu gegara merugi. Cuma perlu diingat layanan BRT yang dikenal dengan nama Trans Metro Bandung ini beda sama Damri. Salah satunya bus ini nggak bisa distop di sembarang tempat. Dimana kamu cuma bisa naik-turun di halte yang sudah disediakan.

Ketika 8 rute Damri Bandung tiba-tiba stop operasi dengan alasan merugi secara finansial nggak sedikit yang kaget. Mereka adalah pengguna setia bus kota legendaris yang telah beroperasi sejak 1960-an itu. Dari segi ongkos Damri memang bersahabat banget di kantong. Cuma sayangnya mereka beroperasi secara komersial tanpa ada subsidi. Secara logika mematok tarif jauh-dekat Rp 5.000,00 tanpa adanya subsidi jelas akan merugi karena biaya operasional biasanya tinggi. 

Persoalan lain yang menimpa Damri Bandung ialah perilaku sejumlah oknum karyawan operator bus itu sendiri. Sistem pembayaran masih menggunakan full cash (kas keras) sangat rawan penyelewengan. Bahkan inilah yang menjadi sebab layanan bus di Bandung masih tertinggal jika dibandingkan dengan kota lain seperti Jakarta, Semarang dan Jogja. Di ketiga kota tersebut cara bayarnya udah pake e-money. Bahkan layanan Transjakarta udah nggak mau lagi terima cash. Bener-bener wajib e-money. 

Di layanan Damri ada semacam checkpoint di beberapa titik. Ambil contoh misalnya untuk rute Alun Alun Bandung – Situ Ciburuy ada 2 checkpoint yakni di Cibeureum dan di Gadobangkong. Disitu supir dan kru akan melaporkan jumlah penumpang dan ongkos yang telah ditarik kepada petugas harian lapangan. Masih tradisional banget kan? Kerugian yang ditimbulkan sebagai imbas dari okupasi maupun dampak Pandemi Covid-19 ternyata ikut dipengaruhi oleh perilaku sejumlah kru setelah ditemukan adanya penyelewengan terhadap uang ongkos yang harusnya disetorkan ke kas operator. 

Maka kerugian pun semakin besar. Dampaknya nggak main-main. Sampai 7 bulan karyawan nggak terima gaji. Pendapatan dari penumpang agak sulit untuk diharapkan terutama di masa-masa Pandemi yang masih serba terbatas. Opsi penghentian operasional tak bisa dihindari lagi. Akhirnya Damri Bandung resmi menutup sementara 8 rute dan cuma menyisakan 3 rute yang masih tetap beroperasi seperti biasa, ditambah rute perintis Leuwipanjang – Majalaya (penugasan negara). 

Penumpang yang biasa menggunakan 8 rute Damri Bandung mau nggak mau harus mencari alternatif moda transportasi. Secara kasar pilihan tinggal 2: angkot atau online. Rasanya kalo angkot agak susah kecuali terpaksa. Itu artinya kebanyakan akan mengambil pilihan ke 2 yakni transportasi online. 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”]

5 Rute TMB Bandung Sebagai Solusi Sementara

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row column_structure=”1_2,1_2″ _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”]

Nggak sedikit yang menganggap bus kota telah punah dari Kota Bandung pasca penghentian operasional 8 rute Damri Bandung. Namun anggapan itu ternyata nggak sepenuhnya tepat. Kenapa? 

Pertama, Damri sejatinya punya 11 rute bus kota ditambah 1 rute perintis. Nah yang nggak jalan kan 8 rute, sementara 3 rute tetap jalan seperti biasa. Itupun ditambah lagi satu rute perintis Leuwipanjang-Majalaya. Selain rute tersisa itu masih ada satu layanan bus lagi yakni Trans Metro Bandung (TMB). 

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_image src=”https://manglayang.id/wp-content/uploads/2021/11/20211110-2-Di-Antara-5-Rute-TMB-Bandung_-Cicaheum-Sarijadi-dan-Antapani-ST-Hall.jpeg” alt=”Di Antara 5 Rute TMB Bandung_ Cicaheum Sarijadi dan Antapani ST Hall” title_text=”20211110 (2) Di Antara 5 Rute TMB Bandung_ Cicaheum Sarijadi dan Antapani ST Hall” _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”]

Trans Metro Bandung (TMB) mulai diperkenalkan sekitar tahun 2004. Konsep awalnya akan menyerupai layanan Transjakarta yang hanya berhenti di halte saja. Cuma bedanya Trans Metro Bandung nggak pake jalur tersendiri, tapi menyatu dengan kendaraan lainnya. Cuma sayangnya di awal-awal masa dinas, konsep seperti Transjakarta itu belum bisa berjalan optimal karena satu dan lain hal. Bahkan sebagian besar halte yang udah pernah dibangun pun akhirnya nggak bisa dipakai sama sekali. 

Meski demikian layanan Bus Rapid Transit (BRT) inipun tetap berjalan hingga kini. Cuma sayang meski sedikit lebih maju, rutenya masih sangat sedikit. Terkesan masih sekedar melengkapi rute Damri yang sebelumnya telah eksis. Nah setelah 8 rute Damri stop operasi sementara, Trans Metro Bandung (TMB) kini mulai dilirik. Apalagi ada rutenya yang bersisian dengan Damri. Anyway, mana sajakah rute TMB Bandung itu? 

Jumlahnya nggak sebanyak Damri, cuma ada 5 rute TMB Bandung, antaralain: 

  • Koridor 1 : Cibiru – Cibeureum
  • Koridor 2 : Cicaheum – Cibeureum
  • Koridor 3 : Cicaheum – Sarijadi
  • Koridor 4 : Antapani – Leuwipanjang (via Lingkar Selatan)
  • Koridor 5 : Antapani – ST. Hall 

Dua rute bersisian langsung dengan Damri Bandung, yakni Koridor 2 Cicaheum – Cibeureum dan Koridor 4 Antapani – Leuwipanjang. Untuk tarifnya dipatok sebesar 

  • Rp 4.000,00 (Umum)
  • Rp 2.000,00 (Pelajar)

Adapun jika pembayarannya menggunakan e-money yakni Brizzi dan BNI TapCash, tarifnya: 

  • Rp 3.000,00 (Umum)
  • Rp 1.000,00 (Pelajar)
  • Rp 1 ( Buruh, Guru Honorer, dan Veteran)

Jika diperhatikan layanan 5 Rute TMB Bandung sedikit lebih modern dibanding Damri yang masih sangat tradisional. Penggunaan e-money tentunya akan meminimalisir bahkan menghilangkan praktik-praktik culas seperti terjadi di Damri. Semoga saja kedepannya Trans Metro Bandung (TMB) semakin berkembang, rutenya ditambah, bahkan menjadi moda transportasi penting yang terintegrasi. Apalagi koridor 2 dan 4 itu bisa diintegrasikan dengan KA Lokal Bandung Raya. Koridor 2 melewati Stasiun Bandung dan Stasiun Cikudapateuh. Adpaun koridor 4 rutenya ke Terminal ST Hall yang berada di kompleks Stasiun Bandung (selatan)

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: