Jakarta Bandung KA Malabar In Memoriam Gapeka 2019 (Trip Report)

Jakarta Bandung KA Malabar, In Memoriam Gapeka 2019

Perjalanan Jakarta Bandung KA Malabar di hari ketika Virus Covid-19 mulai terdeteksi keberadaannya di Indonesia. Juga masker dan hand sanitizer menghilang dari peredaran gegara itu. Satu kenangan Gapeka 2019 yang nggak ngotak, dimana ada perpanjangan rute dari semula cuma nyampe Bandung dibablasin ke Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

Jelas banget 2019 nggak ngotak pisan. Hanya terlihat sebatas mengejar keuntungan dari jalur gemuk Bandung-Jakarta. Padahal koridor tersebut udah cukup menopang pendapatan besar ke operator. Ada 3 kereta yang melayani yakni KA Argo Parahyangan, KA Pangandaran, dan KA Serayu.

Namun entah apa yang ada di dalam benak operator sampe harus memperpanjang KA Argo Wilis, KA Malabar, KA Mutiara Selatan dan KA Turangga ke Jakarta? Bahkan rangkaian KA Turangga pun sebelumnya udah sering dipake sabagai KA Argo Parahyangan? Padahal seharusnya operator menata jadwal perjalanan. Mengkondisikan dengan double track di beberapa ruas yang udah siap operasi. Belum lagi jalur ke Garut yang udah kelar.

Nyatanya Gapeka 2019 cuma berjalan efektif 4 bulan saja sampe Maret 2020. Gegara kasus positif Covid-19 pertama ditemukan di Indonesia. Akhirnya virus tersebar luas hingga menjadi pandemi. Pemerintah langsung keluarkan kebijakan PSBB Ketat sebulan kemudian. Sektor pariwisata dan transportasi paling merasakan dampak. Akhirnya semua perjalanan antar kota dibatalkan. Cuma tingga lokal yang nggak seberapa banyak.

Jakarta Bandung KA Malabar, Merasakan Kereta Yang Jadi “Korban” Gapeka Nggak Ngotak

Stasiun Pasar Senen, 2 Maret 2020, sehari setelah kasus positif Covid-19 pertama kali ditemukan di daerah Depok. Waktu itu terjadi panic buying. Seketika masker dan hand sanitizer menghilang dari pasaran. Diduga diborong oleh masyarakat yang panik. Ada juga dugaan diborong pihak tertentu yang sengaja mencari keuntungan dalam kesulitan. Memang iya, kalopun ada harganya dipatok bisa sampe 10 kali lipat dari harga resmi.

Mereka yang butuh jelas sangat kesulitan. Terutama tenaga medis sebagai garda terdepan. Ditemukannya kasus pertama memang belum begitu membuat masyarakat mengurungkan niat bepergian naik kereta api. Memang di hari itu nggak banyak penumpang naik KA Malabar dari Stasiun Pasar Senen. Bahkan gerbong pun boleh dibilang kosong. Itu berarti Gapeka Gak Ngotak gagal dong? Nggak gitu juga sih.

Dari Stasiun Pasar Senen kereta melintas langsung semua stasiun yang dilewatinya. Termasuk Stasiun Bekasi yang juga melayani perjalanan antar kota. KA Malabar baru berhenti di Stasiun Purwakarta. Nah di sini barulah ada penambahan penumpang.

Gapeka Gak Ngotak itu memang mendatangkan kemudahan buat sebagian kalangan. Termasuk warga Purwakarta yang hendak ke Malang. Walaupun konsekuensinya bakal menempuh perjalanan yang sangat panjang. Padahal sebetulnya dengan transit dan naik kereta Pantura bisa lebih cepat. Ambil contoh naik Walahar dulu ke Karawang atau Cikampek lanjut Jayabaya. Bisa juga naik Harina transit dulu Surabaya Pasar Turi.

Di Stasiun Purwakarta berhentinya nggak terlalu lama. Nggak ada kegiatan persilangan dengan kereta dari arah Bandung. Tanpa terasa kereta memasuki Stasiun Sasaksaat. Di sinilah KA Malabar berhenti untuk bersilang dengan KA Argo Parahyangan dari Bandung. Sebelumnya juga udah nyusul KA Elok Cibatu di Stasiun Maswati.

Setelah disilang, KA Malabar melanjutkan perjalanan. Melewati 2 buah jembatan iconic: Jembatan Cikubang dan Jembatan Cibisoro. Lalu Tiber Padalarang yang dulu sempat jadi tempat favorit untuk pengambilan foto maupun video kereta (sekarang tempat ini udah steril).

Hingga akhirnya KA Malabar berhenti di Stasiun Cimahi. Nah di sini yang naik banyak lho. Satu lagi yang diuntungkan Gapeka Gak Ngotak, warga Cimahi dan sekitarnya. Mereka yang mau ke Malang kala itu nggak perlu lagi naik dari Stasiun Bandung. Hanya saja mereka nggak tau konsekuensi dari kemudahan yang mereka dapatkan itu, terutama dari aspek teknis dan kenyamanan.

Selepas Stasiun Cimahi, kereta berangkat kembali dan tanpa terasa dah sampe Stasiun Bandung. Nah di sini berhentinya lama. Pastinya di sini ada pergantian kru, terutama masinis dan CS On Train. Perjalanan KA Malabar memang masih sangat panjang, tapi perjalanan kita berakhir di Stasiun Bandung. Sebuah kenangan dari produk Gapeka Gak Ngotak 2019.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: