Kasus Positif Covid 19 Sejuta Lebih Sekarang Gimana

Kasus Positif Covid 19 Sejuta Lebih, Sekarang Gimana?

Per 26 Januari 2021 lalu kasus positif covid 19 tembus sejuta lebih dan sampe sekarang masih belum melandai. Beberapa kali ngegas bahkan kasus kematiannya sampe pecah rekor. Pak Presiden mengakui bahwa PPKM belum bisa menekan laju penambahan itu. Nah kalo udah kaya gitu sekarang maunya gimana ya?

Nggak perlu menunggu setahun sejak terdeteksi di awal Maret 2020 lalu. Akhirnya tembus juga ke level 1 juta kasus positif. Hal ini memang udah diperkirakan sejak lama. Malah disebut-sebut sebelum pergantian tahun aslinya udah sejuta kasus. Cuma belum terdata aja. Padahal kita semua kompak salah satu resolusi di 2021 adalah pandemi segera berakhir dan kita bisa balik lagi ke kehidupan normal seperti sebelum Maret 2020.

Berbagai usaha untuk menekan penyebaran kasus positif udah sering disosialisasikan. Terutama protokol kesehatan paling standard dan (sebenarnya) simpel, yakni 3M: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjauhi Kerumunan. Vaksinjuga udah mulai ada sebagai proteksi tambahan 3M tersebut. Dimana tujuan akhir dari vaksin itu juga untuk mengakhiri pandemi agar nggak sampe berlarut-larut.

Namun akan percuma aja jika kitanya sendiri malah mbalelo, bandel, ndableg dan semisalnya. Protokol dasar yang paling gampang itu aja udah banyak dilanggar. Terutama setelah kejadian kerumunan besar-besaran di sekitar Bandara Soekarno Hatta, somewhere in West Jakarta, and West Java.

Sejak itu mulai banyak yang abai 3M. Lha yang jadi titik sentral kerumunan besar itu aja nggak benar-benar nerapin 3M. Makanya jadi diikutin. Padahal jelas itu nggak bener. Makanya udah kejadian itu kasus positif seolah ngegas. Ditambah adanya momen Nataru.

Kasus Positif Covid 19 “Capai Target” di Akhir Januari

Selepas Nataru pemerintah langsung ambil langkah menerapkan PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) selama 2 pekan. Beberapa kegiatan yang udah dilonggarin jadi diperketat. Misalnya aja WFO (Work From Office) diminimalkan jadi cuma 25% aja. Selebihnya WFH (Work From Home). Sekolah juga online meski sempat diwacanakan akan dikasi izin tatap muka mulai awal 2021.

Untuk kegiatan bepergian antar kota antar provinsi (AKAP) masa berlaku Rapid Test Antigen jadi diperpendek. Siapapun yang mau traveling terutama naik transportasi umum mesti di test bebas Covid-19 dulu. Kapasitas transportasi umum juga dibatasi 50% saja.

Selama berlaku PPKM tren kasus positif bukannya menurun tapi justru malah sebaliknya. Terus naik dan ngegas. Sampe akhirnya di tanggal 26 Januari 2021 mencapat target yakni 1 juta kasus positif. Bahkan angka kematian aja pecah rekor di pekan terakhir Januari 2021, yakni 300-an dalam sehari. Lagi-lagi momen liburan Nataru jadi sebab meningkatnya jumlah kasus positif dan kematian akibat Covid-19.

Masihkah Kita Optimis?

Keberadaan vaksin Covid-19 memang membuat kita optimis. Meski di 3 bulan pertama hanya untuk tenaga kesehatan dulu sebagai garda terdepan. Sementara masyarakat umum baru mulai divaksin pada bulan April 2021. Cuma gegara tembus sejuta tadi ditambah sempat pecah rekor kematian pastinya bikin sebagian dari kita mulai pesimis. Apalagi beberapa yang udah divaksin ternyata tetap kena. Memang sih baru disuntik 1 kali dari 2 kali dosis sebagaimana mestinya. Jadi aja belum efektif.

Dengan kasus positif covid 19 yang udah lebih dari sejuta, sekarang maunya kita gimana ya? Masihkah kita optimis seperti di awal tahun? Kembali lagi ke diri kita masing-masing. Mau ini cepat beres dan vaksin benar-benar efektif kitanya mesti sabar. Tunda dulu rencana traveling paling nggak sampe bulan Mei 2021.

Perhitungannya kita divaksin awal April 2021 untuk dosis pertama, dan pekan ke-3 April 2021 untuk dosis kedua (asumsi vaksinnya Sinovac). Hitungan supaya vaksin bisa efektif dan menghasilkan antibodi ialah 1 bulan setelah dosis kedua.

Itu artinya kita mesti sabar sampe pekan ke-3 Mei atau paling amannya akhir Mei 2021. Baru deh setelah itu kita bisa mulai lagi jalan-jalan dan semisalnya. Dah divaksin 3M-nya tetap nggak boleh kendor. Karena vaksin itu proteksi sekunder untuk melengkapi proteksi primer 3M tadi.

Maka dari itu, paling nggak sampe abis lebaran 2021 ini kita tetap harus membatasi kegiatan di luar rumah yang kurang esensial. Terpaksa keluar karena urusan kerjaan atau belanja kebutuhan pokok tetap harus menerapkan protokol primer. Apalagi kalo belum divaksin.

Masker gak boleh dilepas 1 detikpun. Kalo pengen minum karena haus menyepi dulu dari keramaian dan di open space supaya terhindar dari aerosol. UDah itu nyampe rumah langsung mandi sebelum ngumpul sama keluarga. Jadi kuncinya: Sabar dan Perketat 3M. InSyaaAlloh kita tetap bisa menjaga optimisme yang udah dibangun di awal tahun. Terutama berkaitan dengan pandemi yang belum usai dan kasus positif covid 19 yang udah lewat 1 juta.

Sabar di sini: tunda traveling, tunda kegiatan kumpul-kumpul, dan rumahmu masih jadi tempat paling aman untuk sekarang. Tunggu sampe kita dapat jatah Vaksinasi Covid-19.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: