Transportasi Bus Jadi Alternatif di Masa Pandemi

Transportasi Bus, Alternatif di Masa Pandemi?

Prasyarat yang mudah bikin transportasi bus (dan travel) jadi alternatif buat traveling di masa pandemi. Kamu cukup menaati Protokol Kesehatan 3M aja: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak. Di atas bus juga tempat duduknya biasa diberi jarak, dalam arti kapasitasnya dibatasi jadi 50-70% saja.

Pandemi Covid-19 udah setahun melanda Indonesia dan terlihat belum ada tanda-tanda akan mereda. Justru yang ada malah masuknya beberapa varian baru yang disebut lebih menular seperti B.1.6.17 atau varian India. Karenanya pemerintah tengah mengupayakan program vaksinasi untuk mengakhiri pandemi dengan target tercapai 70% herd immunity. Namun untuk sekarang walaupun udah di vaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan karena yang di vaksin masih sangat sedikit.

Di awal pandemi gegara masker dan hand sanitizer langka kita semua dipaksa untuk ngerem di rumah. Tentu nggak nyaman juga sih kalo udah kelamaan. Terutama kamu yang punya hobby traveling. Segala aktivitas traveling betul-betul dikekang di masa pandemi, terlebih di awal-awal. Banyak operator pariwisata dan transportasi merugi. Bahkan hotel aja ada yang sampe harus tutup (mengalami pailit).

Ketika masker dan hand sanitizer mulai tersedia lagi di pasaran, pemerintah lantas menerapkan yang namanya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau kita kenal dengan New Normal. Beraktivitas dengan Tetap menerapkan prokes masker, cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, dan menjauhi kerumunan (jaga jarak). New Normal sedikit menolong industri pariwisata dan transportasi yang sempat mati suri tadi. Meski peminatnya nggak serame sebelum ada pandemi.

Kegiatan Traveling mulai jalan lagi, meski dengan batasan tertentu dan dikondisikan di situasi pandemi. Untuk transportasi penunjang, pesawat dan kereta api mensyaratkan Surat Keterangan Bebas Covid-19 bagi calon penumpang. Berupa hasil negatif dari Swab Antigen, PCR, ditambah lagi GeNose C19.

Transportasi Bus Jadi Pilihan, Cukup Modal Protokol Kesehatan

Misalkan kamu kepengen aman memang sebaiknya test dulu sebelum jalan. Tapi misalkan ada kecenderungan ogah ribet dan keluar biaya lagi buat test Covid-19 ada moda transportasi yang bisa kamu pertimbangkan, yakni bus dan travel. Angkutan darat berbasis jalan raya ini boleh dibilang nggak terlalu banyak syarat. Selama kamu bisa menerapkan Protokol Kesehatan dengan baik dan benar.

Transportasi Bus (dan Travel) Syaratnya Nggak Terlalu Berat

Masker dipake terus sepanjang perjalanan (juga ketika hendak naik bus/travel), Mencuci Tangan secara berkala dengan hand sanitizer sekalipun pihak operator rutin membersihkan armadanya menggunakan disinfektan, dan menjaga jarak dengan penumpang lainnya termasuk jangan dudukin kursi yang bertanda silang.

Terus pastikan juga kamu dalam keadaan fit. Merasa nggak enak badan termasuk batuk pilek mending jangan dulu. Memang nanti juga kamu akan dicek suhu sebelum naik. Perlu diingat batas toleransi suhu tubuh yang diperbolehkan itu 37,5 derajat celcius. Lebih dari itu kamu nggak akan diizinkan naik.

Lantas gimana dengan surat keterangan bebas Covid-19? Untuk transportasi bus dan travel itu jarang diminta. Kalopun diperlukan biasanya di saat-saat tertentu aja. Misalkan lagi libur panjang atau long weekend. Untuk masa pelarangan mudik Lebaran 6-17 Mei 2021 itu wajib ditambah surat keterangan lainnya sebagai bukti kamu melakukan perjalanan yang memang diizinkan selama masa itu seperti dinas misalnya. Tapi sebaiknya tahan diri dulu ya selagi periode larangan mudik lebaran.

Intinya sih kamu bisa menjadikan bus dan travel sebagai pilihan untuk menunjang traveling di masa pandemi Covid-19. Sembari tetap menjalankan Protokol Kesehatan: Masker, Mencuci Tangan, Menjaga jarak 1-2 meter. Dan ingat harus bus dan travel berkualitas ya. Jangan pilih bumel apalagi kelas omprengan. Udah pasti nggak pake prokes kalo dua itu mah.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: