Kutoarjo Cerita Tentang Kota Transit

Kutoarjo, Cerita Tentang Kota Transit

Kutoarjo, cerita tentang kota transit di Kabupaten Purworejo yang sering disinggahi oleh traveler. Terutama yang hendak menuju Dieng, Wonosobo, Magelang hingga Jogja dan Solo.

Sebuah kota kecil di Kabupaten Purworejo. Sebetulnya nggak ada yang terlalu istimewa di sini. Objek wisata juga lebih banyak di wilayah lain Kabupaten Purworejo. Namun sebenarnya kota ini memegang peranan penting buat para traveler. Terutama buat mereka yang hendak menuju Dieng, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Jogja hingga Solo.

Di sinilah mereka akan transit sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir, terutama bagi para pengguna moda transportasi kereta api. Terutama buat yang mau ke Wonosobo dan Magelang naik kereta api. Dulu pernah ada jalur kereta api yang langsung menuju kota-kota tersebut. Sayangnya sudah non-aktif sejak tahun 1970-an. Entah kapan jalur itu diaktifkan lagi meski tersiar kabar demikian sejak tahun 2014.

Satu hal yang pasti sebelum ke kota-kota itu para traveler akan lebih dulu singgah di sini. Naik kereta api sampai di sini dan lanjut menggunakan moda transportasi lainnya.

Kutoarjo Kota Transit Sejuta Cerita

Kota ini bernama Kutoarjo. Terletak di Kabupaten :Purworejo Jawa Tengah. Meski nggak ada yang istimewa namun kota ini punya peran penting terutama buat sobat traveler. Termasuk Backpacker tentunya. Mereka akan transit di sini dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Nah siapa aja yang mesti transit di sini?

Salah Satu Jalanan di Kutoarjo

Sobat Traveler dengan tujuan Dieng, Wonosobo dan Temanggung. Dua kota tujuan wisata utama di poros tengah provinsi Jawa Tengah. Terutama Dieng yang mendapat julukan Negeri di Awan. Bagi sobat traveler yang naik kereta api memang ada dua alternatif akses. Pertama turun di Stasiun Purwokerto kemudian lanjut bus. Kedua turun di Stasiun Kutoarjo juga lanjut bus.

Cuma ada perbedaan waktu tempuh dimana akses melalui kota transit ini ternyata lebih pendek daripada Purwokerto. Waktu tempuh sobat cuma 1-2 jam saja. Beda jauh sama dari Purwokerto yang bisa sampe 4 jam perjalanan. Memang ketika masih terhubung rel kereta api, aksesnya dari Purwokerto via Purbalingga. Begitu juga sobat traveler yang pengen ke Temanggung. Sebuah kota di kaki gunung Sumbing-Sindoro. Kota ini juga lebih mudah diakses dari Kutoarjo.

Kedua, sobat Traveler yang ingin ke Candi Borobudur. Memang bisa dari Jogja tapi banyak juga yang turun di sini. Lebih banyak malah. Karena itu dinas perhubungan Provinsi Jawa Tengah kini sedang mempersiapkan rute TransJateng Purworejo-Magelang. Tujuannya selain mempermudah akses menuju candi Borobudur juga memberi kenyamanan yang lebih baik dengan harga lebih terjangkau. Ketimbang naik bus bumel.

Ketiga, Sobat Traveler tujuan Jogja dan Solo. Tunggu, kok mau-maunya transit dulu? Bukannya bisa langsung ya? Betul tapi ada kalanya justru lebih murah dari segi ongkos untuk transit dulu di Kabupaten Purworejo. Khususnya sobat dari Tanah Priangan. Kereta Api Kutojaya Selatan bisa dijadikan pilihan. Dengan ongkos hanya Rp 62.000 ditambah tiket KA Prameks jatunya masih lebih murah ketimbang KA Kahuripan yang menyediakan opsi perjalanan langsung tanpa transit.

Sebagai kota Transit, Kutoarjo pastinya punya sejuta cerita buat sobat. Terlebih buat sobat yang transit di sini untuk mengisi energi dulu. Misalnya sarapan pagi dulu setelah menempuh perjalanan dari kota asal. Di depan stasiun tersedia warung makan yang bisa dimanfaatkan untuk itu. Meski makanannya biasa-biasa aja. Nggak ada yang istimewa.

Nongkrong di warung makan dimana makanan yang disajikan nggak jauh beda dengan makanan rumah pasti akan membuat sobat jadi ingat sama rumah. Baru nyampe kok udah ingat rumah? Bisa jadi. Tapi ingat ini baru separuh perjalanan. Sejatinya perjalanan sobat masih lumayan jauh. Boleh-boleh aja ingat rumah. Tapi sekilas aja ya. Hehehe…. ingat rumah ketika baru separuh jalan bisa jadi cerita.

Selain kangen rumah gegara makanan di warung, cerita lain yang mungkin bisa sobat rasakan di sini ialah menambah perbekalan. Wajar lah lagi transit kita ambil kesempatan buat nambah bekal. Apalagi kalo ternyata ada yang perbekalan yang nggak terbawa dari kota asal. Beruntunglah Kutoarjo udah agak maju. Minimarket seperti Alfamart udah tersedia di sini. Letaknya nggak jauh dari terminal bus.

Oke sampe disini dulu ya cerita tentang Kutoarjo sebagai kota transit. InSyaaAlloh masih lanjut lagi. Masih ada beberapa pembahasan. Antara lain tentang Stasiun Kutoarjo, Alun Alun, hingga momen tak terduga.


Warung Ndeso depan Stasiun Kutoarjo

Warung Ndeso

Terletak percis di depan Stasuiun Kutoarjo, warung Ndeso menyediakan makanan khas rumahan yang bisa sobat traveler nikmati. Selepas turun dari kereta api. Selain makanan rumahan, warung ini menjual aneka snack dan miuman. Oleh-oleh Jawa Tengah dan Jogjakarta seperti bakpia dan sejenisnya juga ada di sini. Malah sampe ke pernak-perniknya. Warung makan menjual aneka oleh-oleh mengingat posisinya tepat berada di depan Stasiun Kereta Api.

Nah buat sobat traveler yang mau sarapan dulu sebelum lanjut ke tujuan akhir, warung ini recommended. Menu yang dijajakan nasi rames. Mau yang ringan-ringan kaya Indomie ada. Sekedar ngupi atau ngeteh pun bisa di sini. Penasaran sama warung yang sempat diceritain di atas bahkan bisa dijadikan satu diantara banyak cerita yang hadir di Kota Transit ini? Warung yang dimaksud memang Warung Ndeso ini.

Berapa harga makanan di Warung Ndeso depan Stasiun Kutoarjo? Nggak mahal kok. Masih bersahabat di kantong sobat. Harganya di kisaran Rp 15.000 – Rp 35.000. Tergantung lauk yang dipilih juga sih.


2 thoughts on “Kutoarjo, Cerita Tentang Kota Transit”

  1. Pingback: Stasiun Kutoarjo, Akses Ke Kota Tujuan Wisata - Solo Traveling ID

  2. Pingback: Masjid Agung Kutoarjo (Masjid Besar Al Izhaar) - Manglayang ID

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: