Tragedi Hercules Condet 5 Oktober 1991

Tragedi Hercules Condet 5 Oktober 1991

Tragedi Hercules Condet 5 Oktober 1991 mungkin akan jadi momen memilukan dalam dunia aviasi militer yang sulit untuk dilupakan. Bertepatan dengan HUT TNI ke 46 sebuah pesawat angkut C130 dengan nomor seri A 1324 jatuh beberapa saat setelah take off dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP). Menewaskan 132 orang, termasuk kru pesawat dan seorang security di darat.

Hari ini, 5 Oktober 2020, adalah hari ulang tahun TNI ke 75. Perayaan yang justru bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Pastinya nggak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Mengingat sebagian besar dari kita sedang stay at home. Secara kasus positif setiap harinya justru punya kecenderungan terus meningkat. Segala bentuk perayaan yang mengundang massa dalam jumlah besar ditangguhkan demi mencegah terjadinya cluster. Begitupun upacara dilakukan secara virtual.

Namun ada kalanya HUT TNI justru diwarnai peristiwa memilukan. Tentunya kita akan selalu ingat ketika TNI kita ulang tahun di tanggal 5 Oktober 1965 justru menjadi momen pemakaman 6 jenderal dan 1 perwira TNI AD yang jadi korban G30S. Inilah momen peringatan HUT TNI paling kelam sepanjang sejarah. Apakah hanya itu? Ternyata 26 tahun berselang ada tragedi lain yang mewarnai HUT TNI.

Tragedi Hercules Condet Setelah Perayaan HUT TNI

Sekilas nggak ada yang aneh ketika HUT TNI ke-46. Perayaan dilakukan secara meriah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Di Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta, sebuah pesawat angkut militer TNI AU jenis Hercules C 130 nomor seri A 1324 sedang bersiap untuk diterbangkan kembali pulang menuju Bandara Husein Sastranegara (BDO) Bandung. Pesawat ini mengangkut anggota Paskhas TNI AU yang baru menjalani pendidikan .

Singkatnya pesawat itu take off dari Bandara Halim Perdanakusuma (HLP). Namun sekitar 3 menit kemudian mengalami masalah di mesin. Pesawat menjadi tak terkendali dan akhirnya jatuh di kawasan pemukiman penduduk di Condet Jakarta Timur. Nggak jauh dari Bandara. Menimpa sebuah bangunan Balai Latihan Kerja (BLK) tepat di ruangannya.

Pasca jatuhnya pesawat C-130 itu terdengar 5 kali ledakan. Pesawat dalam kondisi hancur lebur dan berkeping. Menyisakan mesin dan beberapa kerangka pesawat di antara reruntuhan gedung BLK Condet tersebut. Tragedi Hercules Condet memakan korban 132 meninggal dunia. Termasuk kru pesawat dan seorang security penjaga BLK Batu Ampar Condet.

Bambang Hercules, Satu-Satunya Korban Selamat

Seluruh prajurit yang jadi korban jatuhnya Hercules C-130 di Condet itu dimakamkan dalam satu liang di Taman Makam Bahagia (TMB) Pondok Aren Bintaro, Tangerang – Banten. Korban merupakan anggota Paskhas TNI AU yang akan diterbangkan kembali menuju Bandung. Sebelum pesawat nahas itu mengalami mati mesin dan jatuh di Condet.

Namun ada satu korban selamat dan sempat ikut dinyatakan sebagai korban tewas dalam insiden tersebut. Sosok satu-satunya korban selamat Tragedi Hercules Condet ialah Bambang Subandi yang saat itu baru selesai menjalani pendidikan. Momen tersebut menjadikan beliau lebih dikenal dengan nama Bambang Hercules.

Indonesia Jadi Negara Pertama Operasikan Hercules C-130 diluar AS

Indonesia sendiri dikenal sebagai negara pertama yang mengoperasikan pesawat angkut militer jenis Hercules C-130 diluar Amerika Serikat. Pesawat buatan Lockheed Martin ini mulai didatangkan ke Indonesia tahun 1959. Sebanyak 10 unit pesawat C-130B didatangkan sebagai imbalan dari tukar tahanan dengan Allen Pope yang terlibat pemberontakan PRRI/Permesta pada tahun 1958.

Kesepuluh pesawat C-130B termasuk 2 unit KC 130B yang bisa air refueling (mengisi bahan bakar di udara). Jadi embrio skuadron Udara 31/Halim dan Skuadron 32/Abdurrahman Saleh. Tahun 1975 Indonesia dapat tambahan 3 unit pesawat Hercules jenis C-130E yang digunakan Amerika Serikat dalam operasi Perang Vietnam.

Tahun 1980 lewat program peningkatkan kapabilitas TNI AU, kekuatan Hercules ditambah 12 unit generasi terbaru ketika itu. Keduabelas pesawat tersebut terdiri dari C-130 H (standart), C-130 H-30 (Stretch), L-100-30 Super Hercules (untuk keperluan sipil), dan C-130 H/MP (Maritime Patrol).

Pada tahun 1995, Angkata Udara kembali mendapat tambahan 5 unit pesawat C-130 versi L-100 Super Hercules, hibah dari Pelita Air Servis dan Merpati Nusantara. Terakhir, pada tahun 2013 pemerintahan RI membeli lima pesawat Hercules C130H bekas dari Militer Australia. Sebagai tambahan pemerintah Australia menghibahkan empat pesawat yang sama untuk TNI AU.


Referensi:


1 thought on “Tragedi Hercules Condet 5 Oktober 1991”

  1. Pingback: Oktober Kelabu Transportasi Umum - Solo Traveling

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: