Tokyu 5000 Series 1954 Dimonumenkan di Oita Akita

Tokyu 5000 Series 1954 Dimonumenkan di Oita, Akita

Tokyu 5000 Series 1954 pernah menjadi trainset andalan di lintas punya Tokyu Corporation yang berbasis di Shibuya Tokyo. Namun seiring berjalan waktu dan datangnya armada yang lebih baru, akhirnya dimutasi ke operator lain hingga dipensiunkan dan dijadikan monumen. Setelah sekian lama mejeng di dekat Patung Hachiko, kereta ini akhirnya dimonumenkan di Oita, Akita Prefecture.

Jepang adalah salah satu negara maju dengan banyak jaringan rel kereta api yang masih aktif hingga kini. Tak hanya itu operatonya sendiri ada banyak, baik pemerintah (termasuk pemerintah daerah atau kota) maupun swasta. Salah satu perusahaan swasta yang mengoperasikan kereta ialah Tokyu Corporation melalui subsidiary-nya Tokyu Railway. Perusahaan ini telah eksis sejak dulu. Berbasis di Shibuya, Tokyo.

Jaringan rel yang dioperasikan Tokyu dipusatkan di Shibuya secara underground. Makanya kereta Tokyu sering juga disebut subway atau Tokyu Subway seperti Tokyo Metro yang dioperasikan Pemerintah Kota Tokyo. Relnya membentang hingga ke Yokohama Prefecutre. Karenanya bisa menjadi satu alternatif buat yang ingin traveling dari Tokyo ke Yokohama. Selain naik kereta JR East via Tokaido Main Line.

Udah eksis dari dulu, Tokyu Corp punya trainset monumental yang mulai beroperasi di tahun 1954. Trainset ini livery-nya warna hijau total dengan sedikit stripping putih. Seperti yang nangkring di sebelah Patung Hachiko.

Tokyu 5000 Series 1954 Beroperasi Hingga Juni 1986

Rangkaian ini diproduksi Tokyu Car pada periode 1954-1959. Kemudian dioperasikan Tokyu Corporation (sekarang Tokyu Railway setelah split off) di beberapa jalur seperti Toyoko Line, Meguro Line, dan Makama Line. Kereta ini dinas cukup lama lho. Hampir 30 tahun di Tokyu Railway. Seperti KRL Ekonomi Rheostatik di Jabodetabek dulu dinasnya lama banget dari tahun 1976 dan baru pensiun total 2014. Dimana sekarang keretanya udah dirucat dan ditumpuk di Purwakarta dan Cikaum.

Seiring berjalan waktu sejumlah trainset lebih baru mulai diproduksi Tokyu Car dan produsen lainnya. Sehingga satu per satu trainset ini mulai dipensiunkan dari Tokyu Railway. Untuk trainset yang dinas di Toyoko Line pensiun pada Maret 1980. Menyusul kemudian Meguro Line bulan Juni 1986. Tokyu 5000 Series ini akhirnya benar-benar berhenti total dari dinasnya di bulan Juli 1986.

Tahun 1977 aja, 70 rangkaian Tokyu 5000 Series “Legend” ini dijual ke berbagai operator kereta swasta lainnya di Jepang. Operator swasta tersebut antaralain: Nagano Electric Railway, Gakunan Railway, Ueda Electric Railway, Matsumoto Electric Railway, Fukushima Kotsu, hingga Kumamoto Electric Railway (Kumamoto Dentetsu). Untuk rangkaian Matsumoto Electric Railway juga udah pensiun dan digantikan 3000 Series “Nagisa”.

Beroperasi Terbatas untuk Wisata dan Jadi Monumen

Tokyu 5000 Series 1954 (Deha 5001) ketika Masih di Shibuya Tokyo

Satu trainset dengan nomor 5102A ex-Tokyu Makama Line (1985) kini masih beroperasi secara terbatas di jalur Kumamoto Dentetsu. Operator ini sebetulnya mengoperasikan rangkaian lokal secara reguler. Sebagaimana Fujikyu Railway di Yamanashi Prefecture. Namun untuk Tokyu 5000 Series 1954-nya (5102A) masih beroperasi terbatas. Ya ibaratnya kaya kereta Bon Bon di Jakarta. Cuma keluar kandang kalo lagi ada event tertentu seperti HUT Kota Jakarta.

Sementara trainset Deha 5001 dijadikan monumen. Awalnya disimpan di depan Shibuya Station Tokyo. Percis didekat Patung Hachiko. Malah boleh dibilang berdampingan dengan patung si anjing legendaris. Namun setelah sekian lama, pada bulan Juni 2020 lalu kereta ini dipindahkan ke Oita, Akita Prefecture, untuk dijadikan monumen di sana. Walaupun demikian paling nggak masih ada penghargaan sebagai bagian dari sejarah perkeretaapian Jepang. Bukan malah dirucat total seperti di Indonesia.

Kalo jadi monumen kan paling nggak bisa jadi objek wisata heritage. Masih bisa dikunjungi dan dilihat. Bahkan dijadikan spot untuk kegiatan fotografi. Memang sudah semestinya apapun itu yang merupakan bagian dari sejarah harus dilestarikan. Memang kereta jadul ada yang di scrap di Jepang. Tapi nggak semuanya. Sebagian masih bisa diselamatkan. Meski nggak bisa dinas lagi, minimal dijadikan monumen.

Leave a Reply

%d bloggers like this: