Ngetrend Penerbangan Dialihkan Gegara Cuaca Buruk

Ngetrend Penerbangan Dialihkan Gegara Cuaca Buruk

Akhir-akhir ini kaya lagi ngetrend namanya penerbangan dialihkan. Penyebabnya nyaris identik yakni cuaca buruk. Memang diakui atau nggak curah hujan dan angin di bulan Januari jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Cuaca ekstrem jelas ngaruh banget dan sebisa mungkin dihindari demi keselamatan.

Terutama sejak kejadian Kecelakaan Sriwijaya SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu Jakarta. Tercatat ada dua penerbangan jurusan Pontianak yang divert ke Batam dan Palembang. Selang beberapa hari kemudian ada juga yang terpaksa return to base (RTB) ke bandara asal yakni Soekarno Hatta (CGK). Awal hingga pertengahan rute Jakarta-Pontianak kaya jadi trending topic. Mulai kecelakaan fatal, divert, hingga return to base (RTB).

Seolah masih belum hilang dari benak kita tentang pengalihan dan RTB penerbangan jurusan Pontianak. Tanggal 31 Januari 2021 kemarin kita lagi-lagi dikagetkan dengan kejadian semisal. Namun bedanya yang sekarang justru penerbangan rutenya masih dalam satu pulau, yakni Jakarta-Semarang.

Dikarenakan cuaca buruk di sekitar Bandara Ahmad Yani (SRG), penerbangan dari Jakarta akhirnya dialihkan (divert) ke Bandara Adi Soemarmo (SOC) di Boyolali Solo. Baru ketika cuaca mulai membaik diterbangkan lagi ke tujuan akhir. Cukup unik memang ada penerbangan dari Solo ke Semarang dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Normalnya kan bisa sekitar 2 jam. Padahal penerbangan terpendek aja yakni Penerbangan Bandung-Jakarta ditempuh dalam waktu 20-45 menit.

Ngetrend Penerbangan Dialihkan Demi Keselamatan

Adapun alasan pengalihan sejumlah penerbangan gegara cuaca buruk tujuannya jelas untuk keselamatan semua penumpang dan kru. Cuaca buruk apalagi ekstrem kadang berkontribusi pada sejumlah kecelakaan. Misalnya waktu Lion Air tergelincir di Solo tahun 2004 itu cuaca buruk ikut berkontribusi dimana landasan licin dan angin kencang.

Seperti kita tau, cuaca di bulan Januari cenderung lebih ekstrem dibanding bulan-bulan lainnya. Intensitas hujan lebih tinggi. Kecepatan angin juga lebih kencang. Begitupula di udara banyak muncul awan CB (Cumulusnimbus) yang kerap jadi “musuh” pilot. Sebisa mungkin itu dihindari. Nah kasus divert flight ke Pontianak dan Semarang itu juga sama alasanya demi keselamatan karena destinasi dilanda cuaca buruk.

Meski namanya divert, delay apalagi sampe pembatalan penerbangan itu nggak nyaman di kamu sebagai penumpang. Tetap ada alasan yang lebih penting dibalik itu semua. Apalagi kalo bukan keselamatan. Seperti kata pepatah, biar lambat asal selamat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: