Batik Air 6231 dan Gempa Bumi Palu

Batik Air 6231 dan Gempa Bumi Palu

Batik Air 6231 jadi saksi dahsyatnya gempa bumi dan Tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018 lalu. Pesawat tersebut bahkan nyaris celaka andai nggak buru-buru take off dari Bandara Mutiara SIS Al Jufri. Meski di sisi lain musibah itu memakan korban seorang Airnav yang sedang bertugas di ATC memandu pesawat hingga airborne.

Duh udah lama ya nggak ngonten. Memang sih nggak nyampe sebulan kaya dulu. But now cuma beberapa pekan kok nggak ngonten. Setelah tulisan terakhir tentang Odading Mang Oleh yang viral itu. Maklum aja ada pekerjaan lain yang mengakibatkan mimin jadi nggak bisa update di sini. Okelah nggak usah panjang lebar soal ini ya, yang penting mah sekarang udah ada artikel baru iya nggak?

Tanggal 28 September, apa yang kira-kira terlintas di benak sobat pada tanggal tersebut. Satu yang pasti ialah hari jadi Perkeretaapian Indonesia. Dimana perkeretaapian Indonesia saat ini sudah berusia 75 tahun. Khususnya yang dioperasikan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Secara operator kereta sekarang udah ada swasta seperti MRTJ, Jak Pro (Operator LRT Jakarta), KCIC hingga Railink.

Namun jangan terlalu euforia dengan itu karena di tanggal yang sama dunia aviasi dan masyarakat Palu, Sulawesi Tengah, justru dirundung duka. Tepat di tanggal 28 September 2018 terjadi gempa bumi 7,7 SR yang diikuti gelombang Tsunami.

Batik Air 6231 Persiapan Take Off Menuju Makasar

DI Bandara Mutiara SIS Al Jufri, pada tanggal 28 September 2018 kesibukan masih seperti hari-hari biasnaya. Bahkan pagi harinya ATC Tower bandara tersebut sempat kedatangan tamu istimewa. Captain Vincent Raditya, Pilot Batik Air yang juga kita kenal sebagai YouTuber. Bahkan sempat nge-Vlog juga dan mempublikasikan videonya ke YouTube.

Tower ATC Bandara Mutiara Pasca Gempa - Tetap Memandu Batik Air 6231 di Tengah Gempa

Nampak nggak ada yang aneh di pagi hari itu. Termasuk di dalam tower ATC. Nggak lama kemudian sudah jadwalnya beliau untuk takeoff dari Palu. Pastinya petugas tower ATC dibagi ke dalam shift. Nah shift pagi diganti shift siang. Diketahui akhir dari percakapan antara Captain dengan Petugas ATC bernama Antonius Gunawan Agung, “Batik 6231 runway 33 clear for take off”

Saat pesawat sudah melaju di runway gempa terjadi dan sedikit mempengaruhi pergerakan pesawat. Namun Captain Ricosetta memutuskan tetap melanjutkan takeoff karena tak ada yang salah dengan instrumen pesawat. Flight 6231 akhirnya berhasil airborne dengan sempurna. Barulah setelah itu petugas ATC mencoba menyelamatkan diri dengan melompat dari atas tower yang sudah bergoyang keras hingga mengalami cedera parah.

Runway Bandara Mutiara terdampak Gempa Bumi Palu

Adapun Captain Ricosetta Mafela sendiri sempat merekam momen fenomena aneh di laut sekitar Palu yang belakangan diketahui sebagai gelombang tsunami. Ketika sudah airborne captain berusaha menghubungi ATC Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu namun tak ada jawaban. Begitupula setiap mencapai ketinggian 1.000 feet coba kontak tapi tetap tak ada respon. Hingga akhirnya dapat berita telah terjadi gempa bumi Palu. Bandara Mutiara terkena dampak dan Towernya hancur.

Kisah Kepahlawanan Antonius Gunawan Agung

Keberhasilan Batik Air 6231 tetap airborne dan mengudara dengan sempurna ditengah gempa tak lepas dari peran seorang Antonius Gunawan Agung, staff AirNav yang sedang bertugas di ATC Palu pada saat gempa mengguncang kota tersebut. Rekan-rekannya sudah memperingatkan supaya lekas turun. Namun Antonius Gunawan Agung memilih tetap memandu penerbangan itu hingga airborne dengan sempurna.

Kisah kepahlawanannya mendapatkan apresiasi dari Captain Ricosetta Mafela dan sejumlah elemen masyarakat. Berani mengambil risiko demi menyelamatkan lebih banyak nyawa, dalam hal ini penumpang dan kru pesawat Batik Air tersebut. Padahal kalo mau menyelamatkan diri, peluang Agung sangat besar ketika itu. Namun dirinya memilih untuk tetap bertugas. Karena apabila Captain sampai memutuskan untuk abort takeoff atau terjadi satu dan lain hal, maka dirinyalah yang pertama kali mengambil tindakan koordinasi dengan pemadam kebakaran, petugas medis, dan petugas terkait lainnya.

Sebuah teladan yang patut ditiru. Tentunya ada sebuah pelajaran berharga yang bisa diambil dari peristiwa heroik ini. Meninggalkan ego pribadi demi kebaikan dan keselamatan bersama. Walaupun punya kesempatan besar, petugas AirNav ini tetap memilih mengambil risiko yang bisa mengorbankan dirinya sendiri demi memastikan keselamatan penerbangan.


Daftar Pustaka


Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: