Keihin Tohoku Line Jalur Bersejarah Jepang

Keihin Tohoku Line Jalur Bersejarah di Jepang

Keihin Tohoku Line dibangun pada tahun 1914 merupakan pengembangan dari jalur pertama penghubung Yokohama dan Tokyo via Shimbashi Station. Saat ini termasuk jalur sibuk dan cukup vital. Posisinya paralel dengan jalur sibuk lainnya seperti Yamanote Line dan Tokaido Main Line.

Transportasi perkeretaapian di negeri Sakura pertama kali diperkenalkan bersamaan dengan modernisasi negara itu yang kita kenal dengan nama Restorasi Meiji. Saat itu sebuah lokomotif didatangkan langsung dari Inggris. Bersamaan dengan rangkaian gerbong tentunya. Dalam rangka membangun perekonomian Jepang agar bisa mengejar ketertinggalan. Sebelum era Meiji, Jepang berada di zaman gelap dan terisolasi dari luar.

12 Juni 1872 kereta pertama mulai beroperasi. Melayani rute Yokohama-Tokyo, dimana jalur pertama dibangun menghubungkan kedua kota bertetangga itu. Meski stasiun awal dan terminusnya bukanlah stasiun utama yang berdiri sekarang. Jalur bermula dari Yokohama Station pertama yang kini bernama Sakuragicho Station dekat pelabuhan. Berakhir di Shimbashi Station di Distrik Minato Tokyo, selatan Tokyo Station sekarang.

Dalam perkembangannya Yokohama Station pindah lokasi sebanyak 2 kali dari lokasi awal. Pertama di tahun 1915 pindah ke dekat Takashimacho Station, seiring dengan perpanjangan rute hingga Saitama Prefecture. Namun sayangnya bangunan kedua harus luluh lantak akibat Great Kanto Earhquake tahun 1923. Hingga akhirnya berdirilah Yokohama Station ketiga di tahun 1928 dan tetap eksis hingga sekarang.

Dengan berdirinya bangunan baru yang kala itu bergaya art-deco, jalur kereta pun digeser agak ke utara. Selanjutnya diperpanjang hingga Kobe dan menjadi Tokaido Main Line.

Keihin Tohoku Line Pasca berdirinya Stasiun Kedua

Tahun 1914 atau sudah masuk era-Taisho, jaringan rel kereta diperluas ke arah utara, yakni Saitama Prefecture. Direncanakan pula akan dibangun rute ke Kansai Region. Perluasan itu tentunya punya dampak tersendiri bagi Yokohama Station yang telah eksis sebelumnya dan terintegrasi dengan pelabuhan. Mau nggak mau mesti ada pembangunan jalur dan stasiun baru untuk mengakomodir perluasan itu.

Akhirnya dibangunlah stasiun baru di dekat Takashimacho dan diberi nama Yokohama Station. Imbasnya stasiun lama mesti ganti nama dan dipilihlah Sakuragicho sebagai nama baru stasiun legendaris itu. Untuk jalur eksisting terdahulu memang masih ada hanya saja harus ada aktivitas perputaran loko agar bisa terintegrasi dengan jalur baru. Inilah cikal bakalnya Negishi Line saat ini.

Adapun aktivitas perkeretaapian antarkota praktis pindah ke stasiun baru yang terhubung hingga ke Omiya, Saitama Prefecture. Jalur baru tersebut bernama Keihin Tohoku Line. Tentu masih melintasi Shimbashi Station dan Tokyo Central Station, juga dibangun di tahun 1914. Kelak stasiun ini akan menjadi titik sentral inregrasi antarmoda transportasi darat. Termasuk kereta jarak jauh baik Limited Express maupun Shinkansen.

Titik Sentral di Tokyo Station Paralel dengan Tokaido Main Line

Sayangnya tahun 1923 terjadi musibah gempa bumi terbesar dalam sejarah Jepang, khususnya di Kanto Region yang meliputi Tokyo, Yokohama, hingga sebagian Yamanashi dan Saitama Prefecture. Gempa bumi tersebut dikenal sebagai The Great Kanto Earthquake. Membawa dampak sangat besar bagi masyarakat di Kanto Region ketika itu. Korban jiwa sangat besar ditambah kerugian material.

Yokohama Station pun ikut terdampak. Bangunan stasiun mengalami kerusakan parah dan dalam kondisi habis terbakar. Sehingga tak dapat digunakan lagi. Memang salah satu dampak besar gempa tersebut ialah terjadinya kebakaran di berbagai lokasi.

Akhirnya tahun 1928 Yokohama Station yang baru berhasil dibangun. Lokasinya sedikit ke utara dari bangunan sebelumnya. Alhasil jalur kereta pun mesti digeser ke lokasi tersebut. Dan stasiun baru yang awalnya bergaya art-deco tersebut tetap eksis hingga sekarang dan punya peran vital. Meski telah ada Shin-Yokohama Station (1964) yang melayani Shinkansen. Kedua stasiun tetap terkoneksi oleh jaringan rel kereta (Yokohama Line).

Jalur Vital Paralel dengan Jalur Lain Termasuk Shinkansen

Omiya Station Titik Awal Keihin Tohoku Line

Kini Keihin Tohoku Line menjadi jalur vital di Kanto Region. Menghubungkan 3 prefecture sekaligus yakni Yokohama, Tokyo, dan Saitama. Jalur yang sekarang dioperasikan East Japan Railway Company (JR East) tersebut melayani perjalanan mulai kereta lokal, rapid, hingga limited express.

Jalur ini juga paralel dengan jalur lainnya seiring dengan semakin berkembangnya moda transportasi berbasis rel negeri Sakura. Salah satu yang terbesar dan terbaik di dunia. Adapun yang paralel antaralain Yamanote Line (Ueno sampai dengan Shinagawa), Yokosuka Line, Tokaido Main Line, dan Tokaido Shinkansen (Tokyo hingga Shinagawa).

Itu baru yang sama-sama dioperasikan JR East, belum lagi ditambah operator lain. Baik pemerintah kota seperti TOEI maupun swasta. Intinya jalur ini tetap menjadi salah satu tonggak sejarah perkeretaapian Jepang hingga menjadi seperti sekarang.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: