Tersesat di Tokyo Station (Bukan Stasiun Biasa)

by May 17, 2020All Exciting Adventures, Backpacker And Trip Report0 comments

Tersesat di Tokyo Station sebuah cerita yang benar-benar nggak lazim dialami. Karena biasanya kita selalu dengan berita orang tersesat di gunung atau hutan. Tapi ini di stasiun kereta. Jadi benar-benar baru dan cukup sensasional

Kesasar di gunung atau hutan itu biasa. Tapi kali ini benar-benar nggak biasa karena justru nyasarnya masih di tengah kota. Tepatnya tersesat di Tokyo Station, sebuah stasiun yang ternyata bukanlah sembarang stasiun kereta di ibukota Jepang tersebut. Pokoknya kalo nggak hati-hati sobat bisa kesasar dan habis waktu sampe seharian di sini.

Kok bisa ya tersesat di stasiun kereta? Biasanya stasiun kereta itu pasti punya banyak petunjuk arah. Sebesar apapun itu pastinya kita nggak akan tersesat bila berada di dalamnya. Karena yang namanya stasiun kereta pastinya aktivitas yang ada nggak jauh dari melayani keberangkatan dan kedatangan kereta. Area komersial kalopun ada biasanya ada di bagian luar peron yang diperuntukkan penumpang. Itupun nggak banyak.

Namun kondisinya akan beda manakala sobat memasuki sebuah stasiun yang ternyata bukan sembarang stasiun kereta. Memang iya fungsi asli melayani penumpang kereta masih ada. Stasiun ini bahkan lebih besar dari stasiun terbesar yang ada di Indonesia. Kalo kamu masuk bakalan ngeh bahwa kondisinya sangat berbeda dengan stasiun kereta pada umumnya.

Tokyo Central Station (Tokyo Station)

Tapi sobat kalem aja, stasiun yang bisa bikin sobat tersesat sampe berjam-jam lamanya ternyata nggak berada di Indonesia. Stasiun ini berada di Jepang, tepatnya di distrik Chiyoda ibukota Tokyo, Tokyo Prefecture. Stasiun ini bernama Tokyo Central Station atau resminya bernama Tokyo Station. Orang Jepang menyebutnya Tokyo Eki (Eki artinya Stasiun dalam bahasa Jepang).

Stasiun ini mulai dibuka Desember 1914. Udah tua juga ya? Jelas, wong jadi saksi bisu sejumlah peristiwa bersejarah di Jepang seperti The Great Kanto Earthquake pada tahun 1923. Sebuah bencana gempa besar yang melanda wilayah Kanto, dimana Tokyo termasuk di dalamnya. Tahun 1945 jelang berakhirnya Perang Dunia II, stasiun ini jadi sasaran empuk bombardir pesawat B29 Sekutu hingga rusak parah dan menghancurkan bagian iconic dari Tokyo Station yang telah ada sejak 1914.

Seiring berjalannya waktu, Tokyo Station bangkit lagi. Bagian belakang yang disebut Yaesu Side dimodernisasi. Tahun 1964 Shinkansen pertama diberangkatkan dari sini menuju Osaka. Sekaligus menandai sejarah baru transportasi di Negeri Matahari Terbit. Shinkansen jenis 0 Series itu jadi kereta super cepat pertama di dunia.

Kini Tokyo Station menjadi stasiun utama di Tokyo. Terutama untuk keberangkatan kereta intercity (jarak jauh antar kota). Jadi pusat keberangkatan dan kedatangan semua Shinkansen. Juga sebagian besar rangkaian Limited Express seperti Azusa, Narita Express, Sunrise Izomu hingga Shoji Limited Express.

Kok Bisa Tersesat di Tokyo Station?

Oke tentang Tokyo Station udah dijelasin tadi secara singkat. Kalo mau lebih lengkapnya bisa di baca di sini: Tokyo Central Station Bukan Sekedar Stasiun Kereta.

Sekarang saatnya Kak Mimin menjawab sobat traveler yang kepo. Kok bisa sih nyasar di stasiun kereta? Memang kaya gimana sih Tokyo Station itu? Kok bisa-bisanya bikin orang sampe kesasar dan menghabiskan waktu sampe seharian penuh di sana?

Berangkat naik Narita Express (NEX), sempat bingung di Shibuya

Jadi gini ceritanya waktu itu pengen ambil gambar bangunan Tokyo Station di Marunouchi Side. Memang sih udah ada fotonya tapi night shoot. Sedangkan foto siang hari belum ada. Jadi kurang lengkap dong kalo cuma malam doang. Siang nya nggak kefoto. Untuk ke sana tentunya harus naik kereta. Tapi karena sempat liat pamflet Narita Express jadi penasaran pengen nyobain.

Kebetulan penginapan berada di Distrik Shibuya. Dari situ ada dua alternatif stasiun yakni Shibuya Station dan Harajuku Station. Nah Narita Express kan berhenti di Shibuya. Youwes ben akhirnya naik aja di Shibuya. Namun pas nyampe sana bingung, ini kereta yang menuju bandara atau baru dari bandara. Hingga akhirnya menunggu kedatangan kereta berikutnya yang memang tujuannya ke bandara via Tokyo Station. Kereta yang datang dari arah Ikebukuro via Shinjuku.

Naiklah Narita Express itu. Kereta bandara tapi bukan sekedar kereta bandara. Lebih dari itu juga berfungsi sebagai intercity train. Secara statusnya sendiri Limited Express. Dari Shibuya menuju Tokyo, kereta cuma berhenti di Shinagawa. Selanjutnya melewati Yokosuka Line, jalur bawah tanah-nya JR East. Ternyata Tokyo Station justru jadi bagian dari jalur bawah tanah ini.

Peron Bawah Tanah Yokosuka Line, Tanda-Tanda Tersesat Nih

Waduh….. kok dibawah tanah ya? Perasaan waktu kemarin kan nggak kaya gini. Jalurnya elevated, emang sih naik Shinkansen E2 dari Omiya. Tapi jalur kereta biasa juga sejatinya elevated termasuk Yamanote Line yang lewat Shibuya dan Harajuku. (lebih lengkap tentang Yokosuka Line: Yokosuka Line, Jalur Underground-Nya JR East ).

Udah ketauan dapat peron bawah tanah. Duh, tanda-tanda nyasar udah terbaca saudara-saudara. Dan bener aja. Mesti naik tangga lagi ke atas dan mencari petunjuk pintu keluar arah Marunouchi Side (pintu depan). Alhamdulillah ketemulah bagian yang dicari itu. Tapi sayang tiba-tiba batere ngedrop. Langsung dah ngacir nyari tempat buat ngecharge hp. Dan itu kebetulan ada di ruang tunggu penumpang Shinkansen. Oke, modal JR Pass langsung aja caw ke sana.

Hp dicharge sampe pada satu kondisi dimana batere udah cukup untuk pemotretan. Dari situ bergerak ke Marounouchi Side. Jalannya lumayan jauh meski nggak sulit ditemui. Tinggal mengikuti petunjuk yang ada.

Marunouchi Side

Pemotretan pun dimulai. Bangunan stasiun yang unik membuatnya jadi sasaran fotografer dan turis yang mengincar momen. Karena nggak tau juga kapan bisa balik lagi ke Tokyo. Mesti ngumpulin uang lagi. Marunouchi side ini bangunannya klasik. Inilah gedung yang dibangun tahun 1914. Termasuk dua kubah iconic. Namun sayangnya kubah ini bukan yang asli tahun 1914 karena udah hancur total dibom sekutu. Dengan kata lain kubahnya restorasi tahun 2012.

Marunouchi Side ini sebenarnya berhadapan langsung dengan tempat tinggal Kaisar Jepang. Jadi kalo mau main ke istana kaisar (Imperial Palace) tinggal jalan lurus aja dari sini. Bagian ini juga yang jadi saksi sejumlah peristiwa besar. Selain gempa 1923 dan bombardir sekutu 1945, pernah juga terjadi kasus pembunuhan terhadap Perdana Menteri Jepang di tahun 1921 dan sekitar 1930-an.

Resto Thailand Halal Cari Setengah Mampus

Singkat cerita pengambilan foto pun selesai. Udah waktunya makan pengen cari makan. Penasaran ada info resto Thailand halal di stasiun ini. Oke akhirnya masuk lagi ke dalam stasiun modal JR Pass. Enaknya punya JR Pass bisa leluasa keluar masuk stasiun. Namun sayangnya begitu udah masuk lagi ke dalam disinilah cerita Tersesat di Tokyo Station dimulai.

Coba di cari sekitaran Marunouchi jelas nggak ada. Di sini cuma ada semacam kios yang paling cuma jual Onigiri atau Bento doang. Duh dari pertama kali tiba di Jepang dah terlalu sering makan Onigiri. Karena cuma itu yang masih aman dan tentunya praktis. Sekali beli langsung dua buah biar kenyang. Kalo cuma satu jelas nggak bakal kenyang.

Masuk lagi ke belakang sampailah di sebuah area bernama Yaesu side. Di sini coba ikutin petunjuk. Cari dimana area khusus buat tempat makan. Setelah muter setengah mati akhirnya ketemu juga deh resto Thailand-nya. Langusng aja duduk dan pesan makan. Karena masakan Thailand, menunya nggak jauh beda dengan masakan nusantara. Malah di situ sempat diputar lagu Indonesia lho, lagunya Tulus sama Rap-Jawa. Duh jadi berasa di negeri sendiri. Tau aja besoknya udah pulang ke Indonesia.

Gede Banget Jadi Bikin Penasaran

Kelar makan mau ngapain nih? Lanjut kemana nih? Kondisi Tokyo Station yang gede banget jelas bikin penasaran. Akhirnya udah makan coba bergerak ke arah belakang stasiun. Tibalah di Yaesu Side. Bangunannya sangat modern. Tentu kontras dengan sisi Marunouchi yang heritage. Yaesu Side sebetulnya mulai dibangun tahun 1929 hanya saja bangunannya udah mengalami renovasi karena pernah rusak dan terbakar di tahun 1945.

Di Yaesu Side kita benar-benar menyaksikan sebuah stasiun yang terlihat bukan sebagai stasiun kereta. Di bagian ini justru lebih didominasi oleh area kpmersial. Lebih mirip mall gitu. Segala department store, konbini, gerai Mc Donnalds, sampe Starbucks Coffee semuanya ada di sini. Di sini juga ada hotel dan perkantoran. Meski di Marunouchi ada Tokyo Station Hotel.

Yaesu Side juga jadi tempat integrasi antar moda antara kereta dan bus. Di sini ada terminal bus. Terlihat beberapa unit JR Bus Kanto stand by menunggu penumpang turun dari kereta.

Bukti bahwa tersesat di Tokyo Station bukanlah sesuatu yang mengada-ada ialah keberadaan 2 subway station dalam satu area. Tokyo Station dan Otemachi Station. Tuh kan berarti bukan sekedar stasiun kereta kalo gitu. Sampe satu bagian dan bagian lainnya terhubung jalur subway Tokyo Metro.

Karena itulah Tokyo Station pantas disebut sebagai sebuah kota kecil. Hampir semuanya ada di sini. Termasuk terminal bus itu.

Beneran Tersesat di Tokyo Station Inimah, Sampe Gelap Masih Di Situ

Tanpa terasa hari sudah menjelang malam. DI Jepang itu jam 17.00 langit udah gelap. Apalagi di musim dingin. Kejadian nyasar ini udah masuk musim dingin bulan November. Meski belum sampe turun salju. Paling cuma hujan rintik-rintik. Lelah mengambil gambar Yaesu Side istirahat ngupi dulu di Starbucks Coffee. Selesai ngupi langsung bergegas menuju peron atas untuk kembali lagi ke Shibuya via Yamanote Line.

So di satu tempat bernama Tokyo Station aja sampe seharian penuh. Berarti iya memang beneran tersesat inimah. Meski sempat ada jeda istirahat dulu buat mengisi batere handphone. Itu sebelum pengambilan foto di Marounouchi Side. Maklum aja handphone baterenya cepat ngedrop. Namanya juga hp sejuta umat yang sering disebut babang siomay.

Bisa tersesat karena waktu baru datang aja di peron bawah tanah. Terus batere drop, akhirnya pindah ke peron shinkansen dan di situ ada tempat buat ngecharge. Waktu batere udah cukup bergerak ke Maronuochi Side. Itupun jalannya jauh banget. Langsung pemotretan. Dari situ perut udah susah diajak kompromi. Kebetulan dapat info ada resto Thailand halal. Coba cari dimana posisi resto tersebut.

Pencarian Resto halal itu nggak bisa dibilang gampang. Jalannya sangat berliku. Seperti berlikunya jalan mendapatkan cintamu (eh bucin). Selesai makan karena masih penasaran sama stasiun segede itu, langsung dah ke sisi lainnya, Yaesu Side.

Disini baru ngeh bahwa Tokyo Central Station bukan sembarangan stasiun kereta. Udah kaya sebuah kota kecil aja. Resto, Cafe, Gerai Fast Food, Konbini, Starbucks Coffee, Hotel, Perkantoran, sampe Terminal Bus ada di sini. Bahkan Marounouchi dan Yaesu sampe dihubungkan 2 stasiun subway: Tokyo Station dan Otemachi Station.

Gila ya ampe seharian gitu. Bangunan stasiun yang ternyata lebih dari sekedar stasiun. Sampe bikin penasaran dan akhirnya tersesat di situ sampe habis waktu. Nih ada satu cerita lagi di stasiun ini. Dimana seorang backpacker asal Indonesia tersesat di dalamnya.

Cerita pengalaman traveling ke Jepang di bulan November 2018. Nah kejadian Tersesat di Tokyo Station ini terjadi pada tanggal 17 November 2018. Benar-benar tersesat yang nggak biasa. Kalo biasanya orang mah tersesat lagi jelajah alam, ini malah tersesat di dalam stasiun kereta. Memang sih ternyata stasiunnya sendiri lebih dari sekedar stasiun kereta. Udah kaya Kota Kecil.

%d bloggers like this: