Kereta Inspeksi 4 Diburu Padahal Kereta Tua

Kereta Inspeksi 4, Diburu Padahal Cuma Kereta Tua

[et_pb_section fb_built=”1″ theme_builder_area=”post_content” _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default”][et_pb_row _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” type=”4_4″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”]

PenumpangKereta Inspeksi 4 (KAIS 4) adalah kereta yang biasa dipake Direksi PT. KAI untuk melakukan inspeksi dalam rangka pengecekan kesiapan sarana dan pra-sarana, maupun sterilisasi jalur bila ada rombongan VIP termasuk Presiden. Kereta ini kerap jadi buruan para pecinta kereta api bahkan hingga ke ujung dunia. Padahal sejatinya merupakan kereta tua buatan tahun 1982 yang telah dimodifikasi hingga dianggap mirip Shinkansen. 

Apa yang terbayang setiap kali mendengar KAIS 4 atau berapapun? Pastinya KLB dan wajib diburu untuk didapatkan konten-nya dalam bentuk foto atau video. Biasanya sih sebatas untuk bersenang-senang dan menunjukkan eksistensi dirinya. Dengan kata lain Pansos gitu. Dianggap punya keistimewaan dan bila memilikinya udah bisa mendapatkan status sosial tinggi di kalangan pecinta kereta api. Bisa jadi memang demikian. Namun namanya kereta tetaplah kereta. Dia adalah benda mati. Apapun itu bentuknya. Mau kereta reguler untuk penumpang maupun seperti KAIS 4 yang memang dikhususkan untuk kalangan tertentu saja, dalam hal ini adalah Direksi PT. KAI. 

 

Kereta Inspeksi 4 Supoya Nggak Ganggu Penumpang Reguler? 

 

Kereta Inspeksi mulai familiar di awal tahun 2000-an. Sebelumnya belum begitu populer namanya kereta yang khusus digunakan untuk inspeksi dan semisalnya. Kalo untuk VIP memang iya, udah ada kereta khusus dan biasanya dirangkaikan dengan kereta reguler atau berjalan dengan jadwal khusus sehingga jadi Kereta Luar Biasa (KLB). Memasuki millenium baru kereta seperti ini satu per satu mulai muncul dan diperkenalkan ke publik. Tujuannya ya itu tadi, untuk inspeksi lintasan maupun sterilisasi lintasan karena ada rangkaian KLB VIP Kepresidenan (misalnya) akan melintas di jalur tersebut. 

Seiring berjalannya waktu, kereta inspeksi mulai berkembang dan banyak bermunculan. Rata-rata merupakan rangkaian lama yang telah dimodifikasi. Modifikasi rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD) jenis MCW 302 buatan Nippon Sharyo Jepang tahun 1982. Memang rata-rata kereta yang dikonversi itu udah sulit untuk dinas secara reguler untuk melayani penumpang. Salah satunya adalah rangkaian yang pernah digunakan untuk lintas Bogor-Sukabumi sebelum tahun 2006. Rangkaian itu kemudian menjadi kereta penolong Jaka Tingkir milik Dipo Bukit Duri (BUD) Jakarta.  

Disamping modifikasi ada juga kereta inspeksi yang benar-benar asli buatan PT. INKA. Namun sayang kereta itu milik Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Bukan milik PT. KAI. Nah lantas kita penasaran apa sih tujuannya dibuat kereta inspeksi seperti itu? Bisa jadi salah satunya supaya nggak ganggu penumpang reguler. Banyaknya rombongan direksi bila ikut perjalanan reguler dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan penumpang. Seperti tiket jadi terbatas dan semisalnya. 

Kalo tujuannya seperti itu nggak mau mengganggu kenyamana penumpang di kereta reguler bisa jadi benar. Kan rombongan direksi punya kereta sendiri yang bisa dipakai untuk inspeksi. Walaupun demikian keberadaan kereta khusus yang dijalankan secara KLB nggak jarang malah mengganggu perjalanan kereta reguler. Nggak jarang kereta reguler harus mengalah demi memberi jalan KLB itu. Terutama di beberapa lintasan yang masih menggunakan single track. Memang benar hampir semua KAIS seperti itu termasuk Kereta Inspeksi 4. Meski belakangan ada kalanya mereka yang mengalah untuk kereta reguler. 

 

Jadi Buruan, Dikejar Sampai Ke Ujung Dunia

Tahun 2019 Kereta Inspeksi 4 mulai dinas hampir bersamaan dengan dimulainya Gapeka 2019 yang akhirnya hanya seumur jagung gegara keburu terjadi Pandemi Covid-19. Rangkaian ini jadi daya tarik tersendiri karena tampilan luarnya berbeda dengan KAIS lainnya yang telah ada. Kereta ini dianggap mirip Shinkansen. Padahal kalo dibandingkan jelas jauh sekali antara KAIS dengan Shinkansen. Nggak bisa diperbandingkan. Nggak apple to apple. KAIS hanya bisa jalan di narrow gaunge 1.067 mm, sementara Shinkansen standard gaunge 1.435 mm. 

Penampilannya yang dianggap mirip itu menjadikannya daya tarik tersendiri. Terutama bagi mereka yang mengaku sebagai pecinta kereta api. KAIS 4 kesannya dikejar sampai ke ujung dunia. Nggak jarang mereka sampai meninggalkan kewajiban-kewajibannya. Mulai dari sekolah (pelajar), kuliah (mahasiswa), kewajiban mencari nafkah, hingga ibadah. Hanya untuk mendapatkan konten dalam bentuk foto maupun video. Tujuannya apalagi kalo bukan untuk aktualisasi diri, meningkatkan status sosial di kalangan sesama penggemar, pokoknya segala hal yang berbau kesenangan dunia. 

 

Kereta Inspeksi 4 Adalah Kereta Tua Berusia Hampir 40 Tahun!!

Meski tampilannya dianggap menarik, bagus, keren, hingga menyaingi Shinkansen, tetap aja usia nggak bisa dibohongi. Biar gimanapun juga kereta ini adalah kereta tua yang umurnya hampir 40 tahun. Nggak bisa disangkal lagi kereta inspeksi yang terdiri dari 4 gerbong ini merupakan modifikasi dari Kereta Rel Diesel (KRD) MCW 302 buatan tahun 1982. Awalnya merupakan kereta penumpang. Tapi karena dianggap udah nggak memadai lagi kalo dinas penumpang apalagi yang sifatnya rutin seperti kereta komuter jadilah dimodifikasi untuk kepentingan inspeksi Direksi KAI. 

Sangat disayangkan memang sikap sebagian dari mereka yang terobsesi kereta ini sampai berlebihan. Meninggalkan segala kewajiban hanya untuk sebuah kereta tua yang sebentar lagi berusia 40 tahun. 

 

[/et_pb_text][et_pb_divider _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_divider][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” column_structure=”1_2,1_2″][et_pb_column _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” type=”1_2″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_image src=”https://manglayang.id/wp-content/uploads/2021/11/20211112-3-Cuma-Kereta-Tua-Diburu-Hingga-Ujung-Dunia.jpeg” _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” alt=”Cuma Kereta Tua Diburu Hingga Ujung Dunia” title_text=”20211112 (3) Cuma Kereta Tua Diburu Hingga Ujung Dunia” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” type=”1_2″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_image src=”https://manglayang.id/wp-content/uploads/2021/11/20211112-2-Kereta-Inspeksi-4-Biasa-Dipake-Dinas-Pak-Dirut.jpeg” _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” alt=”Kereta Inspeksi 4 Biasa Dipake Dinas Pak Dirut” title_text=”20211112 (2) Kereta Inspeksi 4 Biasa Dipake Dinas Pak Dirut” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” type=”4_4″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Rangkaian Kereta Inspeksi 4 (KAIS 4) di Stasiun Jatinegara (JNG). Mulai diperkenalkan pada tahun 2019 dan diburu oleh para penggemar kereta api bahkan tak jarang sampai meninggalkan kewajiban. Dianggap seperti shinkansen padahal jauh banget kalo dibandingkan antara keduanya. Padahal ini adalah kereta tua yang sebentar lagi berusia 40 tahun. Merupakan modifikasi dari Kereta Rel Diesel (KRD) MCW 302 buatan Nippon Sharyo Jepang tahun 1982. 

[/et_pb_text][et_pb_divider _builder_version=”4.13.1″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_divider][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Comment

Your email address will not be published.