Concorde vs TU-144 Persaingan Barat dan Timur

Concorde vs TU-144, Persaingan Barat dan Timur

[et_pb_section admin_label=”section”] [et_pb_row admin_label=”row”] [et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Text”]

Supersonic Aircraft Concorde vs TU-144. Dimana Concorde mulai dikembangkan oleh Inggris dan Prancis di akhir dekade 1960-an. Namun seolah nggak mau kalah dengan Blok Barat, Uni Soviet lantas membuat tiruannya (Tupolev TU-144). Bahkan pemimpin Blok Timur itu langsung menerbangkan prototype-nya jauh 3 bulan sebelum rivalnya di Barat. Sayang saat dipamerkan di Paris Air Show 1976 malah mengalami kecelakaan maut. Sebagaimana punya Barat juga di tanggal 25 Juli 2000.

Dibilang gagah-gagahan nggak salah juga sih. Itulah yang terjadi di era-Perang Dingin antara Blok Barat (pimpinan Amerika Serikat) dan Blok Timur (pimpinan Soviet). Kedua negara superpower itu memang nggak sampe terlibat peperangan secara frontal. Memang kebayang sampe itu terjadi berarti sama aja perang nuklir mengingat keduanya punya senjata pemusnah massal itu.

Persaingan Barat dan Timur tentunya mencakup aspek transportasi publik, khususnya dunia aviasi. Di antara perebutan pengaruh tersebut ialah supersonic aircraft, pesawat berkecepatan tinggi melebihi kecepatan suara. Dengan armada tersebut terbang Trans Atlantik hanya ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja.

Supersonic aircraft sejatinya mulai dikembangkan pada tahun 1947 atau pasca perang dunia ke-2. Di tahun itu seorang pilot Amerika bernama Chuck Yeager berhasil menciptakan suatu moda transportasi udara yang bisa melebihi kecepatan suara. Namun realisasi itu baru terlihat nyata ketika memasuki dekade 1960-an. Di tahun 1962 Inggris bersama Prancis mulai membangun supersonic aircraft pertamanya. Kedua negara Eropa itupun bersaing dengan Uni Soviet yang juga ingin membangun dan mengembangkan itu.

31 Desember 1968, Uni Soviet akhirnya menerbangkan prototype supersonic aircraft yakni Tupolev TU-144. Supersonic Aircraft buatan Timur ini didesign dan dikembangkan oleh Andrey N. Tupolev dan Alexei Tupulev. Keduanya punya keinginan untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan udara, Secara design TU-144 mirip dengan buatan Anglo-French sehingga disebut sebagai copycat.

Namun pihak Soviet tentu saja membantah. Juni 1969, Tupolev TU-144 berhasil mencapai kecepatan supersonic. Jauh sebelum buatan barat-nya terbang. Dilaunching dan lebih dulu mencapai kecepatan supersonic, Uni Soviet jelas saja mengklaim sebagai pengembang pertama supersonic aircraft.

Concorde Terbang Perdana 2 Maret 1969 dan Malapetaka Paris Air Show 1973

Supersonic Aircraft buatan Inggris-Prancis (Anglo-French) diberi nama Concorde akhirnya terbang perdana pada tanggal 2 Maret 1969. Concorde memiliki makna harmoni atau kesatuan. Tanggal 1 Oktober 1969 concorde untuk pertama kalinya berhasil mencapai kecepatan supersonic (melebihi kecepatan suara) yakni 2,04 mach (2.180 km/jam).

Ujicoba perdana tersebut yang menggunakan Concorde 001 dilakukan oleh Sud Aviation France. Diterbangkan oleh Pilot Andre Turcat. 9 April 1969 giliran Concorde 002 yang dirancang Bristole Aeroplane Company Inggris. Kedua supersonic aircraft tersebut diperkenalkan ke publik di ajang Paris Air Show 1969.

Sementara itu saingannya dari Timur, Tupolev TU-144, memang lebih dulu terbang perdana dan mencapai kecepatan supersonic. Hingga pesawat yang juga dapat julukan Concordeksy itu mendapat publisitas tinggi. Hegemoni begitu besar karena dianggap sebagai pelopor mendahului pesaingnya dari Barat. Nyatanya segala hegemoni dan euforia besar itu malah jadi bumerang yang berujung bencana.

Paris Air Show 1973, satu momen yang mungkin akan digunakan untuk show off TU-144. Tanggal 3 Juli 1973 supersonic aircraft Tupolev TU-144 melakukan demo flight dan memperlihatkan berbagai manuver. Sayangnya pesawat tersebut malah celaka, jatuh dan terbakar di Desa Goussainville. Tercatat 14 orang jadi korban malapetaka tersebut: 6 kru TU-144, 8 warga desa (termasuk 3 anak-anak) dan menghancurkan 15 rumah.

Concorde vs TU-144: Akhirnya Anglo-French Terbang Duluan

Tragedi tersebut membuat produksi dan pengembangan TU-144 jadi terhambat. Hingga akhirnya Concorde yang memenangkan persaingan untuk lebih dulu beroperasi secara komersial 26 Januari 1976 menempuh rute London-Bahrain dan Paris-Rio De Jainero. Sekitar 16 unit Concorde diproduksi massal mulai 1966-1976 oleh Sub Aviation (Prancis) dan Bristole Aeroplane Company (Inggris). Dimana 7 dari 16 unit dikirim ke Air France dan British Airways.

Selama berkiprah di dunia penerbangan, Concorde sudah mengangkut 3,7 juta penumpang dan jam terbangnya sudah lebih dari 200 ribu jam terbang. Pesawat ini mampu membawa 144 penumpang dengan kecepatan 2.200 km per jam pada ketinggian 17.700 meter. Dengan kecepatan ini, Concorde hanya membutuhkan waktu dua setengah jam dari Paris ke New York. Ketinggian pesawat saat mengudara juga membuat penumpang bisa melihat lengkung horizon permukaan Bumi dari atas.

Lalu bagaimana dengan Sang Rival dari negeri tirai besi, Tupolev TU-144? Tanggal 1 November 1977, TU-144 akhirnya beroperasi secara komersial dengan rute Aeroflot antara Moskow dan Alma-Ata (sekarang Almaty) di Kazakhstan. Pesawat tersebut membawa penumpang dengan kecepatan sekitar 1.200 mph dan rata-rata pada ketinggian 52.000 kaki.

Sering Celaka dan Gagal, Ditambah High Cost, Akhirnya Pensiun Dini

TU-144 boleh aja diklaim sebagai pelopor supersonic aircraft lantaran lebih dulu terbang dan mencapai kecepatan supersonic. Namun soal terbang perdana secara komersial maupun safety jelas Concorde punya Anglo-France (Barat) yang unggul. Rute penerbangannya pun demikian. Jika Concorde bisa terbang trans-Atlantik bahkan ke belahan bumi lainnya seperti Australia, TU-144 hanya berkutat di dalam negeri. Meski boleh jadi juga supersonic pertama yang menginjakkan roda-nya di Asia (Kazakhstan masuk wilayah Asia).

Kekurangan dari sisi safety juga terlihat pada seringnya TU-144 mengalami kecelakaan saat ujicoba dan serangkaian kegagalan. Untuk mengoperasikan pesawat ini juga butuh biaya besar. Soal tingginya biaya operasional pun dialami oleh Concorde. Hingga akhirnya layanan komersial pun dihentikan. Tupolev Tu-144 terus menerbangkan rute kargo sampai akhirnya dihanggarkan pada tahun 1983. Secara keseluruhan, 17 model dibangun dan sekitar 100 penerbangan komersial diselesan.

Nah lagi-lagi Concorde unggul atas rivalnya itu dalam hal ketahanan. Concorde vs TU-144 ternyata buatan timur harus Pensiun Dini. Dibilang produk gagal bisa jadi demikian. Buktinya supersonic aircraft Tupolev TU-144 hanya bisa melayani penerbangan domestik saja. Dimana waktu itu Almaty ibukota Kazakhstan masih merupakan bagian integral dari Uni Soviet. Di sini persaingan Concorde vs TU-144 dimenangkan oleh Concorde buatan barat (Anglo-French)

Concorde vs TU-144: Tragedi Air France Flight 4590 Mencoreng Reputasi dan Pensiun Tahun 2003

Dalam persaingan Concorde vs TU-144, jelas aja pada akhirnya Concorde-lah pemenangnya. Jika dilihat dari masa dinas supersonic aircraft tersebut yang mampu terbang hingga 2 dekade lebih. Dibanding rivalnya yang hanya 6 tahun saja jika dihitung dari pertama kali beroperasi secara komersial dibawah Aeroflot.

Sayangnya reputasi Concorde yang bebas dari kecelakaan maut selama 2 dekade harus rusak pada tanggal 25 Juli 2000. Dimana sebuah unit concorde milik Air France yang disewa sebuah perusahaan Jerman mengalami kecelakaan fatal di pinggiran Paris. Air France Flight 4590 baru aja take off dari Bandara Charles De Gaulle (CDG) menuju JFK New York.

Ketika pesawat take off terjadi kebakaran dari mesin sebelah kiri. Pesawat pun akhirnya jatuh menimpa sebuah hotel di Gonesse pinggiran Paris. Malapetaka ini memakan korban 113 orang. 110 merupakan penumpang dan kru Flight 4590 dan 3 sisanya tewas di darat. Penyebab tragedi ini ialah serpihan logam dari DC-10 Continental Airlines jatuh di runway dan terlindas concorde hingga mengenai mesin sebelah kiri.

Masuk Millenium baru Concorde memang sering bermasalah dan udah direncanakan akan pensiun. Belum lagi operasional mahal sehingga cuma crazy rich yang bisa menikmati supersonic aircraft ini. Lantaran harga tiketnya sangat mahal. Penerbangan Concorde Air France dan British Airways berakhir pada 24 Oktober 2003, dengan penerbangan terakhir pada 26 November tahun yang sama.


Referensi

Hari Ini dalam Sejarah: Concorde Pertama Kali Lampaui Kecepatan Suara. Kompas.Com

Kisah Tupolev Tu-144 Rusia, Pesawat Supersonik Sebelum Concorde. Tempo.Co

Sejarah 50 Tahun Pesawat Supersonik Concorde. CNN Indonesia


[/et_pb_text][/et_pb_column] [/et_pb_row] [/et_pb_section]

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: