Travel 4848 Bandung Nyaris Terlupakan

by May 12, 2021All Exciting Adventures, Transportasi Umum0 comments

Pernah menjadi primadona di era 1980-1990an di rute Jakarta-Bandung. Travel 4848 Bandung kini justru nyaris terlupakan. Ditengah euforia persaingan antar moda transportasi berbasis jalan raya. Terutama setelah beroperasinya Jalan Tol Cipularang di tahun 2004. Pelayanan yang cenderung stagnan, minim inovasi, dan kini lebih banyak melayani rute Priangan Timur.

Jika roda besi punya KA Parahyangan sebagai legenda di masa lalu. Ban karet sejatinya nggak mau kalah. Mereka juga punya legend dalam wujud travel. Bersama KA Parahyangan, travel ini pernah menikmati masa kejayaan di tahun 1980-1990an. Keduanya nggak saling bersaing. Sebaliknya justru malah saling melengkapi. Jika kereta penuh, nggak sedikit masyarakat yang memilih menggunakan jasa travel ini. Karena dianggap lebih aman dan nyaman dibanding bus waktu itu.

Namun sayangnya seiring beroperasinya Tol Cipularang di tahun 2004, pamor keduanya meredup. KA Parahyangan sempat bangkit sejenak setelah banting harga. Meski pada akhirnya harus tutup karena nggak kuat menanggung beban operasional yang sangat tinggi. Di sisi lain minat penumpang semakin menurun. Bahkan nggak jarang harus bawa 2 gerbong kosong. Sang Legenda roda besi pun akhirnya pensiun dan “merger” dengan Argo Gede. Reinkarnasi jadi Kereta Api Argo Parahyangan.

Bagaimana dengan travel-nya? Justru terhempas dari persaingan antar moda transportasi serupa di Tol Cipularang. Memang setelah tol beroperasi moda transportasi yang satu ini menjamur. Satu sama lain saling “perang harga”. Ditengah persaingan panas tersebut, yang legend seperti terlupakan begitu saja.

Travel 4848 Bandung, Dulu Lebih Dikenal Sebagai Taksi

Sang legenda yang hampir terlupakan itu 4848, operator transportasi darat berbasis jalan raya. 4848 dulu mengoperasikan armada sedan Holden Torana buatan Australia dan Minibus Jepang (kalo nggak salah Mitsubishi Colt). Melayani rute Jakarta-Bandung sebagai pelengkap bus dan KA Parahyangan. Biasanya rute 4848 lewat Puncak-Cianjur, dan ketika waktunya makan siang atau malam berhenti di salah saru rumah makan di daerah Cipanas.

Lantaran mengoperasikan armada Holden itu, 4848 dulu lebih dikenal sebagai Taksi. Itu karena punya layanan jemput langsung di rumah atau kantor misalnya. Tanpa harus datang ke Pool atau Point seperti lazimnya travel-travel sekarang. Makanya orang menyebut Taksi, secara 4848 sendiri juga membranding dirinya sebagai Taksi Antar-Kota. Untuk membedakan dengan taksi reguler yang cuma beroperasi di dalam kota.

Uniknya sedan Holden bisa mengangkut penumpang sampai 7 orang, dimana hot seat dekat driver bisa diisi 2 penumpang sekaligus. Ukuran mobilnya memang lebih lebar dibanding kebanyakan mobil buatan Jepang. Dan sekarang Holden ini udah nggak ada lagi. Menghilang dari peredaran. Bahkan di Australia sendiri lebih banyak kendaraan Jepang dan Korea (terutama Hyundai).

Harusnya dengan keunggulan bisa dijemput langsung di titik penjemputan tadi menjadi keunggulan tersendiri buat 4848 di tengah persaingan panas ban karet pasca beroperasinya Tol Cipularang. Sayangnya karena armadanya terbilang jadul dan dianggap kurang nyaman (lebih mirip elf bumel), 4848 akhirnya ditinggalkan dan dilupakan.

Lebih Banyak Rute Priangan Timur

Travel 4848 Bandung rute Priangan Timur

Terlempar dari persaingan ban karet Jakarta Bandung, Travel 4848 Bandung kini lebih banyak beroperasi di rute Priangan Timur seperti Bandung-Banjar dan Bandung-Tasikmalaya. Padahal ini merupakan jalur gemuk PO Bus juga Elf (baca bumel). Namun dari segi persaingan bisa jadi nggak seperti rute Jakarta yang bisa bikin berdarah-darah. Saat ini armada 4848 lebih banyak minibus Toyota dan ada beberapa elf juga.

Meskipun persaingan dengan sesama moda transportasi berbasis jalan raya masih terbilang tinggi, bus dan travel ternyata lebih dibutuhkan masyarakat Priangan Timur. Sekalipun rutenya bersinggungan dengan kereta api lantaran rutenya ke Terminal St.Hall Bandung, elf bumel Limbangan misalnya tetap ada peminat. Sebab kereta api cuma ada KA Lokal Baraya yang ke Priangan Timur, juga Elok Cibatu.

Minimnya transportasi berbasis rel dan kecenderungan masyarakat Priangan TImur menggunakan ban karet ke wilayah Kota Bandung bisa jadi niece market bagi Travel 4848 Bandung saat ini. Semoga ke depannya manajemen sang legenda ban karet ini bisa dimodernisasi agar sesuai dengan perkembangan jaman. Contoh bisa booking online via aplikasi.

%d bloggers like this: