Jalan Sukarno Bandung Di Tepi Sungai Cikapundung

Jalan Sukarno Bandung, di Tepi Sungai Cikapundung

Jalan Sukarno Bandung, terletak tepat di tepi Sungai Cikapundung yang membelah Kota Bandung dan di samping Museum Asia Afrika. Nggak terlalu panjang karena cuma akses kecil. Jalan ini kadang suka ditutup kalo ada kegiatan tertentu. Bahkan suka ada semacam festival kuliner kaki lima. Terutama sebelum Pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Jalanannya sih nggak terlalu panjang malah boleh dibilang pendek banget. Penghubung antara Jalan Asia Afrika dan Jalan Naripan. Dulu misalkan kamu dari Jalan Asia Afrika pengen ke Braga itu nggak bisa belok langsung di Jalan Braga-nya. Karena jalanan itu udah diset satu arah untuk traffic dari Jalan Naripan yang mau ke alun-alun. Dimana jalan tersebut sejatinya bisa dilalui dua arah. Kecuali menjelang Jalan Ahmad Yani harus belok kiri dulu.

Sejatinya kondisi tersebut nggak banyak berubah. Hanya saja jalan akses tersebut sekarang lebih banyak jadi kawasan pejalan kaki. Struktur jalannya juga udah dirubah. Jadi kendaraan yang mau ke Naripan maupun Braga harus lewat Banceuy lebih dulu, terus belok di jalan ABC, lanjut Naripan dan dari situ bisa ke Braga.

Jalan Sukarno Bandung, Untuk Sang Proklamator

Jalan kecil ini bernama Jalan Sukarno. Sebuah penghormatan sih untuk Sang Proklamator yang pernah menghabiskan masa muda beliau di Kota Bandung. Terutama masa-masa kuliah beliau di Jurusan Arsitektur ITB (entah dulu namanya apa lupa lagi). Di masa itupula beliau bersama rekan-rekannya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia sampe harus merasakan sel tahanan. Sebelum akhirnya diasingkan ke luar Jawa.

Jalan Sukarno lagi-lagi baru mulai terkenal setelah tahun 2015. Satu lagi penghormatan untuk jasa beliau selaku salah satu pencetus Konferensi Asia Afrika yang tujuan akhirnya melepaskan Bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dari belenggu penjajahan. Dari forum ini disuarakan dukungan untuk Palestina Merdeka. Juga pada tahun 1955 untuk kembalinya Papua ke Republik Indonesia.

Jalan akses ini biasanya kerap ditutup untuk kendaraan. Terutama kalo lagi ada kegiatan tertentu. Sering juga dipake untuk festival kuliner kaki lima. Memang spot nya juga enak. Berada tepat di tepi Sungai Cikapundung. Sungai terpanjang yang membelah Kota Bandung. Alirannya dari Kawasan Bandung Utara (salah satunya dari Situ Sangkuriang di Kaki Gunung Bukittunggul) hingga bermuara di Sungai Citarum, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Namun di masa pandemi seperti sekarang, jangan harap kita bisa temukan keramaian kaya festival kuliner. Secara acara kaya gitu tentu akan mengundang kerumunan dalam jumlah besar. Terlepas dari itu, Jalan Sukarno merupakan bagian dari kawasan Alun Alun Bandung.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: