Jojo dan Tragedi Trowek (Gak Nyambung Tapi....)

Jojo dan Tragedi Trowek (Gak Nyambung Tapi….)

Jojo dan Tragedi Trowek 1995. Memang nggak nyambung banget sih. Tapi karena ada yang komen di konten YouTube akhirnya terpaksa deh diangkat latar belakang kenapa kok bisa nyambung sampe ke sana. Ke ranah-nya Anime dan Manga. Karena di situ salah satu background music dipake. Bukan nggak mungkin akan ada lagi yang menggunakan ilustrasi musik semisal

Satu tragedi memilukan di tanggal 25 Oktober 1995 tapi dihubung-hubungin sama anime karya Hirohiko Araki yang disebut-sebut sebagai anime terbaik. Memang bener nggak ada hubungan sama sekali. Latar anime itu juga nggak ada yang nyambung ke malapetaka di Cirahayu tersebut. Karena timeline-nya aja nggak satu series pun mengambil latar tahun 1995.

Justru yang ada bagian awal dari Part 3: Stardust Crusader berlatar tahun 1987 dimana kita semua tau pada saat itu terjadi sebuah kecelakaan kereta api terbesar di Indonesia, Tragedi Bintaro 1987. Namun karena udah terlalu banyak yang membahas, jadi aja konten tentang itu nggak dimasukin YouTube. Jadi cukup di sini aja.

Eh, tuh kan keceplosan, jadi kaitan antara musibah di malam hari 25 Oktober 1995 dengan Anime-nya Araki Sensei sebenarnya nyambung ke YouTube. Ya, karena selain situs ini kita juga punya Channel YouTube untuk mendukung situs ini. Jadi disitulah titik pertemuan antara keduanya.

Jojo dan Tragedi Trowek: Background Music Memang Dari Situ

Hingga kini konten tentang Tragedi Trowek 1995 di YouTube jadi yang paling banyak ditonton. Viewers nya aja udah sampe 10 ribuan lebih. Nggak nyangka juga sih bisa seviral itu. Padahal yang lainnya mah boro-boro segitu. Yang ada juga masih pada merangkak. Tentang Tragedi Trowek 1995 itu juga jadi yang paling banyak dibaca di situs ini. Kebetulan pembahasaannya sendiri nggak berhenti sampe di situ. Kita juga mengangkat tentang hubungan Stasiun Cibatu dan Tragedi Trowek tersebut.

Nah sekarang coba kita hubungin sama Jojo. Ya, Jojo Bizarre Adventure, siapapun pecinta anime dan manga pasti nggak asing sama karya monumental Araki Sensei itu. Walaupun nggak 100% berlatar belakang Jepang. Di part awal aja latar belakangnya Inggris Raya abad ke-19. Menceritakan tentang Jonathan Joestar (Jojo) sebagai anak bangsawan kaya George Joestar. Lantas terlibat konflik dengan Dio Brando bahkan hingga turun-temurun.

Ceritanya nggak sampe di situ tapi berlanjut hingga Part-6 (latar 2012). Karakter Jojo nggak terbatas pada satu orang melainkan turun temurun. Setelah Jonathan, ada Joseph Joestar (Part 2), Jotaro Kujo (Part 3, 4 dan 6), Josuke (Part 4), Giorno Giovanna (Part 5), hingga Jolyne Cujoh (Part 6).

Kata Jojo juga mencakup ke spelling atau pengucapan. Malah kalo ini, George Joestar I dan II juga bisa disebut Jojo. Meski di anime dan manga lebih sedikit fokus ke Giorno Giovanna (Jojo/Gio Gio) dan Jolyne Cujoh (Jojo/Jo-joh). Dari semua part tersebut hanya Part-4 yang 100% di Jepang dan karakternya 99% orang Jepang, termasuk Josuke (Jepang-Inggris) dan Jotaro (Jepang-Inggris-Italia). Cuma Joseph (Inggris) dan Tonio (Italia) yang Non-Jepang. Di sini juga Araki menampilkan 3 Jojo sekaligus.

Oke itu sekilas dulu kalo mau diceritain nanti akan ada pembahasan sendiri. Tapi nggak janji ya. Paling kalo jadi kita bahas di Fly Me To Japan, meski Jojo nggak 100% berlatar Jepang tapi keturunan Joestar-nya itu ada yang berdarah Jepang: Jotaro Kujo, Josuke Higashikata, Giorno Giovanna, dan Jolyne Cujoh.

Terlalu panjang kalo dibahas. Jojo itu banyak versinya. Nggak sebatas yang dibuat Araki Sensei yakni Part 1-6 ditambah 7-8 dan sekarang 9 lagi mau dikerjain. Itu belum termasuk spin off Part-4 yang khusus tentang karakter Rohan Kisibe. Fans-nya nggak sedikit bikin versi sendiri-sendiri. Entah menulis ulang (rewrite) cerita yang udah ada atau bikin baru, sampe dibuat Video Game. Namun masih menggunakan referensi dari yang ditulis Araki.

Hubungannya sama Tragedi Trowek 1995 yang Nyaris Terlupakan ialah penggunaan lagu “Tragedy” di versi YouTube. Lagu itu diambil dari Part 4: Diamond is Unbreakable yang 100% latar Jepang. Scene ketika Keicho Nijimura menceritakan tentang ayahnya yang berubah wujud jadi mutant setelah kematian Dio Brando (1988) dan “hidup abadi dalam penderitaan”.

Lagu Tragedy juga ada menjelang episode akhir ketika Hayato Kawajiri menyaksikan dengan mata kepala sendiri Yoshikage Kira membunuh Rohan Kisibe menggunakan Bite The Dust. Dimana terbunuhnya Rohan hanya bersifat sementara.

Karena itulah dirasa cocok untuk mengingat kembali tragedi memilukan di Priangan Timur yang terlupakan. Makin menambah haru dan menguras emosi. Meski sama-sama di bulan Oktober, Tragedi Trowek nggak seheboh Tragedi Bintaro 1 yang sampe dibikin film. Jadi background music-nya memang dari situ.

Musik Dari Jojo Masih Akan Dipake

InSyaaAlloh untuk konten selanjutnya musik dari Jojo masih akan dipake. Terutama bila membahas tentang tragedi kecelakaan transportasi umum yang nyaris terlupakan seperti Tragedi Trowek 1995 ini. Sekalipun kita lebih banyak memakai background music gratis bahkan yang disediakan oleh YouTube. Supaya nggak bosan aja.

Untuk lagu Jojo-nya, bisa diambil dari Part 4 lagi atau malah akan dicoba dari Part 5. Bisa aja kita pake lagu ketika Kira membunuh Sigechi di Part 4. Bisa juga dari Part 5 di scene Leone Abbachio Tewas dibunuh Diavolo di Costa Smeralda, Sardinia. Itu juga scene paling sedih dan menguras air mata.

Konten mana yang nantinya akan pake lagu Jojo? Tunggu aja ya, memang ada usul untuk bahas Tragedi Kebasen 1981. Nah mungkin aja itu. Makanya ditunggu ya. Untuk sekarang biarlah dulu Jojo dan Tragedi Trowek.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: