Wilayah Keraton Yogyakarta (Penjelajahan 2020)

Wilayah Keraton Yogyakarta, dokumentasi penjelajahan di bulan Februari 2020. Dimulai dari Alun-Alun Utara depan Kompeks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan berakhir di Plengkung Gading. Sebulan sebelum wabah Covid-19 memukul industri Pariwisata Indonesia dan global.

[INFOGRAFIS] Wilayah Keraton Yogyakarta

Berkunjung ke Kompleks Keraton itu udah biasa. Tempat sakral itu memang jadi salah satu objek wisata unggulan di Jogja. Khususnya wisata sejarah budaya. Namun pernahkah kamu berjalan menjelajahi kawasan yang termasuk dalam area keraton tersebut? Ternyata luas banget lho. Nggak sebatas cuma keraton yang nggak jauh dari Malioboro. Lebih dari itu nyampe ke Plengkung Gading yang letaknya lebih ke selatan.

Dari KM 0 menuju kawasan Keraton itu gampang banget. Tinggal mengarah ke lurusannya Jalan Malioboro. Nah abis lewatin Gapura kamu langsung ketemu sama gapura yang menandakan bahwa kamu udah masuk dan berada di wilayah tersebut. Nah pertama-tama kamu akan lebih dulu ketemu sama Alun-Alun Utara. Posisinya strategis banget karena tepat di depan Kompleks istana Keraton Yogyakarta Hadiningrat yang jadi objek wisata utama di situ.

Alun-Alun Utara ini sejatinya merupakan alun-alun utamanya Jogja. Ciri khas sebuah alun-alun keliatan banget di sini. Mengingat di sebelah baratnya terdapat Masjid Gedhe Kauman (Masjid Agung Jogja). Sering juga disebut sebagai masjid keraton karena letaknya memang di wilayah Keraton Yogyakarta. Di belakangnya terdapat kampung wisata Kauman dan bisa dijadikan salah satu destinasi wisata religi Islam di Jogja.

Dari Alun-Alun Utara kita bergerak menuju Jalan Rotowijayan. Pertama-tama kita akan ketemu Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Disinilah tempat penyimpanan salah satu pusaka Keraton berwujud kereta kencana. Terdapat 23 buah kereta yang mayoritasnya berusia seabad lebih meski masih dalam kondisi kinclong. Kenapa bisa kinclong? Sebagai benda cagar budaya, kereta keraton harus dirawat secara berkala dan sangat hati-hati.

Terus bergerak ke arah selatan kita akan masuk kampung Ngasem dimana Pasar Ngasem berada. Ini sejatinya hanyalah sebuah pasar sebagaimana pasar pada umumnya. Namun yang membedakan Pasar Ngasem berada di wilayah Keraton. Terus ke arah selatan kita akan menuju Taman Sari Ngayogyakarta. Tempat wisata utama kedua setelah Istana Keraton di wilayah tersebut.

Taman Sari dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I (1758M) sebagai tempat rekreasi dan kolam pemandian (pesanggerahan) bagi sultan dan keluarganya. Taman Sari sering disebut sebagai Istana Air (Water Castle) memiliki nilai arsitektur dan keunikan pada lekukan bangunan dan air yang terisi di kolam. Dikelilingi oleh danau buatan dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan sekitarnya. Dibangun sebagai simbol kejayaan Raja Mataram.

Dari Taman Sari terus bergerak ke selatan sampailah kita di Alun-Alun Kidul. Masih berada dalam Wilayah Keraton Yogyakarta. Namun yang membedakan dengan Alun-Alun Utara, disini nggak ada sesuatu yang istimewa. Bangunan di depannya hanyalah sebuah bangunan Balai Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Sasono Hinggil Dwi Abad. Nggak ada masjid di sebelah barat yang mencirikan sebuah alun-alun utama. Kalopun ada Masjid Margoyuwono itu masih beberapa km lagi.

Jadi Alun Alun Kidul memang bukan alun-alun utama di Jogja. Satu bangunan terkenal yang ada di dekat sini ialah Plengkung Gading atau Gerbang Nirbaya Gading. Sejatinya ini juga termasuk gerbang masuk Keraton dari sisi selatan. Tempat ini cukup terkenal karena pernah jadi salah satu lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2) di tahun 2016.

Nah kalo abis dari Alun Alun Kidul terus ke Plengkung Gading itu keluar-keluar di Jalan MT. Haryono. Disitu juga ada Pasar Gading. Biasanya jadi lokasi parkir bus pariwisata pengangkut turis yang hendak berwisata di Wilayah Keraton Yogyakarta. Jalan ini juga jadi salah satu akses menuju Terminal Giwangan, Bantul, hingga Gunung Kidul.


Catatan:

  • Konten ini merupakan hasil dari penjelajahan di tanggal 8 Februari 2020 atau sebulan sebelum Pandemi Covid-19 menyerang. Jujur aja pandemi sangat memukul sektor pariwisata dan transportasi. Kita berharap segera usai atau setidaknya vaksin segera tersedia.

3 thoughts on “Wilayah Keraton Yogyakarta (Penjelajahan 2020)”

  1. Pingback: Pasar Ngasem Jogja Gak Seperti Pasar - Manglayang ID

  2. Pingback: Alun Alun Kidul Jogja yang Sedikit Terlupakan - Manglayang ID

  3. Pingback: Alun Alun Utara Jogja (Area Publik di Wilayah Keraton) - Manglayang ID

Leave a Comment

Your email address will not be published.