Jogja Pasca Covid-19 Kaya Gimana Ya

Jogja Pasca Covid-19 Kaya Gimana Ya?

Jogja Pasca Covid-19 kira-kira bakal kaya gimana ya? Secara saat ini tengah dilakukan pembenahan besar-besaran di sejumlah lokasi iconic yang sering dijadikan destinasi wisata atau cuma sekedar buat foto-foto doang. Sebut aja Tugu Pal Putih, Alun-Alun Utara, dan Malioboro.


[INFOGRAFIS] Jogja Pasca Covid-19 Kaya Gimana Ya

Sebagai destinasi wisata favorit bahkan ngangeni nggak pernah bosen-bosennya ngomongin Jogja. Sekali datang ke sana pastinya bakal kepengen lagi. Makanya jangan heran kalo nggak sedikit yang dalam setahun bisa sampe lebih dari 3 kali bolak-balik ke sana. Sampe-sampe ada ungkapan Jogja Terbuat Dari Rindu. Seolah dibuktikan lewat rasa kangen dan ingin datang berulang kali tanpa rasa bosan.

Namun sayangnya Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 sangat memukul sektor Pariwisata. Jogja juga ikut kena imbas. Misalnya daerah Malioboro yang biasanya rame mendadak jadi sepi. Terutama di awal-awal pandemi dan ketika pemerintah menetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) secara total.

Denyut wisata Jogja kembali berdetak setelah diambil kebijakan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dalam rangka pemulihan ekonomi. Meski di satu sisi pandemi Covid-19 masih ada dan kasus positif masih terus bertambah. Karenanya di masa AKB memang lebih banyak wisatawan lokal. Untuk masuk Malioboro aja syaratnya lumayan ketat. Secara masih banyak yang takut traveling di tengah wabah yang belum usai.

Nah selagi menanti pandemi usai pemerintah setempat membenahi beberapa titik yang selama ini jadi destinasi wisata. Sebut aja Tugu Pal Putih, Alun-Alun Utara, dan Malioboro. Selagi belum begitu banyak turis dari luar kota dan mancanegara yang datang, waktu luang tersebut memang sebaiknya dimanfaatkan untuk berbenah. Supaya nantinya turis bisa lebih nyaman saat datang ke Jogja.

Jogja Pasca Covid-19, Selamat Tinggal Spam Kabel Listrik

Tau Tugu Pal Putih? Inilah icon-nya Jogja. Tugu yang pertama kali dibangun oleh Pangeran Mangkubumi (a.k.a. Sri Sultan Hamengkubuwono I) ini boleh dibilang jadi tempat yang sangat instagramable di Jogja. Biasanya orang datang ke sana untuk sekedar foto-foto. Namun sayangnya ada hal yang bikin nggak nyaman apabila ngambil foto Tugu Pal Putih, terutama dari Jalan Mangkubumi.

Kabel-kabel listrik yang melintang di sekitar Tugu Pal Putih memang sangat mengganggu dan merusak pemandangan. Bisa dibilang nyepam buat kalangan fotografer. Padahal Tugu iconic ini adalah spot wajib buat para fotografer. Baik amatir maupun profesional.

Nah di masa pandemi dan selagi wisatawan belum begitu banyak, Pemerintah Kota Jogjakarta membenahi daerah ini. Caranya dengan menata kembali kabel-kabel listrik supaya nggak mengganggu dan merusak pemandangan. Nggak hanya itu jalanan aspalnya pun bakal dibongkar, diganti sama model batu-batu kaya di Jalan Malioboro.

Ketika pandemi usai nanti, kita akan ucapkan selamat tinggal kabel-kabel listrik Spam perusak pemandangan dan eksotisme Tugu Pal Putih yang dulunya bernama Golong Giling.

Alun-Alun Utara Dipagar dan Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor Kecuali TransJogja

Spot wisata lainnya yang dibenahi untuk memberikan wajah baru Jogja Pasca Covid-19 adalah Alun-Alun Utara. Lokasinya percis didepan Kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Selama ini alun-alun utara sangat terbuka dan bebas dipake buat kegiatan apapun. Padahal itu masuk bagian dari wilayah Kraton. Karenanya mau nggak mau mesti dibenahi.

Pemasangan pagar di Alun-Alun Utara memang bikin wisatawan jadi agak sedikit kurang nyaman. Karena dari Km 0 nggak bisa jalan kaki lurus ke Kraton. Melainkan harus mutar lebih dulu melalui depan Masjid Agung atau Alun-Alun Lor. Tapi kita ambil positifnya aja. Nggak bisa dibantah lagi Alun-Alun Utara adalah bagian dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Penggunaannya harus disesuaikan dengan kepentingan kraton. Misalnya untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Kraton. Sebut aja Grebeg Mulud, Upacara Sekaten dan sejenisnya. Jadi nggak sembarangan.

Wajah baru juga akan dihadirkan di Jalan Malioboro sebagai jantungnya Jogjakarta. Inilah kawasan yang wajib dikunjungi manakala kita datang traveling ke Jogja. Belum ke Jogja kalo belum ke Malioboro. Nantinya Jalan Malioboro akan bebas kendaraan bermotor. Cuma TransJogja yang masih boleh melintas di sini.

Lagi-lagi dibikin bebas kendaraan bermotor untuk membuat nyaman wisatawan yang biasanya jalan kaki di sini. Karena kalo ada mobil atau motor kan nggak enak. Oke, kita sama-sama berharap pandemi segera berakhir. Vaksin Covid-19 juga segera beredar untuk mengakhiri wabah yang udah berlangsung nyaris setahun lamanya. Semoga pariwisata Indonesia bangkit dan jauh lebih baik lagi setelah pandemi berlalu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: