BOAC Flight 911 Nyaris Tewaskan Albert R Broccoli

BOAC Flight 911 Nyaris Tewaskan Albert R Broccoli

BOAC Flight 911 jatuh di kaki Gunung Fuji ketika mencoba untuk melintas lebih dekat dengan landmark Jepang itu. Kecelakaan pesawat yang nyaris tewaskan Albert R Broccoli, produser Film James Bond.

Boleh jadi kecelakaan pesawat Pakistan International Airlines (PIA) mengangkat sejumlah issue seputar kecelakaan fatal si burung besi. Kecelakaan yang tak jarang menimbulkan korban jiwa besar. Seperti halnya kejadian di Karachi kemarin. Pesawat PIA dengan nomor penerbangan PK 8303 jatuh saat hendak mendarat di Bandara Internasional Karachi (KHI). Pesawat tersebut terbang dari Lahore untuk rute domestik.

Seperti telah dibahas sebelumnya, kecelakaan kemarin (22/5/2020) membuka kembali ingatan akan tragedi serupa dimana pesawat mengalami insiden fatal dalam proses pendaratan. Disebutkan 2 kejadian saat pesawat mendarat yakni Lion Air di Solo dan Garuda Indonesia di Jogja. Ditambah 4 kejadian pesawat celaka saat hendak mendarat, dimana 3 insiden melibatkan dunia penerbangan di Negeri Sakura.

All Nippon Airways Flight 60, Canadian Pacific Airlines Flight 402 hingga Japan Airlines Flight 471. Ingatan akan kejadian yang menimpa 3 penerbangan tersebut seolah terbuka saat mengetahui kecelakaan Pakistan International Airlines (PIA) hanya beberapa saat sebelum mendarat.

Dua Insiden pertama jadi bagian dari kecelakaan beruntun yang menjadikan momen terburuk dalam sejarah penerbangan Jepang. Tragedi Flight 60 dan Flight 402 hanya selang 1 bulan yakni tanggal 4 Februari ke 4 Maret 1966. Namun siapa sangka sehari setelahnya justru terjadi lagi kecelakaan penerbangan di Bumi Samurai. Bahkan kali ini tepat di atas salah satu spot favorit sekaligus sakral, Gunung Fuji.

BOAC Flight 911 Jatuh Setelah Alami Clear Air Turbulence di Atas Gunung Fuji

Adalah pesawat jenis Boeing 707 yang sangat populer di tahun 1960-an. Ini adalah semacam penerbangan charter keliling dunia yang dimulai dari London International Airport Heatrow (LHR). Dimana salah satu destinasinya ialah Jepang. Dari Jepang pesawat ini direncanakan terbang menuju Hong Kong.

Tanggal 5 Maret 1966 atau baru sehari setelah Douglas DC-8 milik Canadian Pacific Airlines mengalami kecelakaan di Tokyo Haneda (HND). Pesawat ini jatuh saat coba mendarat di tengah cuaca buruk. Padahal Flight 911 sehari sebelumnya mengalihkan pendaratan ke Bandara Itazuke di Fukuoka akibat dari cuaca buruk tadi. Sehingga baru mendarat di Tokyo keesokan hari (5 Maret) jam 12.40 waktu setempat.

Selanjutnya pesawat dipersiapkan untuk perjalanan dari Tokyo menuju Hong Kong. Kapten Bernard Dobson (45) memimpin penerbangan ini. Beliau adalah seorang pilot yang sudah sangat berpengalaman menerbangkan pesawat Boeing 707, bermesin 4 dan walaupun tergolong narrow body tapi mampu menempuh jarak yang sangat jauh. Bahkan bisa terbang dari Tokyo ke London non-stop.

Pesawat yang akan terbang di hari tersebut milik maskapai penerbangan nasional Inggris, BOAC (British Overseas Airways Corporation), pendahulunya British Airways dan memiliki kesamaan call sign “Speedbird”. Keadaan cuaca di langit Jepang pada tanggal 5 Maret 1966 sangat cerah. Tentunya berbeda dengan sehari sebelumnya.

Cerahnya cuaca khususnya di Tokyo membuat Gunung Fuji yang terletak di sebelah barat terlihat dengan sangat jelas. Ini merupakan momen yang tentu sangat langka. Karenanya Kapten Bernard Dobson ingin merubah flight plan dari yang semula melalui jalur normal Izu Oshima dialihkan lebih dekat dengan Gunung Fuji yakni jalur Fuji-Rebel-Kushimoto. Perubahan Flight Plan disetujui oleh otoritas bandara setempat.

Pesawat take off dari Tokyo Haneda jam 13.58 waktu setempat menuju Bandara Kai Tak Hong Kong melewati rute yang telah dirubah itu. Tujuannya agar penumpang pesawat bisa menyaksikan Gunung Fuji lebih dekat. Dimana Flight 911 akan terbang di atasnya. Setelah take off di atas Tokyo Bay pesawat belok ke arah Barat Daya melewati Odawara, setelah itu belok lagi ke kanan langsung menuju Gunung Fuji dan terbang di atas Gotemba.

Kecepatan pesawat (Indicated Air Speed) pada saat itu 320-370 knotsdengan ketinggian 4.900 meter (16.000 feet). Adapun Puncak Gunung Fuji 3.776 meter (12.388 feet). Sebetulnya ketinggian pesawat masih cukup aman karena masih berjarak sekitar 1.142 meter dari puncak gunung yang disakralkan masyarakat Jepang itu.

Begitu pesawat memasuki area Gunung Fuji, terjadilah turbulence yang sangat kuat. Satu per satu bagian pesawat rontok. Hingga akhirnya pesawat jatuh di hutan kaki Gunung Fuji. Seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 124 tewas dalam kecelakaan ini

Penyelidikan atas kecelakaan sempat mengalami kendala karena black box ikut hancur bersama pesawat. Namun ada titik terang setelah menemukan video kamera milik seorang penumpang. Dalam video yang di rerun oleh pihak penyelidik, nampak pesawat telah melewati Gunung Tanzawa dan Danau Yamanaka. Setelah itu rekaman berhenti dan baru ada lagi setelah pesawat terhempas di daratan dalam kondisi hancur.

Dari situ pihak penyelidik akhirnya memberi kesimpulan bahwa kecelakaan Pesawat BOAC Flight 911 akibat dari clear air turbulence. Dimana dalam keadaan cuaca cerah sekalipun tetap ada angin tenang yang bisa merontokkan objek yang lewat di atasnya.

Nyaris Merengut Nyawa Albert R. Broccoli

Tentunya kita mengenal sosok ini dalam franchise film James Bond 007. Di opening maupun closing credit selalu muncul nama Albert R. Broccoli. Saat kecelakaan terjadi memang tengah berlangsung proses pembuatan film James Bond ke-5 berjudul You Only Love Twice. Film tersebut menjadi salah satu film 007 yang dibintangi oleh Sean Connery.

Sejatinya nama Albert R. Broccoli masuk dalam daftar penumpang BOAC Flight 911. Namun beliau membatalkan penerbangan karena hendak menyaksikan demonstrasi Ninja. Dimana atraksi tersebut masuk dalam salah satu scene di film You Only Love Twice. Maka selamatlah sang produser dari tragedi tersebut dan masih tetap bisa berkarya menggarap franchise James Bond hingga era Daniel Craig.

Yang jelas kecelakaan pesawat BOAC Flight 911 jadi salah satu kecelakaan fatal yang pernah terjadi di Jepang. Bahkan bisa dikatakan bahwa tahun 1966 adalah periode kelam sejarah penerbangan Jepang. Terjadi 3 kali kecelakaan dalam kurun waktu berdekatan. Malah antara Flight 402 dan 911 jaraknya hanya sehari.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: