Jembatan Cikubang dan Jalur Kereta Jakarta Bandung

Jembatan Cikubang dan Sejarah Kereta Jakarta Bandung

Jembatan Cikubang pertama kali dibangun bersamaan pembangunan jalur kereta api Jakarta Bandung via Purwakarta (1901-1906). Tujuan pembangunan jalur tersebut untuk mempersingkat angkutan penumpang dan logistik dari Batavia ke Timur Pulau Jawa yang waktu itu masih melewati Bandung. Kini bukan cuma untuk kereta api tapi juga angkutan jalan raya dan kelak kereta cepat.

Jalur kereta Jakarta Bandung punya sejarah panjang di Indonesia. Meski sebelumnya telah dibangun jalur yang melewati Sukabumi dan Cianjur, pemerintah kolonial Belanda merasa akses tersebut masih kurang untuk menghubungkan Batavia dan wilayah timur Pulau Jawa. Meskipun telah tersambung rel, waktu tempuhnya lumayan lama. Karena harus memutar lewati wilayah Priangan bagian selatan.

Belum lagi dari Buitenzorg nggak bisa langsung bablas ke Priangan. Pasalnya operator kereta api antara Batavia-Buitenzorg dan Buitenzorg-Priangan beda. Batavia-Buitenzorg dioperasikan NISM (Nederlandsch Indische Stroomtram Maatchappij) yang notabene perusahaan swasta. Adapun jalur Priangan hingga ke Jawa dioperasikan pemerintah melalui Staatspoorwegen (SS). Meski udah terhubung, penumpang dan logistik harus transfer lebih dulu di Buitenzorg.

Karenanya di awal dekade 1900-an, pemerintah kolonial merencanakan sebuah proyek pembangunan jalur kereta api antara Batavia dan Priangan (Bandung) yang lebih pendek. Meski konsekuensinya harus membangun banyak jembatan karena akan melintas banyak lembah. Tentunya sangat berbeda dari jalur yang lama. Diharapkan kelak Batavia dan Bandung bisa ditempuh setidaknya dalam waktu 3 jam perjalanan saja.

Lembah Cikubang

Jembatan Cikubang Membelah Lembah Cikubang di Kabupaten Bandung Barat

Di antara lembah yang harus dilewati ialah Lembah Cikubang. Ini adalah lembah terbesar yang posisinya ada di sekitar Cikalong Wetan dan Sasaksaat. Di sini pemerintah kolonial melalui Staatspoorwagen (SS) mau nggak mau harus membangun sebuah jembatan yang memiliki bentang panjang. Bahkan nggak cukup cuma satu, tapi harus 2 buah jembatan rangka besi agar bisa menaklukkan lembah ekstrem yang satu ini.

Luasnya lembah otomatis menjadikan jembatan ini nantinya jadi yang terpanjang di wilayah Priangan. Bahkan hingga sekarang belum ada jembatan kereta api di wilayah manapun yang bisa menyaingi panjang jembatan ini. Karenanya menjadi jembatan kereta api terpanjang di Indonesia, khusus untuk rangkaian kereta api yang dioperasikan oleh PT.KAI. Mengapa KAI? Saat ini operator kereta api nggak hanya satu, tapi ada beberapa. KAI adalah salah satunya.

Jembatan Cikubang di Jalur Kereta Jakarta Bandung.

Jembatan Cikubang dibangun bersamaan pembangunan jalur kereta api jakarta bandung via purwakarta

Siapa yang tidak mengenali Jembatan ini, tentu hampir keseluruhan masyarakat yang sering melintas menuju/dari Jakarta dan Bandung selalu melewati jembatan ini, baik menggunakan moda transportasi roda karet maupun roda besi.

Jembatan kereta api Cikubang ini merupakan jembatan kereta api terpanjang yang statusnya masih aktif digunakan dan sering dilalui kereta api setiap harinya, tak jarang jembatan Cikubang inipun menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta pemandangan maupun fotografi yang melintas di jembatan ini baik dari dalam kereta maupun langsung menginjakkan kaki di jembatan ini

Jembatan kereta api dengan panjang ± 300m Dan tinggi 80m ini terletak diantara stasiun Cilame dan stasiun Sasaksaat, tepat di ujung jembatan Cikubang arah barat terdapat sinyal muka stasiun Sasaksaat karena jaraknya pun tidak terlalu jauh dari stasiun Sasaksaat. Jembatan yang sudah ada sejak pembangunan jalur kereta api cikampek-purwakarta-bandung (1901-1906) pada masa kolonial ini Memiliki 12 Rangka Besi Penyangga Dan 11 Tiang Penyangga Rangka Jembatan Yang Sangat Besar sehingga jembatan ini tetap awet kokoh hingga saat ini

Selain digunakan untuk kereta api, tak jarang pula jembatan ini digunakan oleh warga sekitar sebagai akses dari pemukiman mereka menuju kebun milik mereka sendiri yang ada di sisi lain lembah jembatan cikubang ini sehingga di tengah rel kereta api terdapat papan kayu panjang yang digunakan sebagai pengaman apabila sedang berjalan di atas jembatan,

selain itu juga terdapat banyak Sleko disini apabila ada kereta api melintas saat kita menyebrangi jembatan kereta ini, namun tidak disarankan untuk tidak menyebrangi jembatan ini dengan pengalaman yang belum mumpuni terlebih lagi takut pada ketinggalan dan tidak tahu jadwal kereta api yang melintas, karena resikonya sangat berbahaya sekali

Jembatan kereta api ini terlihat dari jalan tol Cipularang yang sama sama membangun Jembatan untuk menyebrangi lembah Cikubang ini, sehingga tentu saja jembatan ini tidak asing bagi masyarakat yang terlebih-lebih lagi sering bepergian dari/ke jakarta dan Bandung

Jembatan Tol dan (Kelak) Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC)

Jembatan Cikubang saat ini terdiri dari dua tipe yakni jembatan kereta api dan jembatan tol. Jembatan kereta api udah eksis sejak era-kolonial. Pembangunannya bersamaan dengan jalur kereta Jakarta Bandung via Purwakarta. Tujuan pembangunan untuk efisiensi dan mempersingkat waktu tempuh antara Batavia dan Priangan hingga ke Jawa Tengah dan Timur. Karena waktu itu akses kereta api baru ada yang lewat Priangan.

Sementara jalur yang telah ada lewat Sukabumi-Cianjur dinilai masih kurang representatif. Selain karena masih adanya ritual transfer di Buitenzorg gegara beda operator Batavia-Buitenzorg dan Buitenzorg-Priangan, juga karena jalurnya lebih panjang dan waktu tempuhnya lebih lama. Walaupun akhirnya pemerintah kolonial berhasil mengakuisisi Batavia-Buitenzorg, seiring dengan penataan semua jalur yang ada di Batavia dan sekitarnya.

Meski lebih pendek, jalur kereta Jakarta Bandung via Purwakarta punya tantangan yang lebih berat yakni harus melewati banyak lembah terutama di wilayah Kabupaten Bandung Barat saat ini. Ditambah satu terowongan yakni terowongan Sasaksaat di wilayah Cikalong. Di antara lembah yang punya hamparan luas dan harus ditaklukkan ialah Lembah Cikubang. Di sinilah jembatan dengan bentang panjang harus dibangun. Bahkan nggak cukup satu, harus dua (satunya jembatan Cirangrang).

Setelah selesai, jembatan ini jadi salah satu objek vital bagi lalu lintas kereta api antara Jakarta dan Bandung. Panjangnya lintasan menjadikan jembatan ini terpanjang di Indonesia untuk ukuran jalur aktif. Mengingat yang terpanjang sejatinya ialah Jembatan Cikacepit di jalur Banjar-Cijulang yang saat ini statusnya non-aktif dan tengah diupayakan untuk direaktivasi.

Pertama Jembatan KA lanjut Jembatan Tol dan kelak untuk Kereta Cepat

Disamping sebagai jembatan kereta api aktif terpanjang di Indonesia (operator KAI), traffic yang lewat di sini setiap harinya sekitar 40an trainset yang melintas secara reguler. Menjadikan Jembatan Cikubang juga padat lalu lintas kereta api. Baik untuk angkutan penumpang maupun barang.

Jalan Tol Cipularang yang dibangun di tahun 2004 juga harus menaklukkan Lembah Cikubang. Karena itu ada lagi jembatan yang fungsinya sebagai jembatan tol. Posisinya berada tepat berdampingan dengan jembatan untuk kereta api. Keberadaan jembatan tol bisa disaksikan langsung dari dalam kereta ketika melintas Cikubang. Begitupula sebaliknya, jembatan kereta bisa disaksikan langsung dari mobil atau bus ketika melewati Cikubang. Ini adalah jembatan ke-2.

Saat ini tengah berlangsung pembangunan jalur kereta cepat Jakarta Bandung yang progresnya telah mencapai 60-70%. Dimana jalurnya dibangun bersisian dengan jalan tol dan sebagian jalur kereta eksisting. Nantinya kereta cepat juga harus menaklukkan lembah Cikubang antara Kota Raya Walini dan Padalarang. Sehingga akan ada Jembatan Cikubang yang ke-3 untuk Kereta Cepat Jakarta Bandung yang dioperasikan KCIC (Kereta Cepat Indonesia China).

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: