Bus Damri Dago Leuwipanjang Rasa AKAP

Damri Bandung Dago Leuwipanjang Rasa AKAP

Salah satu armada Damri Bandung Dago Leuwipanjang punya interior unik. Seatnya mirip dengan yang biasa digunakan di bus AKAP kelas ekonomi AC. Menambah kenyamanan bagi para penumpang bus kota tersebut dan semoga ke depannya bisa lebih dimaksimalkan lagi. Misalnya menambah jam operasional yang saat ini masih sangat terbatas.

Bus Damri merupakan bus kota andalan warga Bandung dalam menunjang aktivitas harian. Keberadaannya udah sangat lama. Kalo gak salah sudah dari era 1960-an. Dimana dulu pernah mengoperasikan bus merk Tata buatan India yang fotonya sempat viral di social media. Bus legend tersebut melayani rute Cicaheum-Cibereum via Alun Alun Bandung. Beroperasi di jalan Posweg Daendles peninggalan pemerintah Kolonial Belanda.

Meski begitu bus India tersebut nggak begitu lama beroperasi lantaran tersisih oleh armada Mercedez Benz buatan Jerman sekitar tahun 1970-an. Bus Jerman beroperasi cukup lama. Boleh dibilang hitungannya udah dekade atau 10 tahunan. Sebelum akhirnya diganti “samurai” Jepang merk Hino dan kini merajai jalanan Kota Bandung dan sekitarnya. Bukan hanya dioperasikan Damri tapi juga Trans Metro Bandung (TMB).

Damri Bandung Dago Leuwipanjang Penghubung Terminal Bus, Stasiun KA dan Kawasan Elite

Damri Bandung punya beberapa rute. Selain Cicaheum-Cibereum tadi, ada lagi rute Dago-Leuwipanjang. Ini terbilang unik karena trayeknya nggak sampe ke Terminal Dago, melainkan hanya sampe Dipatiukur percis depan Kampus Unpad. Namun keberadaannya boleh dibilang cukup penting. Mengingat kebutuhan transportasi massal yang aman dan nyaman dari Kawasan Elite Dago dan kawasan Pendidikan yang banyak anak-anak kost-nya menuju Stasiun Kereta Api dan Terminal Bus. Begitupula sebaliknya.

Terminal Leuwipanjang mulai beroperasi sejak pertengahan 1990-an. Menggantikan terminal lama, Kebon Kalapa, yang dinilai udah nggak lagi representatif karena berada tepat di tengah kota. Nggak jaug dari alun-alun Bandung. Sementara Leuwipanjang berada di jalan Bypass Sukarno Hatta yang menjadi akses dari Cimahi menuju Cileunyi dan Jatinangor tanpa harus melewati pusat kota lebih dulu. Lokasi ini tergolong kawasan pinggiran. Justru malah banyak perumahan di sini.

Sebagai terminal bus AKAP dan AKDP, jelas butuh transportasi pendukung menuju pusat kota Bandung. Salah satunya Bus Damri ini. Termasuk yang ke Dago. Rute yang dilewatinya juga mengarah ke pusat kota. Dari terminal via Jalan Gardujati dan Stasiun Bandung (pintu selatan) yang mendekat ke Alun Alun Bandung dan Pasar Baru. Berakhir di Dipatiukur. Keberadaannya boleh dibilang sangat penting. Sehingga kenyamanan juga mesti diperhitungkan.

Karenanya salah satu armada bernomor 5948 punya seat yang mirip bus AKAP kelas Ekonomi AC. Bahkan mirip sama seat kereta eksekutif sekarang. Cuma beda di gradasi warna aja. Memang masih banyak kekurangan Damri Bandung. Armadanya masih terbilang sedikit dan jadwalnya masih terbatas hingga jam 17.00 WIB sore. Mengingat Angkot masih sangat merajai Kota Bandung. Semoga ke depannya makin banyak transportasi umum nyaman yang bisa mengurangi kemacetan Bandung dan sekitarnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: