01 NEX dan KAI Bandara Gak Bisa Dibangingin

NEX dan KAI Bandara, Gak Bisa Dibandingin

NEX dan KAI Bandara, meski sama-sama melayani perjalanan dari bandara Internasional menuju pusat kota keduanya nggak bisa dibandingin. Malah jauh banget perbedaannya. Narita Express juga bukan sekedar kereta bandara. Lebih dari itu udah merupakan Intercity Limited Express andalan JR East.

Belum lama ini sempat viral sebuah foto yang menampakkan keberadaan kereta bandara Soekarno Hatta dengan formasi kursi yang nggak biasanya. Susunan kursi di dalam gerbong tersebut di set membelakangi jendela. Bukan searah, atau hadap-hadapan sebagaimana lazimnya kereta bandara. Penampakan tersebut mengundang berbagai tanya dan komentar dari warganet.

Bahkan nada-nada sindiran seperti apa bedanya sama KRL, KRL Express Reborn, Pakuan Reborn dan semisalnya. Di saat banyak yang nyinyir ada juga yang coba mendinginkan suasana. Yaitu dengan menyebut bahwa gerbong lagi dibersihkan. Beberapa hari berselang, KAI Bandara selaku operator langsung memberikan klarifikasi. Bahwa kereta bandara dengan susunan tempat duduk nggak jauh beda dari KRL Commuter Line memang benar adanya. Jadi bukan gegara keretanya dibersihin.

Pihak operator membuat semacam kebijakan baru. Kereta Bandara yang sebelumnya cuma satu kelas sekarang dibagi jadi dua kelas, Eksekutif dan Premium. Kereta eksekutif bandara susunan tempat duduknya masih sama seperti ketika operatornya Railink. Kereta premium inilah yang sempat disorot warganet gegara menyerupai Commuter Line. Operator menetapkan tarif murah untuk kelas ini, sehingga pelanggan punya dua alternatif kelas.

NEX dan KAI Bandara, Seberapa Ideal Transportasi Kereta Bandara

Gegara keberadaan kereta premium tersebut kita langsung tersentak dan ingat sama kereta bandara yang ada di Jepang. Ingatan kita tertuju pada NEX atau Narita Express. Rangkaian kereta yang menghubungkan bandara internasional di Chiba Prefecture tersebut dengan Pusat Kota Tokyo dan kota-kota di sekitarnya. Tentunya jika kita bandingkan keduanya, perbedaannya akan sangat mencolok. Dari segi kelas aja udah beda jauh.

02 NEX dan KAI Bandara Satu Limited Express Satunya Lagi Commuter Express

KAI Bandara sejatinya lebih ke kereta komuter yang terkoneksi langsung dengan Bandara. Sebagai wujud integrasi antarmoda dan transportasi lanjutan pada sebuah bandara yang modern. Saat ini hampir semua bandara utama di beberapa kota di luar negeri seperti Singapore, Malaysia, Thailand, Hong Kong, hingga Jepang terhubung dengan jaringan rel kereta. Hal itu juga diikuti oleh Bandara Soekarno Hatta sebagai gerbang masuk utama Indonesia. Walaupun Adi Sucipto di Sleman dan Kualanamu di Deli Serdang udah lebih dulu punya dan terkoneksi.

Keberadaan seat yang mirip di Commuter Line sebenarnya juga terjadi di Tokyo Monorail. Cuma lagi-lagi Tokyo Monorail statusnya merupakan transportasi kereta perkotaan. Terkoneksi langsung ke Tokyo International Airport Haneda (HND). Nah Bandara Haneda itu masih masuk di wilayah Tokyo (dalam kota). Jarak ke pusat kota cuma sekitar 2 km. Sementara Narita (NRT) meski disebut New Tokyo International Airport, posisinya udah di luar kota Tokyo (Chiba). Mirip sama Kualanamu (Deli Serdang) dan Soekarno Hatta (Tangerang).

Untuk Jakarta, bandara yang posisinya di dalam kota justru Halim Perdanakusuma (HLP). Sayangnya bandara yang juga pangkalan TNI AU tersebut nggak punya jaringan rel kereta. Meski nantinya akan ada LRT Jabodetabek dan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC), itu masih diluar area bandara. Butuh moda transportasi lanjutan seperti shuttle. Nah untuk Haneda sendiri bandingannya sama Halim karena sama-sama di dalam kota.

Sementara Bandara Soekarno Hatta (CGK) itu posisinya di Tangerang Banten. Nah kalo dibandingin sama Tokyo itu jelas sama Narita International Airport (NRT). Keduanya sama-sama di luar kota. Butuh waktu kurang lebih 2 jam perjalanan dalam waktu normal. Karenanya butuh moda transportasi alternatif seperti kereta untuk terhubung dengan Pusat Kota. Kedua bandara sekarang udah punya kereta.

Cuma yang membedakan di sini, kereta bandara Soekarno Hatta itu lebih ke Commuter Express. Jadi sebatas menghubungkan bandara dengan pusat kota Jakarta via Stasiun BNI City dan Stasiun Manggarai. Itupun nggak terkoneksi dengan layanan kereta antar kota (KAJJ) karena nggak ada layanan di kedua stasiun tersebut. Jadi mau nggak mau harus lanjut naik KRL Commuter Line atau transportasi lain ke Stasiun Jakarta Kota (JAKK), Stasiun Pasar Senen (PSE) maupun Stasiun Gambir (GMR).

Sebenarnya dulu pernah ada rute ke Stasiun Bekasi, dimana stasiun itu melayani perjalanan KAJJ. Cuma sayangnya sekarang ditiadakan. Jadi aja kereta bandara sebatas terkoneksi sama KRL, MRT dan Transjakarta. Makanya nggak heran kalo sekarang KAI Bandara menyediakan kelas Premium yang seat-nya percis kaya KRL Commuter Line dan MRT. Berhadapan membelakangi jendela. Model kaya angkot gitu. Karena itu tadi, fungsinya masih sebatas Commuter Express.

Adapun NEX atau Narita Express ternyata bukan hanya jadi penghubung Bandara Narita dan Pusat Kota Tokyo. Lebih dari itu layanan NEX mencakup hingga ke luar Tokyo meski masih dalam wilayah Tokyo Metropolitan Area seperti Yokohama, Tachikawa, hingga Omiya. Jadi di sini NEX sekaligus berperan sebagai Intercity Limited Express. Sebagaimana KAJJ di sini. Belum lagi NEX juga terintegrasi Intercity lainnya, termasuk Shinkansen, via Tokyo Central Station.

03 Tokyo Monorail salah satu Airport Commuter Train

Jadi kalo turun di Narita mau lanjut Shinkansen jauh lebih gampang. Tinggal naik NEX terus turun di Tokyo Central Station. Beda banget sama KAI Bandara yang mesti transit dan berganti moda untuk bisa melanjutkan perjalanan ke luar Jakarta naik KAJJ. Jelas sangat menyulitkan. Makanya jangan heran kalo ada traveler asal Bandung misalnya turun di Soekarno Hatta lebih memilih naik bus atau travel yang bisa langsung ke Bandung daripada mesti gonta-ganti moda transportasi.

Nah di sini jelas NEX dan KAI Bandara sulit untuk dibandingkan. Keduanya nggak apple to apple. NEX bukan sekedar commuter bandara tapi merangkap Intercity Limited Express alias KAJJ juga. Sementara KAI Bandara malah lebih ke commuter. Kalopun mau disamain sama yang ada di Jepang palingan ya sama Tokyo Monorail. Andai rute Bekasi masih ada bolehlah disandingin sama NEX. Tapi inikan semuanya ke Manggarai.

Lantas seberapa ideal transportasi kereta bandara? Tergantung juga sih, apakah kereta bandara itu sebatas penghubung dengan pusat kota, atau sekaligus menghubungkan kota-kota terdekat lainnya. Kalo mau seperti Narita Express, harusnya rute KAI Bandara juga melayani rute Bekasi, Bogor, Sukabumi, bahkan bisa aja tembus hingga Cianjur dan Bandung.

Sebaliknya jika bandingannya Tokyo Monorail atau nggak usah jauh-jauhlah coba KLIA Express di Malaysia, berarti armada KAI Bandara sekarang udah cukup ideal. Sebagai penghubung Bandara Soekarno Hatta dengan Pusat Kota Jakarta. Terlepas dari kontroversi kelas Premium itu tadi. Memang sih Narita Express juga menyediakan 2 kelas (First Class dan Ordinary). Dimana Ordinary itu ibaratnya kelas ekonomi atau premium. Tapi untuk ukuran Jepang, kelas ekonomi juga udah nyaman banget.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: