Kisah Pertempuran Saipan

Kisah Pertempuran Saipan (Pertempuran Banzai)

Kisah pertempuran Saipan ketika kedudukan Kekaisaran Jepang terus terdesak di Perang Dunia ke-2. Meski kedudukannya semakin terdesak, kekaisaran Jepang tetap memberikan perlawanan hingga titik darah penghabisan lewat pertempuran Banzai.

Salah satu bagian kelam dari sejarah Jepang di Perang dunia ke-2 adalah Pertempuran Saipan. Disini jelas sekali posisi kekaisaran Jepang sudah sangat kritis. Posisinya sudah semakin terdesak tentara Sekutu. Jatuhnya satu per satu wilayah gugusan kepulauan dan atol di Samudera Pasifik membuat posisi dataran utama jelas sangat kritis. Dengan direbutnya pulau-pulau kecil itu tentu memudahkan Sekutu untuk membombardir total daratan utama Jepang.

Periode 1944-1945 sejatinya merupakan periode kelam dalam serajah Jepang. Tentara kekaisaran Jepang semakin hari semakin akrab dengan yang namanya kekalahan. Meskipun itu telah terjadi 2 tahun sebelumnya pada Pertempuran Midway (4 Juni 1942) dimana kekaisaran Jepang menderita kerugian begitu besar meski dengan kekuatan yang di atas kertas lebih unggul dari Amerika Serikat.

Di pertempuran yang memperebutkan Atol Midway itu Jepang kehilangan 4 kapal induknya yakni Akagi, Kaga, Soryu dan Hiryu. Keempatnya merupakan veteran Pearl Harbor 6 bulan sebelumnya. Tak hanya itu Jepang juga kehilangan banyak tentara dan pesawat tempurnya. Bahkan banyak pesawat tempur yang dihancurkan sebelum sempat terbang dan tenggelam bersama kapal induknya.

Sejak kekalahan di Midway, Jepang lantas tak lagi memperbaharui peralatan militernya dan lebih defensif. Disinilah titik balik dalam Front Pasifik. Satu per satu kepulauan di sana yang dikuasai kekaisaran Jepang mulai jatuh ke tangan sekutu. Termasuk Kepulauan Mariana, dimana Saipan berada di dalamnya.

Kisah Pertempuran Saipan: Pertempuran Banzai Sampai Titik Darah Penghabisan

Pertempuran Saipan terjadi pada tanggal 15 Juni 1944 ketika Sekutu mendaratkan pasukannya di Pulau Saipan yang termasuk bagian dari Kepulauan Mariana. Bagi pihak Sekutu pulau ini memiliki nilai strategis untuk dijadikan pangkalan bagi pesawat pengebom jarak jauh B-29. Direbutnya Saipan membuat jarak pengeboman B-29 semakin dekat ke daratan utama Jepang.

Menjelang pertempuran Saipan, pihak Kekaisaran Jepang diperkuat 32.000 tentara yang dipimpin Letnan Jenderal Yoshitsugu Saito. Tentunya dibawah komando langsung Laksamana Madya Chuichi Nagumo, veteran Pearl Harbor dan Midway. Saito memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan musuh ketika tiba di pantai.

Ketika kapal-kapal Angkatan Laut Sekutu mulai membombardir Saipan, banyak tentara Jepang bersembunyi di dalam goa. Penggunaan mortir oleh tentara kekaisaran Jepang cukup membuat banyak korban berjatuhan di pihak Sekutu. Meski disisi lain logistik tentara kekaisaran Jepang sangat minim. Kondisinya semakin tak menentu. Bahkan satu per satu wilayah Saipan berhasil dikuasai Sekutu.

Pertempuran Saipan telah berlangsung selama berminggu-minggu. Awal Juli 1944 Saipan benar-benar terkepung. 7 Juli 1944 jam 10 pagi waktu setempat diadakan pesta perpisahan oleh pihak Kekaisaran Jepang. Sebelum melakukan ritual Seppuku (bunuh diri ala Jepang). Dua jam sebelum Harakiri, Saito masih sempat memberikan perintah harian kepada pasukannya.

Saito memilih harakiri karena usia sudah tua dan kesehatain makin menurun. Setelah merobek perutnya, Saito ditembak keningnya oleh bawahannya. Nagumo juga melakukan hal serupa. Bagian belakang kepalanya ditembak oleh ajudan sendiri. Bagi mereka bunuh diri jauh lebih terhormat daripada kalah.

Sebelumnya karena Kekurangan logistik dan posisi yang semakin terdesak membuat pihak kekaisaran Jepang hanya memiliki 2 pilihan yang tentu saja endingnya adalah mati. Pilihan pertama tentu mati di dalam goa. Kedua mengadakan serangan dan tetap bertempur sampai titik darah penghabisan. Saito dan Nagumo mengambil opsi pertama atas pertimbangan kesehatan dan lainnya. Sedangkan yang masih kuat tentu menempuh opsi kedua.

Opsi kedua, bertempur sampai mati, Jepang mengadakan serangan terakhir kepada Pihak Sekutu. Sebuah serangan yang dikenal dengan serangan Banzai. Menggunakan berbagai macam senjata mulai dari senjata tempur standard sampai pisau dapur. Serangan dilakukan secara all out.

Pada akhir pertempuran, Sekutu menawan musuh yang hanya tersisa sebanyak 921 tentara Jepang, termasuk 17 perwira. Sekutu kehilangan 3.426 serdadu dari total 67.451 orang.

Kisah Pertempuran Saipan: Jatuh Ke Tangan Sekutu

Keberhasilan memenangkan Pertempuran Saipan menjadikan hampir separuh kepulauan Mariana Jatuh ke Tangan Sekutu. Jatuhnya Saipan ternyata belum memuaskan Sekutu untuk melanjutkan kampanyenya merebut pulau-pulau di gugusan Pasifik yang dikuasai Kekaisaran Jepang. Setelah Saipan berhasil direbut, berturut-turut Tinian dan Guam berhasil rebut hingga secara keseluruhan Kepulauan Mariana Jatuh ke Tangan Sekutu.

Dengan jatuhnya Kepulauan Mariana sudah pasti membuat posisi Kekaisaran Jepang kini dalam bahaya besar. Daratan utama Jepang kini jadi sasaran empuk terutama bagi pesswat pengebom jarak jauh jenis B-29. Posisi mereka jadi lebih dekat ke Jepang. Inilah periode-periode sulit dan kelam dalam sejarah Jepang.

Keunggulan mesin-mesin tempur mereka tak lagi terlihat sebagaimana di tahun 1941. Di awal-awal front Pasifik kekuatan militer kekaisaran Jepang seperti tak tertandingi. Bukan hanya berhasil membombardir Pearl Harbor tapi juga berhasil menguasai Asia Timur dan Asia Tenggara. Memaksa Amerika Serikat, Belanda, Inggris dan Prancis hengkang dari wilayah-wilayah itu. Sebelumnya Tiongkok, Korea dan Manchuria telah lebih dulu dikuasai.

Namun semuanya telah berubah sejak kekalahan Jepang dalam Pertempuran Midway. Supremasi militer mereka seperti tak terlihat lagi. Jepang pun tak segera mengganti armada laut dan udaranya yang hancur di Midway hingga akhirnya menjadi defensif di 3 tahun kemudian. Sebelum akhirnya benar-benar menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Kisah pertempuran Saipan sendiri berakhir dengan kemenangan Sekutu. Meski Jepang mati-matian mempertahankan pulau tersebut hingga titik darah penghabisan.

Referensi


Catatan Khusus

Konten ini udah pernah diposting di website Manglayang Foundation, cuma karena disitu akan lebih difokuskan untuk edukasi seputar Transportasi Umum, konten lainnya yang tentu masih relevan dialihkan ke sini. Nah untuk konten ini masih ada hubungannya sama Jepang. Jadi dimasukin ke katagori Fly Me To Japan. Walaupun Jepang sendiri nggak begitu tertarik membahas sejarah kelam mereka pada periode 1942-1945.


1 thought on “Kisah Pertempuran Saipan (Pertempuran Banzai)”

  1. Pingback: Sejarah Kekalahan Jepang di Bulan Juni - Manglayang ID

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: