Tokaido Shinkansen Tokyo Osaka (Sang Pelopor)

by Feb 10, 2021Fly Me To Japan0 comments

Tokaido Shinkansen Tokyo Osaka adalah kereta super cepat pertama di dunia. Pertama kali beroperasi 1 Oktober 1964 melayani dua kota utama di Pulau Honshu Jepang. Kedua kota yang berjarak setara Jakarta dan Surabaya itu ditempuh cuma dalam waktu 4 jam saja. Menandai era baru transportasi rel di negeri Sakura yang sempat terpuruk pasca kekalahan dalam Perang Dunia ke-2

Jepang sejatinya udah punya jaringan rel kereta api sejak sebelum Perang Dunia ke-2. Bahkan sejak Restorasi Meiji yang membuka negeri tersebut dari keterisolasian terhadap dunia luar. Keterpurukan dalam Perang cukup dirasakan di semua lini, nggak terkecuali di sektor transportasi. Banyak infrastruktur rusak akibat bombardir armada sekutu. Termasuk Tokyo Central Station sebagai stasiun utama mengalami kerusakan cukup parah.

5 tahun pasca perang, Jepang mulai memikirkan suatu gagasan di bidang perkeretaapian yang boleh dibilang sangat revolusioner. Di mata sebagian besar orang mungkin gagasan itu hanya sekedar mimpi di siang bolong. Gimana nggak? Jepang udah ancur-ancuran di Perang Pasifik kok malah mikir terlalu tinggi. Meski demikian jelas nggak ada yang mustahil. Tahun 1958 Kementerian Transportasi Jepang menetapkan kereta super ekspres alias Shinkansen sebagai proyek infrastruktur prioritas.

Tokaido Shinkansen Tokyo Osaka, Pertama di Jepang dan Dunia

Akhirnya tanggal 1 Oktober 1964 proyek yang semula dianggap lelucon ini terwujud juga. Kereta Super Ekspres atau yang sering kita kenal dengan nama Shinkansen memulai operasional perdananya dibawah operator Japanese National Railway (JNR), operator kereta milik Pemerintah Jepang waktu itu. Jalur pertama yang dibangun menghubungkan Tokyo dan Osaka, dua kota utama di Pulau Honshu. Menggunakan standard gaunge 1.435 mm.

Jarak antara kedua kota tersebut setara Jakarta-Surabaya. Sebenarnya Tokyo dan Osaka udah ada rel kereta dan layanan kereta penumpang. Cuma waktu tempuhnya cukup lama. Kereta yang dipake pun biasanya punya fasilitas sleeper car. Percis kaya kereta Bima dulu. Nah di Jepang kereta semacam ini disebut Blue Train. Jalur penghubung Tokyo dan Osaka dinamakan Tokaido Line. Lebar spoor dipake 1.067 mm, umum digunakan di Jepang sejak lama.

Namun dengan adanya inovasi baru dalam wujud Shinkansen, lebar spoor akhirbya disesuaikan lagi. Memang sempat ada rencana ingin menggunakan jalur eksisting. Cuma sebuah kereta cepat nggak akan maksimal apabila berjalan di narrow gaunge yang juga banyak dipake di Indonesia. Hingga dipilihlah standard gaunge dengan konsekuensi membangun jalur baru.

Jalur tersebut tetap diberi nama Tokaido, cuma bedanya yang ini Tokaido Shinkansen Line. Khusus untuk dinas Shinkansen. Jalur tersebut juga melewati kota-kota seperti Yokohama, Shizuoka, Nagoya dan Kyoto. Armada shinkansen pertama yang beroperasi ialah 0 Series. Bentuknya menyerupai peluru sehingga sering juga disebut Bullet Train atau kereta peluru. Kecepatan yang mencapai 210 km/jam membuatnya melesat seperti peluru.

Ditempuh Dalam Waktu 4 Jam Saja

Jepang boleh aja mengalami kekalahan memalukan di Perang Dunia ke-2. Namun bukan berarti nggak bisa bangkit hingga menjadi raksasa ekonomi seperti sekarang. Shinkansen bisa dibilang sebagai simbol kebangkitan Jepang pasca perang. Keberadaannya membuat negara lain juga mengoperasikan kereta super cepat seperti Prancis dengan TGV-nya hingga Tiongkok dengan CRH (China Railway Highspeed).

Tokaido Shinkansen Line menghubungkan Tokyo Station dan Shin-Osaka Station. Jarak keduanya setara Jakarta dan Surabaya. Dengan Shinkansen hanya ditempuh dalam waktu 4 jam saja. Sebuah terobosan baru tentunya. Bisa mempercepat mobilitas melalui transportasi darat. Sebelumnya hanya mengandalkan Blue Train. Kalo mau lebih cepat ya naik pesawat.

Seiring berjalanya waktu Shinkansen 0 Series akhirnya diganti dengan armada baru. Mulai 500 series hingga yang beroperasi sekarang jenis N700 Series. Nggak hanya itu sekarang pelanggan punya 3 alternatif layanan Shinkansen yakni Nozomi, Hikari dan Kodama. Beda ketiganya ada di jumlah stasiun pemberhentian. Untuk Hikari inilah yang beroperasi sejak 1964. Waktu tempuhnya 4 jam.

Jumlah stasiun pemberhentian di Tokaido Shinkansen Line juga ikut bertambah. Sehingga mau nggak mau mesti diakomodir untuk layanan yang berhenti di setiap stasiun. Sehingga dimunculkan layanan Kodama sekitar tahun 1980-an. Di tahun 1992, JR Central sebagai penerus JNR mengoperasikan Nozomi sebagai kelas tertinggi. Dengan Nozomi, waktu tempuh Tokaido Shinkansen Tokyo Osaka bisa dipersingkat hingga 2,5 jam saja. Bahkan melebihi waktu tempuh Kereta Api Argo Parahyangan di jalur Jakarta Bandung.

Jalur Shinkansen sendiri terus bertambah hingga sekarang. Untuk Tokaido Shinkansen Line sendiri tahun 1975 diperpanjang ke Hakata di Pulau Kyushu via Kanmon Tunnel. Jalur dari Osaka ke Hakata itu dinamakan Sanyo Shinkansen Line, juga melewati beberapa destinasi diantaranya Hiroshima. Makanya sekarang kita kenal Tokaido Sanyo Shinkansen Line. Bersama dengan itu, Hikari pun diperpanjang ke Hakata.

Untuk Nozomi sebagai kelas tertinggi, rutenya bahkan nyampe ke Kagoshima Chuo di Fukuoka. Nah sekarang Shinkansen Trip Tokyo Osaka tersedia 3 alternatif layanan. Cuma buat kamu pengguna JR Pass, kayanan yang bisa kamu nikmati hanya Hikari dan Kodama. Nozomi nggak dicover JR Pass. Tentunya harga tiket jauh lebih mahal. Jelas secara menawarkan waktu tempuh yang lebih cepat.

%d bloggers like this: