Kereta Tragedi Bintaro K306548BD

Kereta Tragedi Bintaro 1987, K306548BD

Kereta Tragedi Bintaro 1987 peninggalan tragedi memilukan di Senin pagi 19 Oktober 1987 hingga kini masih beroperasi. Rangkaian dengan nomor K306548BD sehari-hari dinas bersama KA Lokal Bandung Raya. Melayani para komuter di kawasan Bandung Metropolitan. Kadang kereta ini dibawa dinas hingga ke Purwakarta dan Cibatu oleh KA Elok Cibatu. Bahkan ada kalanya hingga Tasikmalaya sebagai KA Galunggung.

INFOGRAFIS Kereta Tragedi Bintaro K306548BD

Tabrakan adu banteng dahsyat hingga menelan dua unit lokomotif dan memakan korban 156 penumpang dimana sebagian dalam kondisi mengenaskan ternyata masih menyisakan beberapa rangkaian utuh dan selamat. Kalopun mengalami kerusakan skalanya masih ringan. Kereta-kereta yang berada di bagian belakang itulah yang masih bisa diselamatkan, baik dari KA 220 maupun KA 225.

Kereta-kereta yang masih bisa diselamatkan lantas kembali berdinas pasca Tragedi Bintaro, Petaka di Senin Pagi. Hampir semuanya dimiliki oleh Dipo Rangkasbitung. Jadi dinasnya nggak jauh-jauh antara KA Lokal Rangkasbitung atau kadang disebut Langsam. Ada kalanya juga didinaskan sebagai KA Patas Merak. Pokoknya yang ke arah kulon.

Tahun 2015 bersamaan dengan mulai beroperasinya KRL Commuter Line hingga Rangkasbitung sebagian besar kereta tadi dimutasi ke Dipo Bandung untuk menggantikan armada K3076 ex-KRD MCW 301 buatan Nippon Sharyo Jepang. Tentu saja untuk memperkuat armada KA Lokal Bandung Raya. Memang agak unik karena kereta dari Rangkas ini usianya relatif lebih tua dibanding modifikasi KRD tersebut.

Salah satu yang dimutasi ke Bandung itu ialah K306548 yang jadi saksi bisu Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987. Kereta Tragedi Bintaro 1987 ini di hari naas tersebut posisinya ada di belakang. Dibawa dinas KA Lokal Rangkasbitung (KA 225) dibawah kendali Slamet Suradio. KA 225 ini diduga berangkat tanpa izin dari Stasiun Sudimara sebelum mengalami tabrakan dengan KA 220 di tikungan letter S Pondok Betung Bintaro.

Karena berada di posisi belakang, kereta ini tak mengalami kerusakan serius dan masih bisa dinas pasca kecelakaan kereta api terbesar di Indonesia tersebut. Sekitar tahun 2014-2015 kereta ini bersama sejumlah kereta dari Dipo Rangkasbitung dimutasi ke Bandung guna memperkuat KA Lokal Bandung Raya yang jadi andalan warga Bandung Metropolitan dalam menunjang aktivitas sehari-harinya.

K306548BD sehari-harinya jadi bagian dari KA Lokal Bandung Raya. Melintas di koridor Padalarang-Cicalengka. Namun terkadang kereta ini dibawa dinas hingga ke Purwakarta dan Cibatu oleh KA Elok Cibatu. Bahkan ada kalanya juga dinas hingga ke Tasikmalaya bersama KA Galunggung. Mengingat di Gapeka 2019 KA Galunggung menggunakan salah satu rangkaian KA Lokal Bandung Raya. Sebagai kereta milik Dipo Bandung memang sudah biasa di rolling oleh pihak Dipo.

Dipo Bandung selain memiliki KA Lokal Bandung Raya, KA Elok Cibatu dan KA Galunggung, juga memiliki 2 rangkaian kereta ekonomi jarak jauh yakni KA Pasundan (Kiaracondong-Surabaya Gubeng PP) dan KA Kahuripan (Kiaracondong-Blitar PP). Nah rollingan tersebut menjadikan kereta tragedi bintaro 1987 ini bisa aja nyantol di salah satu dari dua kereta di atas. Itu artinya bisa dibawa dinas jauh hingga ke Surabaya atau Blitar.

Jadi intinya disini Kereta Tragedi Bintaro 1987 dengan nomor rangkaian K306548BD ini masih rutin melayani penumpang hingga kini, khususnya komuter Bandung. Menunjang rutinitas wargi Bandung Metropolitan. Malah kadang-kadang juga melayani warga Priangan Timur.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: