Alun Alun Utara Jogja (Area Publik di Wilayah Keraton)

Terletak percis di depan Istana Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Alun-Alun Utara Jogja (nama lain: Alun Alun Lor) merupakan ruang publik bagi masyakarat Yogyakarta dan wisatawan yang berkunjung ke sana. Selain itu karena posisinya di Wilayah Keraton, juga difungsikan untuk kegiatan Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Seperti Grebeg Mulud dan Sekaten. Kini dikembalikan seperti sedia kala meski tetap terbuka untuk masyarakat umum.

Alun Alun Utara Jogja. Area Publik di Wilayah Keraton

Terletak percis di depan Keraton Yogyakarta Hadiningrat, inilah alun-alun utama di Kota Yogyakarta. Berada di wilayah keraton namun masyarakat umum masih bisa memanfaatkan. Lebih dari itu lapangan luas ini juga menjadi salah satu objek wisata gratis

Keberadaannya telah ada bahkansejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono 1. Dulu lapangan ini dikelilingi pagar tembok dan punya saluran air di sisinya. Karena berada di lingkungan keraton pemanfaatan tentu tak bisa lepas dari kegiatan keraton.

Namun seiring berjalannya waktu, pagar pembatas yang mengintari lapangan seperti menghilang. Hingga jadilah seperti beberapa tahun belakangan. Sangat open space dimana siapapun bisa masuk dan mengadakan kegiatan di tempat tersebut. Nggak jarang lapangan pun sering dimanfaatkan untuk acara seperti pameran, konser musik, hingga tabligh akbar.

Sebagaimana alun-alun lainnya di Pulau Jawa, di sini punya ciri khas yang sama. Cuma karena posisinya tepat berada di antara Istana Keraton (Bagian Selatan). KM 0 dan Malioboro (Utara). Lalu di bagian barat berdiri Masjid Gedhe Kauman atau juga dikenal sebagai Masjid Agung Yogyakarta. Sama seperti istana keraton, masjid ini juga punya sejarah panjang bahkan termasuk bagian dari keraton itu sendiri.

Alun Alun Utara Jogja Dikembalikan Seperti Sedia Kala

 Alun Alun Utara Jogja dengan Ciri Filosofi Jawa

Pandemi Covid-19 jelas sangat memukul sektor pariwisata. Gegara ini orang jadi punya kecenderungan untuk di rumah saja. Kalopun keluar nggak lain karena punya urgensi tertentu. Misalnya pekerjaan yang sulit apabila dikerjakan dari rumah. Biasanya tempat ini cukup ramai terutama di musim-musim liburan. Kadang suka ada PKL menjajakan dagangan. Bahkan di bulan Ramadhan sering ada yang jualan takjil atau hidangan berbuka.

Namun lagi-lagi gegara Covid-19 semua itu jadi sepi. Momen sepinya kegiatan pariwisata membuat Pemerintah Provinsi DIY berinisiatif untuk mengembalikan kawasan ini seperti sediakala. Yakni dengan memasang pagar pembatas di sekeliling lapangan alun-alun. Tentu tujuannya supaya bisa lebih tertib. Selain mengembalikan estetika seperti di era Sri Sultan Hamengkubuwono I.

Pihak keraton tentu setuju dengan ide ini. Alun Alun direstorasi jadi seperti sediakala. Meski demikian tempat ini tetap terbuka untuk masyarakat umum. Memang di sisi lain kegiatan-kegiatan keraton seperti Grebeg Mulud dan Sekaten tetap harus mendapat prioritas untuk memanfaatkan tempat ini. Posisinya aja di wilayah Keraton. Jadi bila kelak pandemi usai kita akan mendapati Alun Alun Lor sebagaimana aslinya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.