Damri Bandung Stop Operasi, Merugi Hingga Indikasi Korupsi

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content” sticky_enabled=”0″]

Gegara merugi dan ada indikasi korupsi yang dilakukan kru yakni menilep uang tiket, 8 Rute Damri Bandung Stop Operasi untuk sementara waktu. Tentunya hal ini sangat berpengaruh pada pola mobilitas wargi Bandung. Terlebih yang dari dulu udah biasa banget menggunakan bus kota. Meski demikian 3 rute tetap beroperasi seperti biasa yakni Elang-Jatinangor (via Tol), Cibiru-Kebon Kalapa, dan Alun Alun Bandung-Kota Baru Parahyangan.

Transportasi umum di Kota Bandung khususnya yang berbasis jalan raya bisa dibilang belum sepenuhnya layak. Terutama Bus Rapid Transit (BRT) masih sangat jarang dan jumlahnya pun sangat terbatas. Berbanding lurus dengan rute-rute yang dilayani BRT tersebut. Tentunya susah banget kalo mau dibanding sama kota lain yang BRT-nya udah bagus banget. Berikut sistem manajemennya.

Nggak usah dibanding Transjakarta yang udah modern banget dan sangat terintegrasi dengan moda lain. Coba sama TransJogja aja masih kalah jauh. Karena itu tadi rute-rutenya sangat terbatas. Apa yang menyebabkan perkembangan BRT di Kota Bandung sangat lambat bila dibanding dengan kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa? Tentunya banyak faktor yang jadi penyebab kenapa hal itu bisa terjadi.

Dulu ketika awal-awal transportasi online mulai masuk dan berkembang di Bandung, terjadi resistensi dari para angkot. Ya, angkot boleh jadi hambatan perkembangan transportasi umum memadai di sini. Bukan berarti angkot jelek, tapi pola operasinya itu lho yang bikin orang malas menggunakannya. Jumlahnya terlalu banyak bahkan nggak jarang armada yang kondisinya nggak layak jalan. Angkot boleh dibilang cukup melegenda di sini, tapi dari dulu sampe sekarang ya begitu-begitu aja. Sistemnya pun sangat primitif yakni masih pakai SKS (Sistem Kejar Setoran)

Nah giliran mau ada transportasi publik yang lebih unggul dan modern, biasanya supir hingga bandar angkot paling keras menolak. Padahal kalo mau mereka bisa dijadikan bagian dari konsorsium seperti Transjakarta yang manajemennya lebih modern. Dimana nggak lagi berlaku sistem setoran tapi diganti dengan Rupiah per Kilometer. Ada atau nggak ada penumpang tetap dibayar. Beda sama sekarang, makanya perilaku yang suka ngetem kelamaan menjadikan angkot begitu dihindari kecuali terpaksa.

 

Damri Bandung Stop Operasi Padahal Telah Eksis Dari Dulu

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” column_structure=”1_2,1_2″][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”1_2″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_image src=”https://manglayang.id/wp-content/uploads/2021/11/20211110-2-Damri-Bandung-Stop-Operasi-Merugi-Gak-Digaji-hingga-Korupsi.jpeg” alt=”Damri Bandung Stop Operasi, Merugi, Gak Digaji, hingga Korupsi” title_text=”20211110 (2) Damri Bandung Stop Operasi, Merugi, Gak Digaji, hingga Korupsi” _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}” theme_builder_area=”post_content”][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”1_2″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Damri sendiri telah hadir cukup lama di sini dalam bentuk bus kota. Di tahun 1980 hingga awal 2000-an armada Damri yang beroperasi di Bandung menggunakan bus mercedez benz. Dulu nggak ada AC dan ongkosnya pun murah. Nah rute-rute Damri itu sejatinya telah ada dari dulu. Cuma seiring berjalan waktu terjadi peremajaan armada, bersamaan dengan mulai diperkenalkan sistem Bus Rapid Transit (BRT) dalam wujud Trans Metro Bandung (TMB). TMB mulai diperkenalkan sekitar tahun 2004, di tahun yang sama Transjakarta mulai beroperasi.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”4_4″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Rute-rute TMB berbeda dengan Damri, kecuali satu yang bersisian yakni Cicaheum-Cibeureum. Sementara Damri tetap sama, salah satu yang sangat melegenda ialah rute Alun Alun Bandung – Situ Ciburuy. Rute yang satu ini boleh dibilang KA Lokal Bandung Raya versi Jalan Raya. Melintas Bandung, Cimahi, Padalarang dan berakhir di Objek Wisata Situ Ciburuy. Market dari rute ini tentu saja commuter dari Padalarang dan sekitar yang bekerja di Bandung dan Cimahi.

Damri Alun Alun Bandung – Situ Ciburuy start dari Alun Alun lewat jalan Posweg Daendles (Jalan Jenderal Sudirman lanjut ke Jalan Amir Machmud terus sampe ke Gadobangkong, Cimareme, Padalarang, sebelum tiba di tujuan akhir). Pernah gunakan armada mercedez benz legendaris sebelum akhirnya digantikan bus Jepang merk Hino. Tarif Damri untuk rute ini terbilang masih murah. Untuk Bandung-Cimahi, dan Cimahi-Padalarang dipatok Rp 5.000,00. Sedangkan untuk Bandung sampe Situ Ciburuy tarifnya Rp 10.000,00.

Rute lainnya yang jadi favorit ialah Dipatiukur-Jatinangor. Jelas banget kan segmen pasarnya siapa? Siapa lagi kalo bukan teman-teman mahasiswa Unpad. Boleh dibilang rute ini merupakan penghubung kedua kampus. Walaupun banyak juga masyarakat umum yang menggunakan rute ini. Tarifnya sekitar Rp 8.000,00 dan jalur yang dilewatinya Dipatiukur, Jalan Supratman, Jalan Laswi, Pelajar Pejuang, belok di Moh Toha terus sampe ke GT Tol, masuk Tol sampe akhirnya tiba di tujuan akhir Jatinangor tepat di depan Gerbang Unpad.

Namun sayangnya sekalipun ada peminat dan lumayan, secara finansial Damri Bandung mengalami kerugian. Terkhusus ketika mulai memasuki fase-fase sulit Pandemi Covid-19 dimana terjadi banyak pembatasan. Termasuk kapasitas bus juga ikut dibatasi dengan menerapkan seat distancing untuk mencegah penyebaran virus. Bukan cuma secara operasional. belakangan diketahui terjadi praktik tilep uang penumpang yang dilakukan oknum kru Damri. Diketahui pula bahwa gaji karyawan belum dibayarkan hingga 7 bulan lamanya. Damri Bandung juga beroperasi tanpa ada subsidi dari pemerintah, jadi murni komersial.

Karena itu pada tanggal 28 Oktober 2021 lalu Damri Bandung Stop Operasi untuk sementara waktu sampe dengan batas waktu yang belum ditentukan. Namun karena nggak mau masyarakat jadi ikut terkena imbas, 3 rute bus diputuskan untuk tetap beroperasi seperti biasa. Ketiga rute tersebut antaralain:

  • Alun Alun Bandung – Kota Baru Parahyangan
  • Cibiru – Kebon Kalapa
  • Elang – Jatinangor (via Tol)

Dampak di masyarakat sendiri sebetulnya nggak terlalu signifikan. Wargi Bandung sekarang lebih banyak memilih naik transportasi online seperti Grab dan Gojek. Apalagi di masa-masa pandemi nggak sedikit yang masih ragu untuk gunakan transportasi umum. Meski sebetulnya udah ada pembatasan juga seperti seat distancing. Cuma bagi yang udah biasa menggunakan jasanya, Damri Bandung Stop Operasi jelas memberi dampak yang cukup berarti. Ya, semoga aja ada solusi dan kelak kita bisa lagi menggunakan Damri Bandung.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

2 thoughts on “Damri Bandung Stop Operasi, Merugi Hingga Indikasi Korupsi”

  1. Pingback: 5 Rute TMB Bandung Sebagai Alternatif Damri - Manglayang ID

  2. Pingback: Bus Bandung Baleendah TMP Koridor 3 - Manglayang ID

Leave a Comment

Your email address will not be published.