Backpacker and Trip Report – Konten Artikel

1 2 3 4

Memang terlihat lebih seperti catatan perjalanan. Menceritakan tentang pengalaman selama kegiatan traveling berlangsung. Termasuk ketika dalam perjalanan dari daerah asal menuju destinasi. Hal semacam ini sudah jamak di masa-masa sekarang. Banyak yang membuat itu bukan lagi dalam bentuk catatan. Tapi udah dibuat dalam format yang lebih canggih, seperti video.

Catatan perjalanan biasanya ditulis tangan di sebuah buku khusus. Bisa dibilang semacam Travel diary atau Travel Journal. Tulisan dalam buku diary itu ditambah foto. Biasanya sih kalo jaman dulu sebelum ada hp yang punya fitur kamera, untuk fotonya masih modal kamera yang film nya harus dicuci lebih dulu. Biasanya sih manfaatin jasa tukang cuci foto. Baru setelah jadi ditambahin di diary itu.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, cuci film nggak lagi diminati. Sebagai gantinya terbitlah semacam kamera digital yang tinggal modal SD Card untuk menyimpan dokumentasi selama perjalanan. Setelah itu dipindah ke laptop untuk selanjutnya dicetak di printer. Bisa pake kertas khusus foto atau kertas biasa.

Nah hal tersebut juga membuat travel diary semakin berkembang. Meski masih dipake, Travel Diary atau Travel Journal kini pindah ke media komputer. Misalnya Microsoft Word. Jadi tinggal ditulis nanti foto-nya langsung masuk ke situ. Semua jadi semakin mudah. Ditambah bermunculannya hp kamera, tinggal colok kabel USB udah bisa langsung diambil foto-fotonya. Mau dicetak atau diselipkan di jurnal tadi.

Semakin berkembang lagi, jurnal itu bukan sekedar dibuat dalam bentuk MS. Word. Perkembangan teknologi Blogging dan Social Media membuat itu semua bisa langsung di post dan dipublish secara online. Nah kalo udah dibuat dalam bentuk web blogging dan social media itu artinya bisa dibaca orang banyak. Bukan lagi dikonsumsi pribadi atau bersama orang-orang dekat. Belum lagi kalo formatnya video.

Backpacker and Trip Report – Untuk Referensi Traveling

Travel Journal yang udah dipublish online seharusnya nggak lantas jadi wadah untuk narsis atau pansos. Sudah seharusnya hal-hal seperti itu mendatangkan manfaat bagi orang lain. Khususnya yang ingin lakukan aktivitas traveling. Mereka juga perlu tau untuk menuju ke satu tempat itu aksesnya kaya gimana. Naik apa aja ke sana. Intinya How To Get There. Nah disitulah hal-hal semacam itu diperlukan.

Karenanya Manglayang ID menghadirkan segmen Backpacker and Trip Report yang bisa kamu manfaatkan dan jadikan sebagai referensi untuk kegiatan traveling. Terutama untuk mengetahui akses menuju satu tempat. Atau untuk memilih alternatif transportasi yang sesuai dengan budget maupun kebutuhan kamu. Apalagi bila kamu niatnya Solo Traveling.

%d bloggers like this: