Livery Vintage Lokomotif KAI

Livery Vintage Lokomotif KAI CC 201 83 31 SMC

[et_pb_section fb_built=”1″ theme_builder_area=”post_content” _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default”][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”4_4″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Salah satu unit lokomotif CC 201 dimodifikasi eksteriornya menggunakan livery vintage lokomotif KAI. Bernomor CC 201 83 30 SMC milik Dipo Induk Semarang Poncol. Seolah membawa kita kemvali ke era DKA, PNKA dan PJKA dulu ketika lokomotif sangat identik dengan corak warna krem-hijau ditambah logo roda bersayap. Suatu hari lokomotif tersebut main ke Bandung membawa dinas KA Serayu rute Jakarta Pasar Senen – Kiaracondong – Purwokerto. 

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Livery vintage atau gampangnya disebut jadul memang bukan barang baru di dunia transportasi umum. Di penerbangan misalnya, Garuda Indonesia mendesain ulang sebagian armadanya menggunakan livery jadul berwarna orange. Tentunya itu akan menjadi daya tarik tersendiri terutama bagi penggunanya. Sebuah sensasi livery jadul ditambah suasananya juga ikutan jadul. Itulah yang pernah ada di Garuda. Sebagian rute penerbangan memakai pesawat bercorak vintage, hingga seragam yang digunakan oleh kru nya pun menyesuaikan dengan kondisi dimana livery itu dulu dipakai

Selain Garuda Indonesia, maskapai lain juga kerap mendesign ulang armadanya menggunakan livery klasik. Seperti Malaysia Airlines memakai livery Malaysia Air Service (MAS), Turkish Airline juga sama gunakan libery yang tulisannya ditambahkan singkatan THY, hingga Saudia nggak mau ketinggalan gunakan classic exterior. 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”4_4″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Gak Mau Ketinggalan, Livery Vintage Lokomotif KAI

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” column_structure=”1_2,1_2″][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”1_2″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Trend menggunakan livery klasik ternyata ikut menulari Perkeretaapian Indonesia. Dalam hal ini lantas PT KAI ikut meramaikan dengan memodifikasi salah satu armada lokomotifnya menggunakan classic exterior tersebut. Corak warnanya menyerupai loko jaman dulu yakni berwarna krem dan hijau. Bahkan ditambahkan logo legendaris roda sayap di bagian depannya. Beneran mirip banget sama lokomotif jaman dulu. Apalagi CC 201 udah dinas sejak tahun 1970-an, jadi terasa banget jadulnya. Adapun loko yang dimodif itu milik Dipo Induk Semarang Poncol bernomor CC 201 83 30 SMC. 

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”1_2″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_image src=”https://manglayang.id/wp-content/uploads/2021/11/20211111-2-Livery-Vintage-Lokomotif-KAI-CC-2018331SMC-ft-KA-Serayu-di-Kabupaten-Purwakarta.jpeg” _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” alt=”Livery Vintage Lokomotif KAI CC 2018331SMC ft KA Serayu di Kabupaten Purwakarta” title_text=”20211111 (2) Livery Vintage Lokomotif KAI CC 2018331SMC ft KA Serayu di Kabupaten Purwakarta” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”4_4″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Vintage Main ke Priangan Bersama KA Serayu

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” column_structure=”1_2,1_2″][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”1_2″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Tanggal 12 Oktober 2021 kemarin lokomotif CC 201 83 30 SMC tadi main ke Tanah Priangan membawa dinas Kereta Api Serayu rute Jakarta Pasar Senen – Kiaracondong – Purwokerto. Tentunya momen ini nggak boleh dilewatkan oleh siapapun terutama mereka yang mengaku pecinta kereta api maupun Transportation Enthusiast. Karena hal tersebut dianggap sebuah momen yang sangat jarang terjadi. Terlebih si Vintage itu “domisilinya” di Semarang yang notabene berada di wilayah Pantai Utara Jawa. 

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”1_2″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_image src=”https://manglayang.id/wp-content/uploads/2021/11/20211111-3-Persiapan-memasuki-kawasan-Padalarang.jpeg” _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” alt=”Persiapan memasuki kawasan Padalarang” title_text=”20211111 (3) Persiapan memasuki kawasan Padalarang” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”4_4″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Catatan Untuk Livery Vintage Lokomotif KAI

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content”][et_pb_column _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” type=”4_4″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_text _builder_version=”4.13.0″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Meski menjadi daya tarik tersendiri tetap aja ada catatan untuk livery vintage lokomotif KAI yang sempat main ke Bandung beberapa waktu lalu. Apa sajakah catatan tersebut? 

  • Harusnya livery vintage bukan cuma dipasang di lokomotif saja tapi juga di rangkaian gerbong yang bisa dibawa dinas. Tak hanya itu, kru yang bertugas di kereta vintage itu juga harus menggunakan atribut vintage di era DKA, PNKA maupun PJKA. 
  • Livery vintage harusnya juga dipasang di lokomotif yang lebih baru dari CC 201. Misalnya CC 203 dan CC 206. Memang untuk wilayah Sumatera, CC 205 udah pake livery vintage juga yang biasa membawa dinas KA Babaranjang. Sekarang tinggal menunggu loko lainnya yang dimodifikasi menggunakan vintage. 
  • Usahakan logo KAI jangan terlalu jelas terlihat. Namanya juga vintage yang harus menonjol ialah logo roda sayap, bukan logo KAI. Kalopun mau dipake harusnya Logo KAI nya dibuat ukuran kecil. Seperti di Garuda Indonesia yang pakai vintage logo Garuda terbarunya cuma berukuran kecil. 
  • Kalo bisa tiap Dipo ada 1-2 unit lokomotif yang memakai vintage. Bebas mau jenis apapun. 
  • Untuk yang memburu lokomotif vintage, sangat disayangkan di tanggal 12 Oktober 2021 kemarin banyak yang tak mengindahkan Protokol Kesehatan. Padahal Pandemi Covid-19 belum usai. Salah satu pelanggaran Prokes yang paling jelas ialah kerumunan. Tak sedikit pula yang memakai maskernya tidak benar. 

Meski tetap ada catatan karena tak ada satu apapun yang sempurna di dunia ini, secara umum keberadaan vintage bisa dibilang sebagai salah satu terobosan. Terutama dalam hal branding dan strategic marketing. 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

1 thought on “Livery Vintage Lokomotif KAI CC 201 83 31 SMC”

  1. Pingback: Mereka Juga Vintage, Bukan Punya SMC itu Doang!! - Manglayang ID

Leave a Comment

Your email address will not be published.