Terowongan Kereta Api Lampegan, Ngintip di Saat Sepi

Terowongan Kereta Api Lampegan, Ngintip Saat Sepi

Selagi KA Siliwangi nggak dinas dan lintas Sukabumi-Cianjur sepi, yuk intip Terowongan Kereta Api Lampegan. Buat kamu yang penasaran aja kaya gimana sih bagian dalam terowongan tertua di Indonesia itu? Cuma satu yang pasti, di sini kamu wajib menjaga sikap. Karena aura mistis sangat kental.

Di antara spot ikonik jalur kereta Sukabumi Cianjur ialah Terowongan Lampegan. Ini adalah terowongan kereta api pertama yang dibangun di Indonesia. Adapun lintas ini sejatinya membentang mulai dari Jakarta hingga Bandung. Malah jalur inilah yang pertama menghubungkan dua kota bertetangga itu. Sebelum ada jalur Cikampek Padalarang.

Jalur ini pernah punya peran penting di era kolonial. Karena untuk sampe ke Timur Pulau Jawa ya aksesnya lewat sini. Jadi Bukan cuma ke Bandung aja, tapi juga Jogja hingga Surabaya. Namun seiring berjalannya waktu, pamor jalur ini mulai memudar. Terutama setelah Staatspoorwagen (SS) membangun lintas Cikampek-Padalarang yang tentu mempersingkat waktu tempuh Jakarta Bandung.

Pasca kemerdekaan terutama di masa Orde Baru, keberadaan angkutan jalan raya membuat peran kereta mulai tersisih secara perlahan. Jalur ini bahkan mencapai titik nadir di tahun 2001 ketika Terowongan ambruk akibat gempa bumi. Beberapa ruas juga kerap dilanda longsor. Secara kontur di lintasan ini memang rawan longsor.

Pamor jalur legendaris mulai terangkat lagi setelah KA Pangrango beroperasi melayani Bogor Paledang-Sukabumi. Disusul KA Siliwangi di lintas Sukabumi-Cianjur. Terowongan Lampegan direhab total dan kembali dilewati kereta sejak tahun 2014. Sayangnya Pandemi Covid-19 membuat pemerintah mengambil kebijakan PSBB Total selama 3 bulan, April hingga Juni 2020. Lagi-lagi lintas berikut Terowongan menjadi sepi lagi tanpa dilewati kereta.

Ngintip ke Dalam Terowongan Kereta Api Lampegan ? Jangan Lupa Jaga Sikap

Terowongan Kereta Api Lampegan dari arah Cireungas

Momen sepinya lintasan akibat “Lockown” membuka peluang untuk melakukan penelusuran Jalur Sukabumi Cianjur. Memang nggak sampe ke Stasiun Cianjur, tapi sebatas dari Sukabumi hingga Lampegan. Selain untuk jejak sejarah, hal tersebut juga dalam rangka menjaga fisik dan imunitas. Jadi ada olah raganya juga. Secara dari Sukabumi sampe ke sini jaraknya ada kurang lebih 18 km.

Bagian Dalam Terowongan Kereta Api Lampegan

Selepas melewati Stasiun Gandasoli dan Stasiun Cireungas, perjalanan akhirnya nyampe juga di Terowongan Lampegan. Nah mumpung lintasan lagi sepi akhirnya coba masuk aja ke dalam, melintas sampe ke seberang yang notabene udah masuk wilayah Kabupaten Cianjur. Oh iya, terowongan kereta api tertua di Indonesia ini bisa dibilang merupakan batas wilayah Kabupaten Sukabumi dan Cianjur.

Mau Ngintip Atau Ngelintas Jangan Lupa Jaga Sikap

Terowongan Lampegan nggak sepanjang Sasaksaat. Namun kondisinya jelas sangat gelap. Satu hal yang pasti kamu mesti jaga sikap di sini. Jangan sekali-kali berperilaku sompral atau konyol. Bangunan bersejarah ini sangat kental aura mistis. Malah sebelum masuk, kamu wajib baca Bismillah (terutama buat yang beragama Islam). Bahkan bila perlu sekalian baca Ayat Kursi dan 3 Surat (Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas).

Tujuannya nggak lain supaya kamu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa dan bisa dengan nyaman melakukan penelusuran, sekaligus melakukan perjalanan melintasi terowongan itu hingga ke seberang. Oh iya, hp sekarang kan bisa memutar musik. Hindari melakukan hal itu ya. Musik apapun itu, lebih-lebih dangdut koplo. Dikhawatirkan akan mengganggu makhluk astral yang dipercaya menghuni tempat itu.

Setelah melintas dan mengintip bagian dalam bangunan bersejarah itu, sampailah kita di titik seberang. Nah, Welcome To Cianjur Regency. Akhirnya kamu nyampe di Kabupaten Cianjur. Seperti udah dijelasin tadi, terowongan Lampegan adalah perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Nggak jauh dari terowongan ada Stasiun Lampegan. Jaraknya kurang dari 1 km.

1 thought on “Terowongan Kereta Api Lampegan, Ngintip Saat Sepi”

  1. Pingback: Terowongan Lampegan, Asal Usul Nama dan Cerita - Manglayang ID

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: