Maskapai Cathay Pacific Alami Krisis

Maskapai Cathay Pacific Alami Krisis?

Maskapai Cathay Pacific yang berbasis di Hong Kong baru aja melakukan restrukturisasi manajemen. Dari restrukturisasi itu diputuskan bahwa anak usaha Cathay Dragon ditutup secara permanen. Tak hanya itu perusahaan juga memberhentikan 6000 karyawan. Apakah maskapai ini mengalami krisis?

Pandemi Covid-19 diakui atau nggak berdampak besar pada sektor pariwisata dan transportasi umum. Ketika virus tersebut mewabah di Wuhan dan pemerintah setempat mengambil kebijakan Lockdown, kedua sektor tersebut mulai terkena dampak. Sejumlah maskapai penerbangan ketika itu menutup rute dari dan menuju Wuhan di Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Sektor transportasi umum mulai kembali berdenyut ketika pemerintah mulai melakukan relaksasi atas PSBB menjadi AKB (Aktivitas Kenormalan Baru) dalam rangka penyelamatan ekonomi. Meski di sisi lain protokol kesehatan sangat ketat terus diterapkan. Khususnya 3M: Masker, Mencuci Tangan secara berkala, Menghindari kerumunan (physical distancing minimal 1-2 meter).

Maskapai penerbangan pun sudah mulai terbang lagi sejak Juli 2020. Tentunya dengan penerapan protokol yang sangat ketat tadi. Di atas pesawat makanan yang disajikan berbeda dengan yang biasa disajikan sebelum ada pandemi Covid-19. Hal ini tentu saja cukup mendongkrak pemasukan buat perusahaan. Namun sayangnya nggak semua bisa menikmati. Terutama maskapai yang cuma mengandalkan penerbangan internasional.

Di antara maskapai yang hanya mengandalkan penerbangan internasional ialah Cathay Pacific. Maskapai asal Hong Kong ini memang nggak punya penerbangan domestik. Andalannya cuma regional dan internasional. Intinya yang lintas batas. Nah di masa pandemi protokol kesehatan di setiap negara tentu saja berbeda. Ini yang akan menyulitkan maskapai seperti Cathay Pacific.

Makanya jangan heran jika salah satu maskapai terbaik di dunia ini benar-benar merasakan dampak yang sangat besar akibat Pandemi Covid-19 yang diperkirakan baru akan benar-benar berakhir di awal tahun 2022.

Maskapai Cathay Pacific Tutup Cathay Dragon dan PHK 6.000 Karyawan

Mau nggak mau perusahaan harus mengambil langkah efisiensi untuk menanggulangi dampak. Walaupun di sisi lain pemerintah Hong Kong tetap melakukan langkah penyelamatan maskapai ini. Di antara efisiensi yang diambil ialah menutup subsidiary Cathay Dragon dan melakukan PHK terhadap lebih dari 6.000 karyawan.

Cathay Dragon merupakan produk dari Cathay Pacific untuk segmen penerbangan regional. Khususnya menuju daratan Tiongkok. Meski demikian beberapa penerbangan internasional juga ada yang dioperasikan oleh maskapai yang dulunya bernama Dragonair tersebut. Sebut aja rute menuju Medan. Denpasar dan Kuala Lumpur itu dilayani Cathay Dragon. Jadi berbagi dengan induknya.

Dengan dibubarkannya Cathay Dragon, otomatis rute-rutenya bisa jadi akan diambil alih Cathay Pacific dan anak usaha untuk segmen Low Cost Carrier (LCC), HK Express. Terutama untuk rute ke Indonesia, yakni Medan dan Denpasar. Adapun Jakarta dan Surabaya dari awal udah dilayani Cathay Pacific.

Mengenai PHK terhadap 6.000 karyawan, berarti total Cathay Pacific Group telah melakukan PHK terhadap 8.500 karyawan atau sekitar 24% dari keseluruhan. Jumlah ini termasuk 2.600 karyawan yang sebelumnya sudah dirumahkan. Penutupan ini sebagai bagian dari restrukturisasi Cathay Pacific Group.

“Pandemi global terus berdampak buruk pada penerbangan dan kebenaran yang sulit adalah kita harus secara fundamental merestrukturisasi grup untuk bertahan hidup. Kami harus melakukan ini untuk melindungi sebanyak mungkin pekerjaan, dan memenuhi tanggung jawab kami terhadap pusat penerbangan Hong Kong dan pelanggan kami.”

Augustus Tang, CEO Cathay Pacific

Semoga aja pandemi ini segera berakhir ya, sebelum Cathay udah banyak pelaku usaha pariwisata dan transportasi yang berguguran. Menutup operasional sementara seperti Transnusa atau malah tutup permanen kaya Airy Room. #PrayForCathayPacific


Referensi:


Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: