Sejarah Letusan Gunung vesuvius

Sejarah Letusan Gunung Vesuvius (Paling Berbahaya di Dunia)

Sejarah letusan Gunung Vesuvius pertama kali terjadi tanggal 24 Agustus 79. Letusan mahadahsyat berhasil meluluhlantakkan 3 kota: Pompeii, Herculaneum dan Oplontis. Ketiganya hilang dari peradaban selama ribuan tahun. Gunung ini terakhir meletus tahun 1944 ditengah Perang Dunia ke-2. Kini jadi gunung berapi paling berbahaya di dunia.

Gunung Vesuvius terletak di Italia bagian selatan, nggak jauh dari Kota Pelabuhan Naples (Napoli). Sekilas memang terlihat tenang untuk saat ini. Nggak ada sesuatu yang amat sangat mencolok. Apalagi menunjukkan tanda-tanda akan “mengamuk”. Jika dibandingkan Gunung Merapi misalnya yang sekarang ini lagi batuk-batuk dan nggak aman. Bahkan sempat beberapa kali erupsi.

Namun siapa sangka, ketenangan tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan di tanggal 24 Agustus 79 dimana Vesuvius mengamuk hingga menghancurkan total seluruh kota beserta penghuninya. Melenyapkannya dari sejarah dalam jangka waktu panjang. Baru di tahun 1800-an reruntuhannya mulai berhasil ditemukan.

Sebenarnya Gunung Pompeii (1.241 mdpl) nggak tinggi-tinggi banget. Jangankan sama Gunung Merapi, dibandingin sama Gunung Manglayang (1.818 mdpl) aja masih kalah tinggi. Namun jangan dikira gunung ini akan seperti Manglayang yang tergolong gunung mati. Sebaliknya justru menyimpan bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu.

Kota Pompeii

Ngomongin Gunung Vesuvius nggak akan lengkap tanpa membahas tentang Kota Pompeii di zaman Romawi Kuno. Meski terletak di wilayah Kerajaan Romawi, Pompeii justru lebih kental nuansa Yunani secara didirikan sama orang Yunani juga. Meski demikian kota ini bukannya nggak dianggap oleh pemerintahan pusat di Roma. Malah sebaliknya dianggap penting.

Disinilah pusatnya kegemerlapan hiburan di zaman itu. Ibaratnya kalo sekarang ada Las Vegas, nah Pompeii ibaratnya Las Vegas di era Romawi. Pastinya identik dengan segala jenis hiburan malam yang begitulah, penuh kemaksiatan. Mengapa demikian?

Latar belakang masyarakat Kota Pompeii kebanyakan berada di bawah garis kemiskinan. Sehingga tawaran untuk melakukan perbuatan seperti itu dan dikomersialkan jadi sesuatu yang sangat menggiurkan. Hingga akhirnya Kota Pompeii jadi semacam destinasi wisata seks ketika itu. Hal itu seperti sudah menjadi nafas hidup darinya.

Bahkan di kalangan bangsa Romawi, harga pekerja seks di Pompeii lebih murah hingga terkenal ke seantero Roma. Selain karena kemiskinan yang menjadikan masyarakatnya tergiur dengan bisnis esek-esek, masyarakat Romawi secara umum menganut paham Patriarki yang tidak menganggap seks masuk ke dalam ruang privat.

Posisi Kota Pompeii sendiri sangat strategis di jalur perdagangan. Menjadikannya favorit untuk dikunjungi dan menikmati wisata seks bebas. Maka jadilah Pompeii terkenal sebagai kota hiburan di Mediterania.

Sejarah Letusan Gunung Vesuvius Pertama: Hancurnya 3 Kota (Turunnya Azab Alloh)

Sebetulnya udah ada tanda-tanda gunung akan meletus seperti gempa-gempa kecil. Sayangnya masyarakat malah nggak terlalu menganggap serius. Tetap asyik dengan aktivitasnya masing-masing seperti biasa. Masyarakatnya malah sempat mengadakan pemujaan terhadap Dewa Vulcan (dalam kepercayaan mereka adalah penjaga gunung api).

Tak ada tanda-tanda mencolok dari gunung seperti asap vulkanik yang keluar. Sehingga mereka merasa aman-aman aja. Pemujaan terhadap dewa seperti itu dalam ajaran Islam masuk ke dalam praktik syirik atau penyembangan selain Alloh. Nah lengkaplah sudah, wisata seks komersial hingga terkenal ke seantero Mediterania ditambah masyarakatnya berbuat syirik.

Tanggal 24 Agustus 79, Alloh Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar menunjukkan kuasanya atas kota Pompeii yang udah jadi surga wisata seks. Gunung Vesuvius meletus dahsyat hingga meluluhlantakkan seisi kota beserta penduduknya. Semuanya hilang dari peradaban selama ribuan tahun.

Letusan mengeluarkan aliran Piroklastik (Wedhus Gembel) yakni campuran abu, gumpalan lahar dan gas berbahaya. Meluncur dengan kecepatan 50 mil per jam disertai panas mencapai suhu 1.300 derajat Fahrenheit. Suhu sepanas itu mengakibatkan jaringan dalam tubuh menguap dalam waktu 10 menit dan mendidihkan otak. Kasarnya bikin kepala meledak.

Selain Pompeii, Kota Herculaneum dan Oplontis ikut hancur terkena aliran Piroklastik tersebut. Sebuah letusan menghancurkan 3 kota sekaligus.

Sejarah Letusan Gunung Vesuvius: Terakhir 1944 dan Jadi Gunung Berapi Paling Berbahaya

Sejarah Letusan Gunung Vesuvius ternyata masih berlanjut di tahun 1631 dan terakhir kali meletus 18 Maret 1944. Letusan terakhir itu terjadi di tengah-tengah Perang Dunia Ke-2 yang masih berkecamuk. Ketika pasukan Sekutu mulai menduduki sebagian besar wilayah Italia. Daerah selatan sendiri ditempati oleh Squadron 340th Bombardment Group atau pasukan pengebom tentara Sekutu.

Pasukan ini bermarkas di area bekas Kota Pompeii. Nah saat Gunung Vesuvius meletus itu Squadron 340th ikut terkena dampak. Seperti banyak peralatan tempur yang rusak. Terutama pesawat terbang. Disamping itu juga masih harus merawat korban luka-luka akibat letusan.

Meski sekarang udah tenang, Gunung Vesuvius jadi gunung berapi paling berbahaya di dunia. Tentunya mengancam penduduk yang berada di sekitarnya. Menyimpan bom waktu yang siap meledak kapan saja. Seperti pada letusan pertama tak ada tanda-tanda mencolok. Namun dengan kemajuan teknologi seperti sekarang, letusan bisa diperkirakan sehingga ada waktu untuk evakuasi penduduk di sekitarnya.


Referensi:


Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: