Taman Miniatur Kereta Api Lembang

Taman Miniatur Kereta Api Lembang merupakan salah satu wahana di Floating Market. Menjadi daya tarik tersendiri karena menyuguhkan jalur kereta api Bandung-Jakarta via Purwakarta bahkan mirip dengan kondisi aslinya. Semisal Jembatan Cibisoro maupun Stasiun Purwakarta. Juga momen CC 200 beroperasi lagi. Cukup nambah Rp 20.000,00 aja untuk bisa masuk ke sini.

Floating Market mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Lembang sekitar tahun 2010 ke atas. Dibangun di sebuah kawasan danau yang dinamakan Situ Umar. Berada tepat di jalur Lembang-Bandung, yang ke arah Bandung sih, sekarang jadi tempat wisata favorit untuk dikunjungi. Salah satu daya tarik di sini adalah sebuah taman tematik yang menyajikan kereta api sebagai objeknya.

Meskipun berbentuk miniatur tapi cukuplah untuk menjadi sesuatu yang istimewa dan nggak bisa dilewatin begitu aja bila berkunjung ke Floating Market Lembang. Biasanya miniatur kereta api dianggap nggak lebih dari sekedar mainan anak. Padahal yang punya hobby miniatur itu malah udah berusia dewasa. Tentunya untuk bangun sebuah miniatur kereta membutuhkan biaya yang nggak sedikit. Investasinya lumayan mahal.

Karenanya bagi kita yang nggak sanggup mengeluarkan biaya besar untuk bangun miniatur sendiri, sangat direkomendasikan untuk berkunjung ke sini. Apalagi kalo suka sama kereta api.

Taman Miniatur Kereta Api di Floating Market Lembang

Miniatur Jembatan Cibisoro

Inilah satu di antara wahana wisata yang bisa dikunjungi di Floating Market Lembang. Bahkan menjadi satu daya tarik tersendiri. Di sini kita akan melihat miniaturnya jalur kereta api Jakarta-Bandung via Purwakarta yang hampir mirip dengan aslinya. Misalnya Jembatan Cibisoro, adalah jembatan terpanjang kedua setelah Cikubang di jalur KA Argo Parahyangan, Pangandaran dan Serayu. Bahkan kerap dijadikan spot untuk kegiatan fotografi.

Cuma masalahnya akses ke jembatan Cibisoro yang asli itu lumayan berat dan agak sulit. Karena akan melewati tanjakan. Aksesnya dari jalan Raya Bandung – Purwakarta. Makanya itu buat kamu yang merasa berat untuk datang ke jembatan aslinya, kamu bisa jadikan miniatur ini sebagai pelampiasan.

Dibuat Mirip Jalur KA Jakarta Bandung via Purwakarta

Selain jembatan Cibisoro, ada lagi miniatur Stasiun Purwakarta yang dibikin mirip dengan aslinya. Terkhusus tempat untuk membuang rangkaian gerbong yang udah nggak kepake lagi. Nah di sini juga begitu. Rangkaian miniatur biasanya kerap diupgrade dan dilakukan maintenance berkala. Namun ada aja yang nggak bisa dipake lagi karena satu dan lain hal. Nah gerbong miniatur afkir itu disimpan di miniatur Stasiun Purwakarta.

Adapun untuk keretanya kita akan menyaksikan suatu momen langka dimana Lokomotif CC 200 sang pelopor loko diesel di Indonesia beroperasi. Sekaligus modernisasi armada kereta api di Indonesia pada tahun 1950-an. Dimana ketika itu pemerintah berusaha memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat perang sekaligus memodernisasi armadanya.

Hanya di Taman Miniatur Kereta Api Lokomotif CC 200 Beroperasi Lagi

Padahal di dunia nyata lokomotif buatan General Electric ini udah jadi penghuni tetap Museum Kereta Api Ambarawa. Sebagai bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia. Dalam sejarahnya juga pernah menarik rangkaian KA Parahijangan yang mengangkut peserta Konferensi Asia Afrika

Lokomotif ini terakhir berada di Daop 3 Cirebon bahkan jadi semacam icon di sana. Juga pernah jadi lokomotif penarik sebuah rangkaian kereta lokal yang melayani rute Cikampek-Cirebon PP di era PJKA. Padahal Daop 3 Cirebon saat ini satu-satunya yang nggak punya rangkaian lokalan.

Selain itu juga ada lokomotif CC 300 buatan PT. INKA Madiun yang beroperasi reguler menarik rangkaian kereta penumpang. Padahal aslinya CC 300 dipake buat kereta kedinasan, meski pernah juga dinas KA Pangrango Tambahan.

Buat kamu yang kebetulan lagi atau berencana ke Floating Market Lembang, bisa mampir ke Wahana wisata ini. Cukup menambah Rp 20.000,00 kamu udah bisa menikmati semuanya. Jadi persiapkan uang Rp 50.000,00 untuk tiket masuk Floating Market ditambah tiket masuk Taman Miniatur Kereta Api. Menyaksikan momen langka “Sang Pelopor” hidup lagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published.