Jepang Menyerah Kepada Sekutu Perang Dunia ke 2 Berakhir

Jepang Menyerah Kepada Sekutu, Perang Dunia ke-2 Berakhir

Tepat pada tanggal 15 Agustus 1945 Kekaisaran jepang Menyerah Kepada Sekutu. Momen tersebut sekaligus menjadi akhir dari Perang Dunia Ke-2. Penyerahan yang sempat diwarnai kudeta kecil atas Kaisar Hirohito oleh sejumlah perwira muda.

Berakhirlah sudah perlawanan mati-matian tentara kekaisaran Jepang dalam Perang Dunia ke-2. Kejatuhan kekaisaran Jepang seperti tinggal menunggu waktu. Terlebih setelah Uni Soviet membatalkan kesepakatan non-agresi dan menyatakan perang di tanggal 8 Agustus 1945 atau sepekan sebelumnya. Terlebih mereka ingin membalas kekalahan memalukan di tahun 1905 saat Perang Jepang-Rusia ketika masih dibawah Tsar Romanov.

Di hari yang sama Nagasaki dijatuhi Fat Man, Uni Soviet menginvasi negara boneka Manchukuo, Semenanjung Korea dan Kepulauan Kuril di utara Hokkaido. Setelah bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Kekaisaran Jepang memang tak langsung menyerah seperti yang diharapkan oleh Pihak Sekutu.

Perlawanan masih terus diberikan. Seperti sudah pernah disebut, menyerah tak pernah ada dalam kamus, mati secara terhormat jadi pilihan. Meski sekarang kekaisaran Jepang harus menghadapi 2 front sekaligus: barat-utara menghadapi gempuran Uni Soviet dan fron Pasifik dengan Amerika Serikat. Sendirian karena dua sekutu Jepang di blok axis yakni Jerman dan Italia telah lebih dulu dikalahkan di Front Eropa.

Prediksi Terulangnya Pembunuhan Tsar Nicholas dan Keluarga oleh Pasukan Bolshevik.

Uni Soviet berhasil menguasai Kepulauan Kuril dan Sakhalin di utara Hokkaido, beserta sejumlah pulau yang di wilayah Northern Territories. Tinggal sejengkal lagi tentara merah memasuki Hokkaido. Itu artinya kedudukan Kaisar yang dianggap sebagai titisan Dewa Matahari jadi terancam.

Sejumlah kalangan memprediksi bila Uni Soviet berhasil menginvasi Tokyo sebagaimana sukses mereka menduduki Berlin Timur dan wilayah Jerman Timur akan mengulang cerita Pasukan Bolshevik pada 17 Juli 1918. Pura-pura membangunkan Tsar Nicholas II dan keluarga, beserta pelayan dan dokter pribadi. Mereka digiring menuju ruang bawah tanah.

Di ruangan itu sudah dipersiapkan eksekutor dibawah komando Yakov Yurovsky. Tsar Nicholas II bersama Ratu Alexandria (Istri) didudukkan di kursi. Kemudian Yurovsky mengumumkan bahwa mereka dijatuhi hukuman mati atas perintah Deputi Pekerja Soviet Urai. Lantas eksekusi pun dilaksanakan. Keempat putri Tsar Nicholas II dieksekusi menggunakan bayonet dan tembakan di kepala dari jarak dekat.

Polisi Bolshevik juga ikut mengeksekusi pelayan, juru masak, sopir dan dokter pribadi Tsar Nicholas II. Setelah dipastikan telah tewas, jenazah Tsar Nicholas II dimakamkan tanpa nama di luar kota Yakaterinburg. Baru setelah Uni Soviet bubar, makam tanpa nama itu digali dan tahun 1998 Tsar Nicholas II dan keluarga dipindahkan dan dimakamkan kembali di Taman Makam Kekaisaran St. Petersburg.

Tragedi eksekusi Tsar Nicholas II dan keluarga tentu menghantui kekaisaran Jepang. Bisa jadi itu akan terulang lagi dengan target baru Kaisar Jepang yang dianggap telah melakukan kejahatan perang. Jika Soviet berhasil menginvasi pulau-pulau utama dan memasuki Tokyo.

Jepang Menyerah Kepada Sekutu Dipersiapkan Sejak Tanggal 14 Agustus 1945 dan Kudeta Kecil

Kepala kantor berita Jepang Nippon Hōsō Kyōkai (NHK) Hachiro Ohashi sibuk mengatur anak buahnya dari tim perekam. Selepas menerima pesan dari Menteri Biro Informasi Hiroshi Shimomura, ia segera memerintahkan Direktur Teknis Daitaro Arakawa memasang alat-alat yang dibutuhkan ke Kementerian Dalam Negeri.

Para teknisi NHK itu lantas mengecek ruangan demi ruangan untuk mendapatkan spot yang takkan bergaung ketika dipasangi aneka peralatan rekaman. Dipilihlah ruangan Goseimu (kantor administrasi kekaisaran) di lantai kedua yang lantainya diselimuti karpet dengan tirai tebal yang menutup jendelanya. Ruangan itu paling pas.

“Lalu para teknisi NHK itu menyiapkan piringan hitam yang akan direkam, juga mikrofonnya. Yang tak kalah penting, aliran listriknya juga mereka sambungkan dengan gulungan kabel dari generator kecil, seandainya listrik padam mengingat Tokyo tengah sering dibombardir (Sekutu) dari udara,” tulis Jim Smith dan Malcolm McConnell dalam The Last Mission: The Secret History of World War II’s Final Battle.

Sekira pukul 11.30 malam, Tennō Heika (Yang Mulia Kaisar Shōwa) pun tiba di ruangan. Disambut sembah sujud para teknisi di ruangan itu, sang kaisar pun sampai di hadapan mikrofon. Hening mengisi ruangan itu sejenak sebelum sang kaisar bersuara. Suaranya bakal disiarkan dan didengarkan rakyatnya untuk kali pertama, mengingat sebelumnya hanya para pejabat pemerintahan saja yang mendengar suara sang kaisar.

Kaisar akan membacakan Instruksi Kekaisaran Jepang Tentang Penghentian Perang Asia Timur Raya (Daitōa-sensō-shūketsu-no-shōsho). Perintah kepada rakyat dan tentara Kekaisaran jepang untuk berhenti berperang sebagai syarat menyerah kepada sekutu.

Sedianya rekaman suara kaisar langsung disiarkan namun tertunda karena terjadi kudeta kecil oleh sejumlah perwira muda yang tak setuju menyerah kepada sekutu. Kelompok kecil dibawah pimpinan Mayor Kenji Hatanaka menduduki Istana Kaisar, Kantor Kementerian dan Kantor Berita NHK.

Kudeta tersebut akhirnya gagal karena pada tanggal 15 Agustus 1945 pagi istana telah berhasil direbut kembali. Posisi Hatanaka saat itu berada di kantor berita NHK. Lantas diperintahkan untuk menyerah dan mengakhiri kudeta karena Angkatan Darat Distrik Timur dan Kempetai (Polisi Rahasia Jepang) akan menyerbu kantor NHK. Para pelaku kudeta juga gagal mendapatkan rekaman suara Kaisar Hirohito.

Jepang Menyerah Kepada Sekutu, Disiarkan Tanggal 15 Agustus 1945 Jam 12 Siang.

Rekaman berhasil diamankan. Tepat jam 12 siang, rekaman itu disiarkan kantor berita NHK didahului pemutaran lagu kebangsaan Kimigayo. Tangis pun pecah di seluruh pelosok negeri ketika pidato berdurasi 3 menit 30 detik itu disiarkan.

“Perang telah berlangsung hampir empat tahun. Kendati semua pihak sudah melakukan yang terbaik, perjuangan yang berani dari militer dan kesetiaan seratus juta rakyat – situasi perang berkembang menjadi kerugian Jepang, sementara situasi perang telah berbalik merugikan kita. Lebih daripada itu, musuh telah memulai penggunaan bom yang baru dan kejam, di mana kekuatannya yang merusak telah membinasakan banyak jiwa. Jika kita terus berperang, tidak hanya akan menghasilkan kehancuran dan kemusnahan negeri Jepang, tetapi juga akan mengarah kepada kepunahan peradaban manusia,”

KAISAR HIROHITO, 15 AGUSTUS 1945

Kaisar tak menyebut kata menyerah, namun penyiar NHK menyebut secara tersirat bahwa pidato tersebut merupakan pernyataan bahwa Jepang Menyerah kepada Sekutu. Pidato Kaisar diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disiarkan ke seluruh dunia. Otomatis di tanggal 15 Agustus 1945 baku tembak dan segala bentuknya pun berakhir. Oleh pihak Sekutu, tanggal ini sering dirayakan sebagai V-Day (Victory Day).



Keengganan Rusia Mengembalikan Kepulauan Kuril dan Sakhalin.

Perang memang telah berakhir di tanggal 15 Agustus 1945 namun sayang Rusia enggan mengembalikan wilayah yang direbut dari tangan Jepang setelah penyerahan kepada Sekutu. Tercatat Kepulauan Kuril dan Sakhalin, serta gugusan pulau Northern Island di utara Hokkaido direbut dan dikuasai oleh Uni Soviet. Setelah bubar dilanjutkan Rusia dan hingga kini seperti tak mau dikembalikan kepada Jepang.

Padahal penduduk Jepang yang terusir dari pulau-pulau tersebut yakin bahwa suatu hari Rusia akan mengembalikannya kepada Jepang. Seperti yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat dengan mengembalikan Iwo Jima dan Okinawa ke pangkuan Jepang. Uni Soviet sendiri sejatinya sempat menginginkan Hokkaido namun tak kesampaian.

Referensi


Catatan Kecil:

Konten ini pernah dimuat di situs Manglayang Foundation. Tapi karena situs akan dipakai dan lebih fokus ke edukasi Transportasi Umum, maka konten yang nggak terkait itu dipindahkan ke tempat lain. Termasuk ini yang kaitannya dengan Sejarah Kekalahan Jepang bisa masuk ke Fly Me To Japan. Meski orang Jepang sendiri ogah membahas itu yang jadi bagian dari sejarah kelam mereka.


Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: