Alun Alun Bandung 2019 Sebelum Coronavirus Menyerang

Alun Alun Bandung 2019. Menikmati ramainya sebuah theme park di tengah kota. Menjelang akhir tahun. Sampai pada akhirnya negeri Coronavirus menyerang. Kini sepi bahkan masjidnya pun tak ada aktivitas.

Coronavirus (Covid-19) telah memukul telak pariwisata. Tak terkecuali Pariwisata Bandung. Semua objek wisata sekarang tutup. Seolah menutup pintu rapat untuk Covid-19. Penyakit flu mematikan yang pertama kali ditemukan di Tiongkok.

Salah satu objek wisata merupakan favorit. Baik buat orang Bandung maupun luar Bandung. Nggak jarang pula dari luar negeri datang mampir. Sebuah taman luas di tengah kota. Disitu juga ada masjid agung. Jadi gampang aja misalkan mau sholat.

Hampir setiap akhir pekan tempat ini selalu ramai. Nggak peduli cuaca panas sekalipun. Keramaian warga dan wisatawan. Kadang dimeriahkan oleh suara khas pedagang asongan. Mereka menjajakan barang dagangannya. Mulai makanan hingga mainan anak.

Alun Alun Bandung 2019 Jelang Akhir Tahun

Tempat ini bernama Alun Alun Bandung. Bukan lokasi wisata baru memang. Udah ada bahkan sejak zaman penjajahan Belanda. Alun Alun Bandung udah berkali-kali mengalami perubahan. Sempat juga dalam kondisi kumuh dan tak terawat. Namun sejak 2014 Alun Alun Bandung telah dipercantik.

Makanya sekarang jadi salah satu objek wisata unggulan di Kota Bandung. Oke kita nggak usah bahas jauh ke 2014. Langsung aja nih ke bulan November 2019. Seperti biasa di hari Minggu. Alun Alun Bandung begitu ramai dikunjungi warga dan wisatawan. Hari itu 24 November 2019. Menjelang tutup tahun.

Biasanya warga dan wisatawan memenuhi lapangan sintetis di tengah Alun Alun Bandung. Untuk piknik, duduk-duduk, bahkan anak-anak dengan asyiknya bermain disitu. Cuaca panas seolah nggak terlalu dipedulikan. Pokoknya semua penat lepas setelah sepekan beraktivitas.

Masjid Agung Bandung berada percis didepannya. Keberadaanya seolah memudahkan masyarakat untuk ibadah. Terutama yang beragama Islam. Ketika adzan berkumandang langsung masuk masjid. Wudhunya lumayan antri. Makanya jangan heran kadang ada aja ketinggalan jamaah pertama.

Posisi tempat wudhu berada di basement. Sementara shaf depan ada di bangunan lama. Posisinya masih satu area. Karena antara bangunan lama dan baru itu bersatu.

Selesai sholat sensasi selanjutnya ialah Menara Masjid. Ini jadi sensasi tersendiri. Untuk naik ke atas Menara nggak gratis. Tarif dewasa Rp 10.000. Tarif anak dan pelajar Rp 5.000,00. Menara masjid ada dua: utara dan selatan. Begitu naik ke atas kita bisa liat Kota Bandung. Termasuk gunung yang mengelilinginya.

Dan Negeri Coronavirus Pun Menyerang

Sayang keramaian sebagaimana yang ada di Alun Alun Bandung 2019 mendadak sirna. Masuk bulan Maret 2020 pemerintah umumkan kasus pertama Coronavirus (Covid-19).

Jumlah pasien positif terus meningkat dengan pesat. Setelah kasus pertama diumumkan. Dari Jakarta terus menyebar. Nyaris merata di seluruh Indonesia. Untuk memutus rantai penyebaran objek wisata ditutup. Tak terkecuali Alun Alun Bandung.

Keramaian seperti di tanggal 24 November 2019 jelas sangat berisiko. Coronavirus memang nggak menular lewat Udara. Tapi lewat percikan dari mulut dan hidung. Ketika ngobrol sama orang itu juga berisiko. Kadang tanpa sadar kita mengeluarkan sesuatu dari mulut. Nah itu bisa menularkan Covid-19.

Nggak cuma Alun Alun Bandung. Masjid Agung Bandung pun ikut ditutup. Semua ibadah Jama’ah ditiadakan. Termasuk sholat 5 waktu dan sholat Jumat. Lagi-lagi dalam rangka memutus rantai penularan.

5 thoughts on “Alun Alun Bandung 2019 Sebelum Coronavirus Menyerang”

  1. Pingback: KA Lokal Bandung Raya, Komuter Tanah Priangan - Solo Traveling ID

  2. Pingback: Palestine Walk, dari Bandung untuk Palestina Merdeka - Manglayang ID

  3. Pingback: Sel Bung Karno Banceuy (Di Tengah Himpitan Ruko) - Manglayang ID

  4. Pingback: Damri Bandung Dago Leuwipanjang Rasa AKAP - Manglayang ID

  5. Pingback: Jalan Sukarno Bandung, di Tepi Sungai Cikapundung - Manglayang ID

Leave a Comment

Your email address will not be published.